Telaga Darah Panembahan Reso

panembahan reso, sha ine febriyanti, karya masterpiece ws rendra

Sabtu malam, Warhi (78) datang bersendiri ke Ciputra ArtPreneur. Ia dengan bangga menceritakan bagaimana dirinya menjadi salah seorang saksi pementasan lakon Panembahan Reso berdurasi 7 (tujuh) jam yang dipentaskan Bengkel Teater selama 2 (dua) hari berturut – turut di Istora Senayan pada 1986 lalu. Setelah 34 tahun berlalu, Warhi tak sabar untuk menonton (lagi) Panembahan Reso yang durasinya kini dipadatkan menjadi 3 (tiga) jam saja. Dari urusan tiketnya saja menggunakan teknologi yang berbeda. Saya tak paham, harus meminta tolong anak membelikan. Entah ada di mana lagi perbedaannya, katanya sebelum beranjak masuk ke ruang pertunjukan.

panembahan reso, sha ine febriyanti, karya masterpiece ws rendra

Hari menjelang terang tanah. Suara jangkrik dan binatang malam bersahutan – sahutan. Seorang lelaki terduduk di bias purnama. Ia berbicara pada dirinya sendiri tentang apa yang baru saja dialaminya. Ia seperti mengambang di alam mimpi; matanya melek, tak bisa tidur. Continue reading “Telaga Darah Panembahan Reso”

Memulihkan Skizofrenia dengan Kasih lewat Terapi Psikoreligius

skizofrenia, depresi, pengobatan gangguan jiwa, orang dengan skizofrenia

Pk 12.30. Ibadah siang baru saja usai. Andri bergegas keluar dari ruangan. Di ruang tunggu, sebuah bangunan serba guna, Gisel, puterinya, telah menanti bersama bibinya, kakak ipar Andri.

skizofrenia, depresi, pengobatan gangguan jiwa, orang dengan skizofrenia

Gisel dengan telaten membukakan bekal makan siang dari sebuah gerai cepat saji yang ia bawakan untuk ayahnya. Berdua, mereka duduk berhadapan di lantai. Andri makan dengan lahap potongan ayam di tangannya sembari menyimak cerita yang keluar dari mulut puterinya. Matanya menatap lekat – lekat wajah puterinya. Sesekali, di sela mengunyah makanannya, ia memotong cerita Gisel dengan pertanyaan. Melihat keakraban ayah anak itu, tak terbayang betapa banyak sabar yang mereka kerahkan bersama sepanjang melewati masa – masa sukar hingga hari ini. Continue reading “Memulihkan Skizofrenia dengan Kasih lewat Terapi Psikoreligius”