Menyelami Hati Cut Nyak Dien


Perempuan di ujung senja itu tertatih menyeret langkah ke sudut gubuknya. Derit pintu reot dan desah resahnya memecah pagi yang senyap. Rindunya teramat dalam, sedalam sepi yang menemani perjalanan panjangnya. Dia yang tercerabut secara paksa dari akarnya, meradang bergelut asa. Meski matanya sudah rabun, namun kepekaan rasanya belumlah susut. Terduduk dalam gelap pandangan, hatinya merintih, … Continue reading Menyelami Hati Cut Nyak Dien