Capsule Transit Hotel: Pilihan Menyenangkan untuk Meluruskan Badan Saat Transit di KLIA2

Capsule Transit Hotel KLIA2, hotel transit di klia2, hotel kapsul di kuala lumpur, capsule hotel klia2

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Setiap perjalanan memberikan banyak pelajaran yang memperkaya pengalaman untuk belajar menjadi lebih baik. Orang yang banyak melakukan perjalan, pasti pandangannya lebih luas (kecuali dirinya berjalan tanpa berinteraksi dengan sekelilingnya dan hanya fokus pada dirinya sendiri). Setelah kejadian ketinggalan pesawat di Kuala Lumpur (KL) beberapa tahun lalu, saya jadi belajar mendisiplinkan diri, mematuhi jadwal perjalanan dengan berangkat lebih awal ke bandara saat hendak bepergian.

Capsule Transit Hotel KLIA2, hotel transit di klia2, hotel kapsul di kuala lumpur, capsule hotel klia2

Tapi tak semua orang berpandangan serupa. Karena bagi sebagian besar makhluk di dunia, menunggu adalah pekerjaan paling membosankan. Sehingga sering mengukur waktu terlalu mepet, lalu lupa memperhitungkan kemungkinan – kemungkinan yang bisa saja dijumpai di perjalananan. Continue reading “Capsule Transit Hotel: Pilihan Menyenangkan untuk Meluruskan Badan Saat Transit di KLIA2”

Terkenang Chow Kit di Hilton Garden Inn, Kuala Lumpur

Hilton Garden Inn Kuala Lumpur, Hotel di Kuala Lumpur, History of Loke Chow Kit, Pasar Chow Kit

Satu pagi di bulan Mei ketika matahari sedang garang – garangnya, seorang perempuan menghentikan langkahnya di depan Gedung Sultan Abdul Samad. Ia merogoh kantong celana jinnya, mengeluarkan dan memeriksa gawai yang bergetar; menggelitik pangkal pahanya. Sebuah pesan baru saja masuk ke gawainya.

+ Mbak, loe dimana? Sudah boardingkah? Gw otw bandara nih.
– Dataran Merdeka, mas  😉
+ Eh buseeet, bukannya pesawat loe pk 11 ya?

Hilton Garden Inn Kuala Lumpur, Hotel di Kuala Lumpur, History of Loke Chow Kit, Pasar Chow Kit

Yakin segala sesuatunya berjalan baik – baik saja, dengan santai perempuan itu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Pk 09.30. Dia tak was – was sedikit pun meski otaknya segera disetel untuk berpikir; dirinya harus menggapai KLIA dalam waktu 30 menit (bila tak ingin ketinggalan pesawat!!). Caranya? ENTAH! Continue reading “Terkenang Chow Kit di Hilton Garden Inn, Kuala Lumpur”

Born to Roam


Apa yang akan kamu lakukan bila check in di hotel pk 02 dini hari dengan mata sayu, berjalan pun setengah melayang? Aku mengidam – idamkan kucuran air hangat untuk membasuh muka dan pembaringan empuk dalam ruang sejuk untuk mendapatkan jam istirahat yang cukup sebelum kembali berjalan. Namun sapa hangat lelaki yang menyodorkan kunci kamar di Avenue J Hotel dini hari itu membuatku diam – diam menghentikan langkah sedikit lama di depan lift demi menikmati kerlap – kerlip lampu pohon natal yang berdiri di tengah ruang tamunya. Ia dikelilingi bangku persegi dengan bantal – bantal empuk yang merindu pelukan sembari menyesap secangkir kopi panas dari kedai kopi di depannya, bersulang  menyambut pagi.

Avenue J Hotel, Hotel dekat Dataran Merdeka, Hotel dekat Central Market, Hotel murah di Kuala Lumpur

Kulirik kotak kecil penanda tanggal pada jam di pergelangan tangan kanan. Angka 1 tertera di sana. Ah, selamat pagi Desember.

Continue reading “Born to Roam”

Mengenang Ah Loy di Lantern Hotel, Kuala Lumpur

lantern hotel, lantern hotel kuala lumpur, hotel near china town kuala lumpur, hotel at petaling street

Aku kembali ke Kuala Lumpur untuk beristirahat setelah 4 (empat) hari berkeliling di sekitar Kuala Langat, Selangor. Dari kantor Malaysia Tourism Center (MaTIC) Ampang, Aven memberikan tumpangan kereta (di Malaysia mobil disebut kereta) ke Petaling Street. Masih punya waktu 24 jam lebih sebelum beranjak ke KLIA yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai – santai saja menikmati Kuala Lumpur sebelum kembali ke kehidupan nyata. Lhooo, kemarin itu berjalan dalam bayang – bayang ya?  😉

“Cakeeeep, pintu hotelnya depan penjual air mata buaya. Ntar malam mau beli, aaah.”
“Mbaaaak, air mata kucing!”
“Air mata buaya, itu lho minuman segar – segar yang ada agernya.”
“Air mata kucing mbaaaak! Tuh baca tulisannya!”
“Oohh … eeeh … salah nyebut ya.” *ngikik sendiri, ‘kan masih melayang*

air mata kucing, petaling street, food stall at petaling street
Si Air Mata Kucing   😉

Obrolan tak penting yang membuka percakapan di padatnya Petaling Street yang selalu riuh dari pagi hingga jelang pagi lagi. Bayangkanlah ada orang bertubuh mungil menggeret – geret koper yang disampirin gembolan, mencari celah di antara pengunjung yang tumpah dan seliweran di kawasan pecinan Kuala Lumpur itu. Kasihan juga sih, tapi pundak saya pun kebebanan My Meywah yang rasanya bertambah berat dari hari ke hari. Agar nggak dituduh tak setia kawan, sesekali saya menoleh ke belakang ketika langkahnya tertinggal dan badannya “terjepit” di antara tubuh – tubuh menjulang yang berjalan berlawanan arah dengan kami.

Continue reading “Mengenang Ah Loy di Lantern Hotel, Kuala Lumpur”

Sweet Twenty Eight Hundred Shangri-La KL

kolam renang shangrila, shangrila kuala lumpur, hotel kuala lumpur

Welcome to Kuala Lumpur. Suara merdu memenuhi ruang kabin yang senyap menyadarkan dari tidur sepanjang setengah penerbangan Kuching ke Kuala Lumpur (KL). Senang kembali ke kota ini meski hanya untuk mengistirahatkan badan. Karena mengambil penerbangan sore dan masih mampir pula ke Terminal Bersepadu Selatan menghadiri undangan halal bihalal; saya baru berdiri tegak di depan Dian, resepsionis Shangri-la KL, hotel bintang 5 nomor satu di KL, jelang pagi. Bersyukur, pemesanan kamar telah dilakukan seminggu sebelumnya sehingga saat check in petugas tinggal mencocokkan data.

shangrila kuala lumpur, staycation di KL
Selamat datang di Shangri-La KL

Sebelum beranjak ke kamar, saya meminta untuk dibangunkan pk 06 meski Dian bertanya sampai dua kali untuk meyakinkan dirinya tak salah mencatat pesan tersebut. Saya menempati Executive Room di lantai 20, dengan jendela yang menghadap ke tengah kota. Sebuah pinggan berisi aneka buah segar tersaji di atas meja kecil di hadapannya dengan sepucuk kartu selamat datang berdiri di sisinya. Kamar yang super lega untuk bersantai, dan menikmati kemewahan yang tersedia di dalamnya. Tak berlebihan bila diri hanya ingin menyelami sisa malam dengan secangkir teh panas sembari berendam di dalam bathtub setelah seharian beraktifitas di luar ruang.
Continue reading “Sweet Twenty Eight Hundred Shangri-La KL”

Satu Malam di 1915

hotel 1915, hotel kuala lumpur, hotel di ampang

Karena terlihat suka mondar-mandir ke Malaysia, beberapa kawan sering menanyakan rekomendasi tempat untuk menginap, kuliner, cuci mata dan belanja murah. Murah, enak dan asik dinikmati oleh seseorang belum tentu seselera dengan yang lain. Sebagai pejalan yang senang ke tempat-tempat yang menyimpan jejak sejarah, saya lebih sering merekomendasikan museum dan kawasan heritage sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika bertandang ke sebuah kota untuk mencari tahu sejarah kota tersebut. Kalau untuk icip-icip, saya pemakan segala dengan catatan tidak pedes jadi makan dimana saja hayuuk. Sedang untuk tempat beristirahat mengikuti petunjuk dari yang mengajak jalan 😉

hotel 1915, hotel kuala lumpur, hotel di ampang
Hotel 1915

Awal bulan lalu ketika kembali diajak main ke Penang, saya memilih untuk terbang langsung ke Penang via Kuala Lumpur (KL) demi menghemat waktu. Pulangnya, naik bus ramai-ramai dan minta dicarikan tempat yang murah nan nyaman untuk meluruskan badan selama beberapa jam di KL. Saya pun minta dibuatkan reservasi di Back Home Hostel karena tertarik membaca ulasannya Meidi, tapi ketika hendak berangkat ke KL dapat konfirmasi nginapnya di Hotel 1915. Ternyata saat jalan pagi, saya menemukan Back Home di belakang 1915.
Continue reading “Satu Malam di 1915”

4+6 Jam Meringkel di Kontener

container hotel

Kuala Lumpur International Airport (KLIA), kali kedua kaki menjejak di sini. Padatnya lalu lintas udara di Cengkareng menyebabkan antrian di landasan pacu untuk terbang. Untuk menghalau bosan waktu menunggu digunakan mengutak-atik sajian monitor kecil di sandaran bangku depan. Alhasil, tanda waktu di pergelangan tangan kanan tepat menunjukkan pk 23.45 saat kaki melangkah keluar dari badan KLM yang ditumpangi dari Jakarta.

Keluar ke ruang kedatangan sambil berlari mengejar aerotrain, tangan segera mengaktifkan HP dan mencari koneksi ke WiFi bandara. Rentetan pesan berlomba memenuhi kotak pesan, namun yang pertama dicari adalah pesan terakhir dari grup VMY2014. Lolos dari antrian panjang di bagian imigrasi, kaki bergegas menemui Edgar dan Gael; duo blogger Pilipina yang telah menanti di dekat konter pemesanan taksi. Akhirnya bertemu lagi setelah berpisah di KLIA akhir September 2013 lalu usai MTH2013. Continue reading “4+6 Jam Meringkel di Kontener”