Tergoda Agoda


Surat listrik yang dikirimkan oleh Steve dari UK pertengahan Mei lalu kembali dibaca sesaat setelah keluar dari Simultankerk. Aaaggh, untuk kesekian kalinya langkah kuayun ke tempat ini, memenuhi panggilan jiwa, dan menunaikan tugas yang baru diemban dari Commonwealth War Graves Cemetery (CWGC) sebagai, Tukang Potret Kuburan Perang.

Good evening Olive, I have now returned home after a few days working away in Plymouth. I have just email the Office of Australian war graves to obtain permission for you to enter Ambon. I have attached a letter from us asking assistance in letting you photograph which may help in Ambon and Jakarta. Attached is the sort of picture we need

aws mallaby, pertempuran sepuluh nopember, mallaby
Di depan peristirahatan Brigadir AWS Mallaby

Menepi di bangku taman di depan gereja, kukeluarkan botol air dari dalam kantong Onye dan meneguk isinya hingga habis setengah, demi menghalau dahaga yang merongrong. Kuhapus peluh yang membanjiri muka dan beranjak ke gerbang Jakarta War Cemetery. Tak ada siapa-siapa di sana. Heiiii, ini kuburan Lip! Upzzz … o, iya lupa 😉 Continue reading “Tergoda Agoda”

Dua Tangkai Anggrek untuk Sang Violist

ereveld kembang kuning, karel doorman, petempuran laut jawa

Rasanya baru kali ini membeli kembang utuh sendiri untuk dibawa ke peristirahatan setelah satu pagi di pertengahan 2013 mampir ke Pasar Setui, Banda Aceh membeli bunga tabur untuk IBU. Lalu mendadak merasa seperti orang yang sedang berbunga – bunga sore itu, yang hendak menyambangi seseorang yang membuat hatinya berbunga. Tiga tangkai anggrek vanda sudah dalam genggaman tangan, sengaja dibeli di kedai bunga di pelataran parkir taman pemakaman umum Menteng Pulo.

Selalu ada potongan masa yang berkelabat di dalam kepala setiap kali menjejakkan kaki di tempat yang teduh meski terkadang sangat senyap ini, Ereveld Menteng Pulo. Entah kenapa imaji malah melayang pada monumen Karel Doorman yang berdiri kokoh di tengah – tengah Ereveld Kembang Kuning, Surabaya. Bukankah kemarin 73 tahun kepergiannya?

Ik val aan, volg mij!” serunya menyemangati awak kapalnya. Hari itu, 27 Februari 1942 Karel Doorman memimpin armada laut sekutu bertahan menghadapi gempuran armada laut Jepang yang lebih kuat di Laut Jawa. Continue reading “Dua Tangkai Anggrek untuk Sang Violist”

Change the Way U SEE Indonesia

ereveld kalibanteng

Sebelum melanjutkan menulis, terlebih dahulu saya mohon ijin kepada The Esjepe’s pemilik tagline di atas karena telah menginspirasi saya untuk meminjamnya sebagai judul tulisan ini 😉 *happy wedding anniv mak bapak*

Apa yang hadir dalam benak kamu ketika melihat gambar di atas? Keren, teduh, hijau, sepi? Ehhmmm … tahu kan ya itu dimana? Iya, kuburan hehehe

Dua minggu lalu ada setetes bangga meneduhkan hati ketika satu pencapaian ditorehkan dalam catatan sejarah perjalanan menyusuri makam kehormatan saat melangkah ke dalam Ereveld Kalibanteng, Semarang. Genggaman selamat disodorkan Alice yang juga turut menenami langkah pertama saat menjejak di Ereveld Menteng Pulo, Jakarta, 22 Juli 2006 silam. Continue reading “Change the Way U SEE Indonesia”

Menguak Misteri Kematian Jenderal Simon Spoor


Kemarin siang saat iseng berselancar di dunia maya, saya menemukan berita mengenai seminar yang diadakan oleh Eksponen 66 Sumatera Utara yang dimuat di Harian Andalas dan Metro Siantar. Seminar yang berlangsung di Hotel Tor Sibohi Sipirok, Tapanuli Selatan (6-18 Pebruari 2012) ini membahas kontroversi tewasnya Jenderal Spoor. Saya lalu teringat pertanyaan seorang kawan di depan makam Jenderal Spoor awal Pebruari lalu,”Lip, si Spoor ini siapa ya? Terus, meninggalnya kenapa?

Setelah mengunjungi makam Aubertin Mallaby Sabtu (04/02/2012), kami menyempatkan berkunjung ke makam Spoor. Ini adalah kunjungan kedua saya setelah kunjungan tahun 2006. Jenderal Simon Hendrik Spoor lahir di Amsterdam, 12 Januari 1902 adalah panglima tertinggi tentara kerajaan Belanda (KNIL/Koninklijk Nederlands Indisch Leger) di Hindia Belanda (1945 – 1949) dan meninggal 25 Mei 1949 di Batavia (sekarang Jakarta). Hampir serupa dengan Mallaby, kematian Spoor juga dilingkupi berbagai kontroversi berikut: Continue reading “Menguak Misteri Kematian Jenderal Simon Spoor”

Bezoek aan het Ereveld Menteng Pulo

ereveld

Finally …

Selasa,11 Julli 2006 pk. 07.30 Ibu Regina dari Oorlogsgravenstichting Indonesie (OGS) mengabari via telepon pengajuan ijin kunjungan ke Ereveld Menteng Pulo dan Ereveld Antjol yg dikirim sehari sebelumnya; disetujui oleh Director of OGS Indonesia Meneer Steenmeijer.

ereveld
Ereveld Menteng Pulo

Continue reading “Bezoek aan het Ereveld Menteng Pulo”

Seharian bermain di kuburan djadoel


08.20 – 11.30 Ereveld Menteng Pulo
Sabtu, 22 Juli 2006 pk. 07.15 saya masih di kost padahal pagi ini janjian dengan beberapa teman MP, Batmus & kantoor untuk ketemuan di halte Menteng Pulo pk. 07.30. Secara yg buat janji adalah saya, supaya gak di cap telat saya buru² mencari tukang ojek di depan rumah yg hari itu entah pada kemana sehingga saya harus berjalan kaki ke depan untuk mendapatkan ojek. Sambil jalan, saya menghidupkan hp yg langsung disambut masuknya sms dari Hanum,”Liv, nama saya masih ada list gak?” Waduh, sms dikirim pk. 05.20 tapi baru dibaca … saya pun me-reply dan bikin janji untuk ketemuan di Menteng Pulo karena saya otw (on the way maksudnya) ke tkp (tempat kejadian pemotretan ha ..ha..maksaaa). Di ojek sambil sekali² megangin helm yg kegedean hp bunyi, dari Hanum …mungkin sms-nya blom nyampe jadi tangan kanan pegang helmet tangan kiri angkat hp. Continue reading “Seharian bermain di kuburan djadoel”