Makna Integritas Natal bagi Seorang Pejalan

sejarah gereja toraja, toraja heritage, gereja rantepao

when you finally go back to your old home, you find it wasn’t the old home you missed but your childhood – [Sam Ewing]

Terkunci di tengah umat yang beribadah dengan pijaran mata yang meredup hingga 5 watt sangatlah menyiksa. Konsentrasi memudar, mata kedap-kedip lalu pura – pura memasang muka serius agar tampak menyimak pesan natal layaknya orang yang beribadah dengan sungguh. Alih-alih memusatkan perhatian pada kekusukan tata ibadah, malah menanggapi godaan bayu yang tak henti membelai permukaan kulit dengan lembut dan mengikutinya bersama angan menyusuri keping kenangan.

sejarah gereja toraja, toraja heritage, gereja jemaat rantepao
Gereja Toraja Jemaat Rantepao, gereja pertama di Toraja

Pernah mengalami seperti ini? JUJUR aja deh, SERING kan? 😉 Continue reading “Makna Integritas Natal bagi Seorang Pejalan”

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia dengan Cara yang Berbeda


Gelap mulai menyelimuti sudut-sudut Jakarta ketika pemberitahuan untuk bersiap memasuki pesawat diteriakkan melalui corong pengeras suara oleh petugas di ruang tunggu Terminal 2 Keberangkatan Internasional, Bandar Udara Soekarno Hatta. Saya membenahi backpack yang sedari tadi dibiarkan tergeletak di lantai, merapikan jaket dan mengeluarkan boarding pass untuk ditunjukkan ke petugas di depan pintu.

KLM, KLIA, penjelajah kuburan
Terbang bersama KLM

Sembari menunggu giliran menuju pesawat, tangan membolak-balik boarding pass. Memperhatikan cetakan huruf-huruf besar di pojok kanan atas yang tertera di sana, KLM Royal Dutch Airline. Seulas senyum penuh arti tergambar di bibir menyertai langkah menuju tangga pesawat meninggalkan ruang tunggu bandara. Syukur terangkai padaNya, diberi kesempatan untuk kembali bertandang ke negeri tetangga. Continue reading “Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia dengan Cara yang Berbeda”

Pasar Santa, Kala Senja Mempertemukan Kita

the dusty sneakers, kopi gayo

Pertengahan minggu lalu, Chandra, seorang sahabat baik mengirimkan gambar buku biru karya The Dusty Sneakers, Kisah Kawan di Ujung Sana yang memang telah dinanti kehadirannya.

the dusty sneakers, kopi gayo
Buku Biru, Setangkai Kembang dan Kopi Gayo

Tak dinyana, Twosocks salah seorang penulis buku biru adalah rekan sekantor dan kawan perjalanan mas Puguh. Dengan malu-malu sepucuk salam pun dititipkan untuk The Dusty Sneakers dan berharap segera mampir ke gerai buku mendapatkan buku biru untuk dimintakan tanda tangan. Continue reading “Pasar Santa, Kala Senja Mempertemukan Kita”

Dassi Deata: The Spirit of Guru

dassi deata, lo'ko mata

Langkah akhir dari perjalanan kehidupan adalah kematian. Tak seorang pun yang tahu, pada langkah ke berapa jarum jam kehidupannya akan berhenti. Hanya DIA, Yang Empunya Kehidupanlah yang punya kuasa untuk terus memutarnya atau menghentikannya.

tinimbayo, kopi toraja
Secangkir kopi kenangan @Tinimbayo

Dassi Deata, 27 Desember 2010
Riak sungai, wangi tanah, gemerincing daun bambu yang saling mencumbu selalu bangkitkan memori saat kita menuruni bukit itu lima tahun lalu. Bukit di balik rumpun bambu di belakang Dassi Deata yang padanya pandangan mengarah. Kembali ke tempat ini sama dengan mengumpulkan potongan-potongan puzzle kenangan yang tercecer sekian puluh tahun. Mencoba menyusunnya, kembali pada rangkaian yang tepat.

Continue reading “Dassi Deata: The Spirit of Guru”

Antologi Jelajah Negeri Sendiri

jelajah negeri sendiri

Memiliki buku yang diterbitkan oleh penerbit besar dan beredar di gerai-gerai buku sebagai bukti eksistensi diri adalah impian terpendam setiap penulis. Tak mengherankan jika anda menyempatkan diri datang ke satu gerai buku akan mendapati banyak buku baru bertebaran dari yang laris manis sampai yang tak tersentuh. Dari karya tunggal hingga yang dibuat keroyokan, dari roman picisan sampai catatan perjalanan, dari yang ditulis serius pun yang ngasal jadi ada. Tinggal pilih mau yang mana dan yang sesuai dengan selera.

Setelah punya buku terus ngapain? Melancarkan promosi agar buku tersebut dilirik dan diambil dari lemari pajangan untuk jadi koleksi bacaan penggemar buku. Gerakan jual diri ini dilakukan lewat blast sms, bbm, whatsapp, berbagi tautan di media sosial, promo dari mulut ke mulut dan usaha lainnya termasuk bagi-bagi buku gratis. Hasilnya? Serahkan pada pembaca untuk menilai hehe

jelajah negeri sendiri
Jelajah Negeri Sendiri (dok. Bentang Pustaka)

Usai mencandat sotong di Terengganu, kembali ke dunia nyata mendapati satu paket buku dari Bentang Pustaka teronggok di sudut meja kerja. Setelah bungkusnya disobek ternyata isinya sebuah buku bersampul biru dengan tulisan merah menyala Jelajah Negeri Sendiri, Catatan Perjalanan Merawat Nasionalisme (JNS, CPMN) Continue reading “Antologi Jelajah Negeri Sendiri”

Son of God, Memandang Yesus dari Bilik Kubur

peneleh

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya – [Yohanes 20:29b]

Bagi sebagian besar umat Nasrani, libur panjang akhir pekan lalu dimanfaatkan untuk mendatangi Blitz Megaplex bersama keluarga, teman gereja atau komunitas pecinta film untuk menikmati Son of God. Tak mau ketinggalan, bersama beberapa rekan Minggu sore (29/03/14) usai pelayanan, kami pun menggelar acara nonton bareng (nobar) di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta.

Son of God, kisah epik tentang Yesus yang dikisahkan dari sudut pandang Yohanes, salah seorang muridNya sesuai yang ditulisnya dalam Injil Yohanes 1 – 21. Yohanes dipanggil Yesus untuk menjadi muridNya ketika ia dan Yakobus kakaknya sedang membantu Zebedeus sang ayah membenahi jala di perahu mereka di danau Galilea (Markus 1:19-20). Berasal dari keluarga nelayan yang secara ekonomi cukup mapan, seperti yang dituliskan oleh Yohanes Markus dalam Injil Markus 1:20; ketika Yesus menghampiri perahu mereka, Zebedeus sedang bekerja di perahu miliknya dibantu oleh anak-anak dan orang upahannya. Berbeda ketika Yesus mendekati perahu Simon Petrus, dia hanya bekerja bersama Andreas saudaranya. Continue reading “Son of God, Memandang Yesus dari Bilik Kubur”