Jerit Rindu dari Lingko Bukit Rengge Komba

jerit rindu dari lingko bukit rengge komba, endang moerdopo, konflik tanah ulayat satarpunda, konflik tambang mangan di manggarai

Kehadiran tambang mangan di Bukit Rengge Komba menumbuhkan harap akan kehidupan yang lebih baik bagi warga Desa Satarpunda yang tinggal di dua kampung; Satarteu dan Serise. Dulu, di awal hendak berjalannya kegiatan penambangan, mereka memberi ijin kepada PT. ANADI SAKTI untuk melakukan operasi tambang di tanah mereka. Semoga kehidupan lebih sejahtera. Tapi, apa yang kemudian … Continue reading Jerit Rindu dari Lingko Bukit Rengge Komba

Penulis Idola

penulis idola

Penulisku Idolaku, judul artikel dengan warna jambon di salah satu majalah wanita edisi lama yang dibolak-balik saat antri di salon beberapa waktu lalu memikat mata. Artikel yang mengulas pengalaman tiga pembaca yang memenangkan undian untuk berkencan dengan penulis idola mereka selama 2 jam! Waktu yang tersedia digunakan untuk makan di resto plus ngobrol sepuasnya dengan … Continue reading Penulis Idola

Iwan Fals dan Kerinduan Malahayati


Jumat, 14 Juni 2013 Tak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan bila rentang waktu telah digariskan untuk dilalui bersama. Dua jam tertunda di Jakarta serasa berjuta-juta tahun penantian untuk membawa rindu memeluk muaranya. Mata yang tadinya sayu kembali bersinar meski semalaman tak tidur menunggu perjalanan ini. Pk 13.00, singa udara yang membawa kami dari Soekarno … Continue reading Iwan Fals dan Kerinduan Malahayati

[Pulang] Perjalanan Masa


Usai membaca Perempuan Keumala 2 tahun lalu, sejumput asa yang kuncup di hati hanyalah diberi kesempatan untuk bertemu penulisnya, Endang Moerdopo. Cuma ingin menyampaikan terima kasih atas sebuah karya yang sangat menginspirasi dan minta tanda tangan di bukunya. Itu aja cukup! Kuncup itu terus tumbuh dan mekar seiring kerinduan untuk menyusuri jejak Keumala ke Nanggroe. … Continue reading [Pulang] Perjalanan Masa

Keumala, the Power of Nanggroe

benteng inong bale

Roda kendaraan menggelinjang menuruni jalan berbatu, sesekali dihindarinya gelitikan semak belukar dari kiri kanan jalan yang berebut menggapai tubuhnya. Melihat kondisi jalan yang kami lalui, bisa dipastikan sangat jarang kendaraan yang sengaja untuk berlalu lalang di sini. Jelang tujuan, mata berulang menyusuri kembali pesan-pesan yang dikirimkan oleh sang Penerima Pesan sehari sebelum berangkat ke Nanggroe. … Continue reading Keumala, the Power of Nanggroe