Keumala, Seusai Perjalanan


dengan kereta malam ku pulang sendiri
mengikuti rasa rindu pada kampung halamanku
pada ayah yang menunggu
pada ibu yang mengasihiku

duduk di hadapanku seorang ibu
dengan wajah sendu, sendu kelabu
penuh rasa haru ia menatapku
penuh rasa haru ia menatapku
seakan ingin memeluk diriku

Mendadak tembang “Perjalanan”-nya Franky dan Jane Sahilatua menjadi bekson penerbangan malam Cengkareng – Banda Aceh (Jumat, 22/02/13) yang tertunda 2 (dua) jam karena keterlambatan singa udara. Hmmm … this is the time. Saya menarik napas dalam-dalam menatap kilau cahaya Jakarta di waktu malam yang perlahan hilang dari pandangan. Tak ada was-was sama sekali meski berangkat seorang diri ke Serambi Mekkah, Continue reading “Keumala, Seusai Perjalanan”

‘Ngelindur ke Aceh


Kemarin siang badan tiba-tiba meriang gak karuan, hidung meler dan kepala berasa melayang-layang. Tak kuat akhirnya menyerah dan ijin pulang istihat karena di meja kerja hanya melototin monitor dengan pikiran mengembara dan otak gak bisa diajak berkonsentrasi. Sampai di rumah langsung masuk kamar dan terlelap dalam sekejap. Menjelang senja tidur mulai gelisah, sebentar-sebentar terbangun mendengar suara sendiri berkicau tentang perjalanan ke Aceh. OMG, kenapa tiba-tiba ‘ngelindur??

Dari salah satu sumber yang disodorkan om Gugel disebutkan, “‘Ngelindur atau mengigau adalah aktifitas yang dilakukan seseorang dengan menceracau saat tidur. Dalam dunia medis ‘ngelindur termasuk gangguan tidur, bahasa kerennya parasomnia. ‘Ngelindur banyak dijumpai pada anak usia 3 – 10 tahun sedang usia dewasa hanya sekitar 5% saja.” Continue reading “‘Ngelindur ke Aceh”