Mereka Pergi di Usia Belia

jouke goslinga, dokter goslinga, dokter di toraja, injil masuk toraja

Edgar, lelaki muda yang kutemui pagi itu di sebuah bukit, duduk bersendiri di dekat gerbang saat aku kembali ke tempat kami bertemu beberapa tahun yang lalu. Di tempat yang berpuluh tahun dirinya berdiam. Aku tak akan pernah lupa gaya bicaranya ketika sepotong nama terlontar dari mulutnya saat kami berkenalan. Nama yang mengingatkan pada seorang kawan berjalan bernama serupa dari negara tetangga. Postur tubuh mereka hampir sama. Hanya saja Edgar yang kutemui pada satu pagi yang sedikit muram di awal tahun itu; badannya lebih tipis.

Edgar lahir dan besar di Rantepao, sebuah kota kecil di kaki gunung Sesean, Toraja pada 1923; tujuh tahun setelah ayah ibunya menjejakkan kaki di Toraja. Ayahnya, Hendrik van der Veen adalah utusan zending yang menaruh minat sangat besar pada dunia bahasa. Salah satu pertimbangan kuat kenapa Hendrik dipilih oleh Gereformeerde Zendingsbond (GZB) ketika dirinya melamar untuk ikut pelayanan misi di Hindia Belanda. Continue reading “Mereka Pergi di Usia Belia”

Top Five

my passion

Seminggu ini suka senyum-senyum sendiri memandangi traffic pengunjung Olive’s Journey yang ‘nyasar karena mencari beragam informasi. Berdasarkan pemantauan iseng-iseng, saya bagi traffic-nya dalam dua kategori yaitu TOP FIVE dan TOP TEN ditengok.

Mari kita lihat hasil pemantauan pagi tadi; pada kategori TOP FIVE, 4 (empat) ulasan  tentang Toraja menempati posisi tiga teratas dan posisi kelima.

my passion
Top FIVE yang dilirik pembaca

Continue reading “Top Five”

Perahu Kita Oleng ke Kiri


Baru beberapa saat yang lalu dengan semangat saya merilis Sejumput Asa untuk Toraja, mendadak ada notifikasi keramaian di milis Toraja seputar terbakarnya  tongkonan (=rumah adat Toraja) di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Ketika hati kita masih diliputi iri hati, dengki, dendam, kecewa dan segala hal yang mengotorinya; kita tidak akan pernah bisa dekat dengan Tuhan dan pertikaian (dengan sesama) itu akan senantiasa terjadi.…,”kata-kata Bante Priyadhiro di pelataran Vihara Ratanava Arama, Lasem, Jawa  Tengah awal Maret lalu sore ini kembali terngiang. Continue reading “Perahu Kita Oleng ke Kiri”

Menyapa Pagi di Peristirahatan Antonie Aris van de Loosdrecht

van de loosdrecht

Mentari perlahan tersenyum dari balik bukit, sekilas jarum jam di pergelangan tangan kanan menunjukkan pk 07.30. Di ujung jalan, seorang lelaki mondar-mandir bak setrikaan mengamati dari kejauhan mungkin penasaran dengan sekelebat bayangan memasuki gerbang makam yang terbuka setengah di belakang sebuah gudang. Tempat perhentian yang sekian lama dirindukan itu mematung di depan mata. Untuk kedua kalinya ujung mata yang mulai digenangi setitik air perlahan menyusuri tulisan yang terpatri di atasnya. Ada desiran halus yang tiba-tiba menjalar di sekujur pembuluh darah membuat kaki undur tiga langkah merapatkan diri ke bibir pagar. Continue reading “Menyapa Pagi di Peristirahatan Antonie Aris van de Loosdrecht”