Chez Bon: Kelana pada Sebuah Masa


Lelah menghantarkan kaki menyusuri kelap-kelip Bragaweg mencari satu kamar untuk beristirahat malam itu. Muda-mudi berpasangan keluar masuk kedai, tawa mereka pecah meretas malam. Musik pengantar keriaan berdentum dari sebuah kedai kopi yang tampak semarak. Di depannya, seorang perempuan muda tertunduk lesu. Mungkin dirinya sudah terlalu lelah menanti kekasihnya yang tak kunjung menjemput. Pada sisi kedai Kopi Oey kutemukan sebuah papan berkelip memberi harap akan tempat untuk merebahkan badan, Chez Bon.

chez_bon_03
Dipan untukku di Chez Bon

Satu kamar berukuran besar berisi delapan dipan susun ditunjukkan oleh seorang petugas yang berjaga malam. Serasa berada di dalam kamar asrama dengan dipan-dipan tinggi yang diatur berderet dan berhadapan sehingga masih ada ruang kosong di bagian depan pintu dan di antara dipan yang cukup lega utuk berlalu lalang. Continue reading “Chez Bon: Kelana pada Sebuah Masa”

Ivory, Harmonisasi Perjalanan Rasa


Ketika lelah merajalela dan badan lekat oleh keringat yang mengering dan menempel di permukaan kulit; yang terbayang-bayang di depan mata hanyalah siraman air pancuran untuk menyegarkannya kembali. Beruntunglah perjalanan dari Leuwigajah ke Bandung sedikit lengang di jelang senja itu. Angkot jurusan Cimahi – Stasiun Hall yang saya tumpangi dari bawah kolong jembatan layang Cimindi pun sama lengangnya. Hanya saya seorang yang menumpang di setengah perjalanan dari Jl Pajajaran hingga minta diturunkan sebelum angkot berputar ke stasiun Bandung.

hotel ivory bandung, ivory bandung, hotel murah bandung
Selamat datang di Hotel Ivory

Untuk mengenang masa-masa paceklik ketika masih menjadi mahasiswa yang lebih sering memilih menghitung langkah ketika ongkos menipis, dari depan Gedung Pakuan, saya berjalan kaki hingga ke Jl Aceh. Dari perempatan Aceh Wastukencana, karena badan semakin lekat; saya memutuskan memesan GoJek untuk mengantarkan ke Bahureksa yang jaraknya hanya sepelemparan batu; tak sampai 1,5 km lho! Continue reading “Ivory, Harmonisasi Perjalanan Rasa”