Perjalanan Waktu, Mengenang yang Pergi Pasca COVID-19

karel doorman, battle of java sea, hr ms java, the bell of hr ms java

Upacara peringatan mengenang mereka yang pergi di Laut Jawa 77 tahun lalu, usai sedari tadi. Namun aku memilih meneduh sebentar di samping Monumen Karel Doorman, tempat peringatan berlangsung hikmat. Udara Surabaya yang panas di jelang siang itu benar – benar menusuk kulit. Kulihat, masih ada dua perempuan lain yang juga berdiam di belakang monumen. Anggota keluarga dari mereka yang telah pergi, yang datang jauh – jauh dari Belanda untuk menjenguk peristirahatan ayah/ibu/om/tante/kerabat juga dalam rangka mengikuti upacara peringatan tadi.

ereveld kembang kuning, peringatan berakhirnya perang laut jawa, battle of java sea, reddoorz surabaya, penginapan murah di surabaya
Detik – detik peringatan Battle of Java Sea

Dari tempatku berdiri, aku menebak – nebak usia mereka. Yang seorang kira – kira 70 tahun. Sedang perempuan yang satu lagi sepantaran ibuku, bila saja ia masih ada. Perempuan yang lebih muda menaburkan segenggam melati di bawah kaki prasasti HR. Ms Java. Mungkin ia membawa kembang dan doa untuk ayah atau pamannya atau saudaranya, aku tak sempat bertanya. Ia berlalu dengan tergesa – gesa. Pipinya memerah, kepanasan. Continue reading “Perjalanan Waktu, Mengenang yang Pergi Pasca COVID-19”

Audrey Latuputty, Opzichter Perempuan di Makam Kehormatan Belanda

ereveld, taman makam kehormatan belanda, kuburan belanda

Salah satu pertanyaan yang mengemuka di Working Group Discussion yang diselenggarakan oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda di Indonesia, Oorlogsgravenstichting (OGS) Indonesia di Erasmus Huis akhir Maret 2018 lalu adalah:

What would be interesting for people to know about the Dutch cemeteries?

ereveld, taman makam kehormatan belanda, kuburan belanda, ereveld kembang kuning

Karena setiap yang ada di ruangan itu diberi kebebasan untuk memberikan jawaban sebanyak yang muncul di kepala mereka, tentu saja ada beragam jawaban yang diberikan. Secara garis besar, semua sependapat akan keterkaitan tempat dengan sejarah, di samping jawaban seperti diversity, reflection, the story behind, reflection, education, dan lain – lain yang ditulis di kertas warna – warni. Continue reading “Audrey Latuputty, Opzichter Perempuan di Makam Kehormatan Belanda”

Nenek Moyangku [Ternyata] Seorang Pelaut

jalesveva jayamahe, monjaya, bung tomo, perjuangan surabaya

Bagi yang mengenyam pendidikan dasar hingga menengah pada era 80an, pastinya tak akan lupa bahwa pada masa itu di sekolah diajarkan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris. Karena hidup di negeri yang senang diiming-iming, kita tidak pernah senang mengupas sejarah bamgsa karena lebih suka melahap makanan yang disodorkan di depan mata. Meski lahir dan dibesarkan di dataran tinggi, sedari kecil kuping terbiasa dengan lagu anak-anak karya Ibu Sud ini.

jalesveva jayamahe, monjaya, bung tomo, perjuangan surabaya
KRI Bung Tomo (357) bersandar di depan Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

nenek moyangku seorang pelaut
gemar mengarung luas samudera
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa Continue reading “Nenek Moyangku [Ternyata] Seorang Pelaut”

Dua Tangkai Anggrek untuk Sang Violist

ereveld kembang kuning, karel doorman, petempuran laut jawa

Rasanya baru kali ini membeli kembang utuh sendiri untuk dibawa ke peristirahatan setelah satu pagi di pertengahan 2013 mampir ke Pasar Setui, Banda Aceh membeli bunga tabur untuk IBU. Lalu mendadak merasa seperti orang yang sedang berbunga – bunga sore itu, yang hendak menyambangi seseorang yang membuat hatinya berbunga. Tiga tangkai anggrek vanda sudah dalam genggaman tangan, sengaja dibeli di kedai bunga di pelataran parkir taman pemakaman umum Menteng Pulo.

Selalu ada potongan masa yang berkelabat di dalam kepala setiap kali menjejakkan kaki di tempat yang teduh meski terkadang sangat senyap ini, Ereveld Menteng Pulo. Entah kenapa imaji malah melayang pada monumen Karel Doorman yang berdiri kokoh di tengah – tengah Ereveld Kembang Kuning, Surabaya. Bukankah kemarin 73 tahun kepergiannya?

Ik val aan, volg mij!” serunya menyemangati awak kapalnya. Hari itu, 27 Februari 1942 Karel Doorman memimpin armada laut sekutu bertahan menghadapi gempuran armada laut Jepang yang lebih kuat di Laut Jawa. Continue reading “Dua Tangkai Anggrek untuk Sang Violist”

Change the Way U SEE Indonesia

ereveld kalibanteng

Sebelum melanjutkan menulis, terlebih dahulu saya mohon ijin kepada The Esjepe’s pemilik tagline di atas karena telah menginspirasi saya untuk meminjamnya sebagai judul tulisan ini 😉 *happy wedding anniv mak bapak*

Apa yang hadir dalam benak kamu ketika melihat gambar di atas? Keren, teduh, hijau, sepi? Ehhmmm … tahu kan ya itu dimana? Iya, kuburan hehehe

Dua minggu lalu ada setetes bangga meneduhkan hati ketika satu pencapaian ditorehkan dalam catatan sejarah perjalanan menyusuri makam kehormatan saat melangkah ke dalam Ereveld Kalibanteng, Semarang. Genggaman selamat disodorkan Alice yang juga turut menenami langkah pertama saat menjejak di Ereveld Menteng Pulo, Jakarta, 22 Juli 2006 silam. Continue reading “Change the Way U SEE Indonesia”

Menyusuri Jejak Pertempuran Surabaya November 1945

ereveld kembang kuning, makam kembang kuning

Jakarta, 4 Pebruari 2012 Sebuah perjalanan menyusuri sejarah bangsa diawali dari Menteng Pulo, tepatnya dari makam Brigadir Jenderal AWS Mallaby, Brigadir Jenderal Robert Guy Loder-Symonds dan Letnan Philip Osborne. Mallaby tewas dalam pertempuran di depan Gedung Internatio, Surabaya pada 30 Oktober 1945; beberapa jam setelah tercapai kesepakatan antara Indonesia dan Inggris untuk mengakhiri kekacauan di Surabaya. Hingga kini tak diketahui dengan pasti Mallaby tewas karena terkena peluru pejuang Indonesia ataukah terjangan peluru dari pasukannya sendiri. Sedangkan Loder-Symonds dan Osborne meninggal dalam kecelakaan pesawat yang jatuh dan terbakar di bandara Morokrembangan, Surabaya pada 10 November 1945.

Kunjungan singkat yang berlangsung pada suatu pagi di awal Pebruari 2012 itu, menyisakan kerinduan untuk menyusuri jejak pertempuran Surabaya 1945. Continue reading “Menyusuri Jejak Pertempuran Surabaya November 1945”