Melongok Sejarah Bisnis Kerajinan Timah Royal Selangor

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Seorang pelancong dari Cina datang ke Malaysia dan mengunjungi Visitor Centre Royal Selangor. Usai berkeliling, ia bersua dengan seorang perempuan yang sedang berbagi kisah teko teh keberuntungan, salah satu koleksi museum Royal Selangor kepada pengunjung lain. Teko itu ditemukan seorang penduduk di Kajang, salah satu kota di Hulu Langat, Selangor semasa perang dunia kedua. Teko tersebut telah menyelamatkan penemunya dari timah panas yang mendesing di atas kepalanya saat ia merunduk untuk meraih teko dari tanah. Karena bentuknya menyerupai buah melon, teko itu kemudian dikenal dengan melon teapot. Satu hari, di tahun 1970, saat membawa teko yang telah menyelamatkan nyawanya ke perajin timah untuk dipoles, para perajin mengenali cap Ngeok Foh yang tertera di dasar teko. Beberapa tahun kemudian, di jelang kematiannya; melon teapot dikembalikan oleh penemunya kepada penerus Ngeok Foh.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Si pelancong yang terpana dengan cerita perempuan itu, sontak berseru,”Aaaah, sekarang saya tahu, sekarang saya tahu!”
Apa yang kamu tahu?” tanya perempuan itu.
Ya .. sekarang saya tahu,” jawab si pelancong. Continue reading “Melongok Sejarah Bisnis Kerajinan Timah Royal Selangor”

Glamping Semalam di The Sticks

the sticks eco-resort, the sticks guide, visit hulu selangor 2017, discover selangor, eat travel write, gaya travel

Rubin Gan menghentikan pick up putihnya di tengah-tengah sungai. Ia keluar dari kendaraan, menengadah ke atas jembatan gantung yang bergoyang ke kiri dan ke kanan terbebani oleh gerak badan kami yang meniti di atasnya. Dia baru tersadar, dia lupa mengingatkan, jembatan itu harus dilintasi bergantian. Maksimal 3 (tiga) orang dewasa dengan berat badan yang wajar. Tapi, sedikit langkah lagi kami sampai di mulut jembatan. Tak mungkin untuk kembali ke ujung yang satu dan mengulang melangkah secara bergantian bukan? Rubin kembali memasuki kendaraannya, mungkin sembari berdoa di dalam hati semoga jembatan baru yang membentang di atas aliran Sungai Chiling itu baik-baik saja.

the sticks eco-resort, the sticks guide, visit hulu selangor 2017, discover selangor, eat travel write, gaya travel

Ini hari kedua kami menyusuri Hulu Selangor, dan setiap pagi harus siap beranjak dengan membawa semua barang ke tempat yang baru. Selama perjalanan dari Chiling Sanctuari menuju The Sticks saya memilih untuk tidur. Baru saja lelap, bus yang kami tumpangi sudah berhenti. Mata saya masih menahan kantuk. Setengah melayang, menitipkan Meywah di pick up Rubin, lalu mengayun langkah  mengekor langkah-langkah yang lain menuruni anak tangga bersemen hingga sampai di jembatan gantung ini. Sedang pick up itu diajak Rubin berjalan menerabas air sungai. Kami melanjutkan langkah, sedikit berjalan menanjak untuk sampai di sebuah sebuah ruang yang ternyata adalah ruang makan. Continue reading “Glamping Semalam di The Sticks”

Godaan Udang Galah Asam Pedas

udang galah asam pedas, kuliner kuala kubu bharu, udang enak, eat travel write

Hari sangat terik ketika kami berhenti di Dataran Kuala Kubu Bharu (KKB), Selangor. Teriakan dari perut ramai sekali. Aku merindukan minuman yang segar dan dingin itu! Aku pun ingin sesuatu yang padat mengisi lambungku! Ah, aku lapar! Lidahku mulai gelisah.

udang galah asam pedas, kuliner kuala kubu bharu, udang enak, eat travel write

Kuteguk setengah botol air mineral yang tersisa dan memilih sebuah bangku di meja yang disusun memanjang agar banyak yang bisa duduk berhadapan-hadapan di depannya. Aku sedikit curiga ketika Anazkia memilih bangku di depanku. Selama perjalanan ini, dia selalu saja mengincar piringku. Bukan karena ingin meminta sebagian yang ada di situ, dia selalu saja penasaran pada apa yang dituang ke dalamnya. Puji Tuhan, hari ini semua yang duduk di meja itu mendapatkan makanan dalam porsi yang sama. Jadi, dia tak bisa mengambil gambar tak senonoh  🙂 .

Continue reading “Godaan Udang Galah Asam Pedas”

KCC1M Promo Wisata Malaysia Year of Festival 2015

museum penang, destinasi wisata penang

Matahari bersinar sangat terik saat taksi yang kami tumpangi meninggalkan Bandar Udara (Bandara) Internasional Penang dari kawasan Bayan Lepas menuju Georgetown. Setelah memberi tahu tujuan pengantaran, berdua mas Eka dari MQTV Bandung kami mulai sibuk mengutak-atik gawai untuk mendapatkan informasi terkini kegiatan selama 4 (empat) hari di Penang.

Haryanti Abu Bakar, Wisata Penang
Haryanti Abu Bakar, Deputy Director Malaysia Tourism Board Pulau Pinang

Beberapa menit selepas bandara, sopir taksi memecah kebisuan,”Nak ke hospitalkah?” Ternyata, Georgetown City Hotel tempat kami akan menginap berada tepat di depan Adventist Hospital yang mayoritas pasiennya berasal dari Indonesia, demikian juga Konsulat Jenderal RI Penang letaknya tak jauh dari hotel wajar jika sopir taksinya menebak kita datang untuk berobat.
Continue reading “KCC1M Promo Wisata Malaysia Year of Festival 2015”

LAT’s Place, Kenduri ala Anak Kampung Boy

rani's cooler fizz, kampung boy

Satu hari usai bermain di Legoland dan mutar-mutar di Hello Kitty Town, saya digeret untuk ikut kenduri di kampung tetangga. Syaratnya satu, harus berpakaian ala anak kampung boy. Berhubung sudah bawa baju ganti, buru-buru ke kamar kecil pakai kain, buka kaos diganti dengan kebaya. Jom kenduri!

lat's place
Welcome to LAT’s Place

Kesan pertama memasuki tempat ini, penuh godaan. Ya godaan untuk belanja dan mengambil gambar. Di bagian depan aneka pajangan souvenir dari Kampung Boy berupa gantungan kunci hingga t-shirt berkarakter lucu-lucu melambai-lambai minta dibungkus. Continue reading “LAT’s Place, Kenduri ala Anak Kampung Boy”

Ramlee, Sekeping Memori Aceh yang Berjaya di Malaysia

p ramlee

Selintas tak ada yang menarik dari deretan gambar tanda pengenal yang dipajang untuk menunjukkan pergeseran waktu di pameran Demi Masa yang berlangsung di Muzium Negeri Terengganu, Kuala Terengganu, Malaysia malam itu. Namun wajah sang pemilik salah satu tanda pengenal itu memindai memori di kepala pada perjalanan yang membawa langkah menjejak di tangga sebuah rumah panggung beratap nipah, berlantai papan di Pulau Pinang akhir tahun lalu. Rumah yang menyimpan banyak kenangan akan seseorang yang pernah berjaya pada masanya.

P Ramlee
Kad Pengenalan P Ramlee di pameran Demi Masa, Kuala Terengganu.

Rumah kelahiran P. Ramlee, penanda di depan gerbang itu menyambut langkah saat menjejak di pelataran sebuah gedung pertemuan yang berdiri di sisi kanan Lintang P. Ramlee, Pulau Pinang. Matahari mulai sedikit bergeser dari puncak ubun-ubun saat kaki melangkah menyusuri pekarangan rumah itu. Continue reading “Ramlee, Sekeping Memori Aceh yang Berjaya di Malaysia”

Mengenal Terengganu Lewat Pesta Candat Sotong

squidjiggingTGG

Hari sudah jelang senja namun matahari masih terik menyengat kulit. Sekitar 40 kapal motor tradisional nelayan yang menambatkan sauh berjejer di dermaga Fikri, Setiu, Terengganu sore itu. “Sudah minum obat pusing, Mbak? Gelombang cukup tinggi, kalau tak kuat pusing.” Ahmad Fathil bin Abdul Ghani, Manager Promotion Tourism Terengganu yang saya jumpai di dermaga Setiu menyapa akrab.

Sore itu, saya berdiri di antara riuhnya manusia yang memenuhi dermaga menanti anggota tim yang akan berangkat untuk mengikuti Terengganu International Squid Jigging Festival (TISJF) 2014 atau Pesta Candat Sotong di perairan di sekitar pulau Chepu. Pk 16.30 satu per satu perahu meregangkan tali penambatnya dan bergerak perlahan meninggalkan dermaga menerjang gelombang menuju perairan lepas.

terengganu squid jigging

Kapal motor nelayan yang siap untuk membawa peserta TISJF 2014

TISJF 2014 adalah salah satu kegiatan wisata yang diselenggarakan oleh pemerintah Terengganu, Malaysia melalui Departemen Pariwisata setempat untuk memperkenalkan squid jigging (=candat sotong, dalam bahasa setempat) atau mengail cumi-cumi dengan cara tradisional. Continue reading “Mengenal Terengganu Lewat Pesta Candat Sotong”

Mensyukuri Nikmat Tuhan di Everly

the everly hotel putrajaya

Pfiuuuuuuh, 5 (lima) hari berkendara menyusuri selatan Malaysia usai sudah. Tiga jam perjalanan akhir mencoba memejamkan mata meski badan ‘nyaris terjepit di antara tumpukan koper dan keril di jok belakang. Begitu melihat kasur empuk tersaji di depan mata, godaan untuk meregangkan otot yang ngilu pun tak tertahankan … bleeezzzzzzzz.

Hari terakhir MTH2013, kami kembali ke Everly untuk berpisah dengan sebagian besar peserta. Yang dari Malaysia kembali ke rumah masing-masing sedang yang dari Brunei, Filipina, Indonesia, Singapore dan Thailand pulang ke negaranya. Terbayang kegaduhan di lantai parkir beberapa menit yang lalu. Seakan dikomando dari dalam Proton Prevé serentak keluar kepala-kepala dengan beragam gaya. Salam sana, salim sini, bongkar bagasi memanggul backpack, menggeret koper sembari menenteng aneka kantong. Setiap orang sibuk dengan barang bawaannya yang beranak. Continue reading “Mensyukuri Nikmat Tuhan di Everly”

Cuci Mata di Bazaar Malam Karat, Johor Bahru

bazaar johor bahru

Kami menggapai Johor Bahru jelang pk 19.30 waktu setempat. Kebayang betapa bau apeknya badan yang lengket setelah seharian mengikuti beragam aktifitas sepanjang perjalanan dari Malaka, Muar hingga Kluang. Namun informasi yang disampaikan secara berantai dari panitia di pelataran parkir; menghimbau semua peserta Malaysia Tourism Hunt 2013 segera mengunci kendaraan dan bergegas ke ballroom untuk mengikuti serangkaian acara penyambutan oleh pemerintah setempat.

Selepas mengisi perut, peserta MTH2013 yang memang sudah kelelahan satu per satu kabur dari ballroom dengan beragam alasan. Beberapa acara masih berlangsung tapi badan sudah tak bisa kompromi, ingin segera diguyur dengan air hangat. Lewat grup WhatsApp Messenger menyebar ajakan bagi yang ingin jalan malam janjian berkumpul di lobby hotel pk 22.00. Kemanaaa? Cuci mata ke pasar malam tak jauh dari hotel! Continue reading “Cuci Mata di Bazaar Malam Karat, Johor Bahru”