HoHo … Ketinggalan di Istana Negara

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

Tengah hari yang menyengat ketika bus Hop on Hop off aka HoHo yang kami tumpangi berhenti di pelataran parkir Istana Negara Kuala Lumpur. Ia berdiri di samping toilet umum, tepat di sebelah pintu bilik tandas untuk lelaki. Penumpang diberi masa selama 10 menit untuk turun melihat-lihat sebelum bus beranjak ke destinasi berikutnya. Yang sudah menahan pipis sedari tadi, bergegas ke toilet. Sedang yang enggan berpanas-panas, hanya memindahkan pantat dari ruang dek terbuka di lantai atas ke dalam ruang yang tertutup. Sisanya, turun dari bus hanya untuk meluruskan kaki.

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur
Gambarnya Emak Gaoel Winda Krisnadefa

Saya, satu dari beberapa ekor penumpang yang memanfaatkan 10 menit turun dari bus, berlari meniti tangga ke pelataran istana, dan melangkah panjang-panjang mendekati gerbang yang kiri kanannya dijaga oleh dua pasang penjaga. Mereka masing-masing menempati pos di samping pintu gerbang. Dua orang berseragam merah, duduk di atas kuda. Sedang dua lagi berseragam putih berdiri saja di dalam posnya. Istana, sebagaimana di negara lain adalah tempat tinggal resmi pemimpin negara. Continue reading “HoHo … Ketinggalan di Istana Negara”

Fantasy Rainforest: Kenyalang Nan Sayang

suku Iban Malaysia, fantasy rainforest, putrajaya international convention centre, magical theatre malaysia, teater malaysia, discover selangor, burung kenyalang, burung enggang badak

Pada satu masa ketika damai masih ramah dan ketenangan terjalin indah di rimba tadah hujan Malaysia. Ketika semua makhluk menikmati hidup dan bergirang mengisi hari-harinya tanpa ada cemas yang diam-diam membuntuti. Ketika tumbuh-tumbuhan tak pernah ragu menari dan hewan-hewan selalu riang ke sana kemari, hidup rukun bersama suku asli di hutan itu, orang Iban.

fantasy rainforest, putrajaya international convention center, discover selangor, teater di malaysia

Tak ada hari berlalu tanpa suka cita berdendang dan menari bersama. Hingga di satu masa, hidup mereka diliputi gelisah. Ketenangan itu terusik oleh hadirnya seorang pemburu yang berkeliaran menyampirkan dan menodongkan moncong senapannya untuk menakut-nakuti semua makhluk di hutan.

Continue reading “Fantasy Rainforest: Kenyalang Nan Sayang”

The Story of Kuala Lumpur

our story of kuala lumpur, mudkl, sejarah kuala lumpur, mud, panggung bandaraya, eat travel doodle, dekatje, ikon kuala lumpur

Aku baru saja duduk dan menanggalkan lelahku setelah seharian berjalan mengitari Ampang ketika tetangga sebelah yang juga baru kukenal dari sapanya, mampir dan mengajakku ke rumah Teja. Katanya, “Teja dan Mamat nak kenduri malam ni, mari kita tengok bisa bantu apa.” Sudah menjadi adat di timur, bila melihat tetangga sibuk maka sebagai tetangga yang berpengertian dan wujud toleransi, kita pun turut sibuk memberi bantuan. Lagi pula sebagai pendatang di kampung Ampang, aku melihat ini kesempatan baik untuk memperkenalkan diri serta mengenal lebih dekat mereka yang telah lebih dulu berdiam di sini.

our story of kuala lumpur, mudkl, sejarah kuala lumpur, mud, panggung bandaraya, eat travel doodle, dekatje, ikon kuala lumpur

Teja baru saja melahirkan puterinya yang pertama. Dia yang tak bisa diam, menyambutku dengan senyum ramah sembari menggendong bayinya. Kulihat semua orang sibuk di pekarangan belakang rumah yang berubah menjadi dapur. Muka-muka girang terpancar lewat canda tawa di sela tangan yang terus bekerja. Tugasku ringan saja. Pekerjaan yang sudah biasa kulakukan semasa masih tinggal di kampung dahulu. Menggerus bumbu hingga halus menggunakan ulekan dari kayu.
Continue reading “The Story of Kuala Lumpur”

Menikmati Kuala Lumpur dari Ketinggian

kl tower, sky box, sky deck, menara kl, icon wisata kuala lumpur, menara petronas, tiket menara kl, tiket sky box, atmosphere 360

Kalau Jakarta punya Monas, Kuala Lumpur punya Menara Kembar Petronas dan Menara Kuala Lumpur (Menara KL). Nah, Mei lalu bolehlah ya berbangga bisa manjat Menara KL dan menikmati Menara Kembar Petronas dari ketinggian.

Hari itu saya mesti check out dari hotel di kawasan Pudu Raya selepas sarapan karena sore harinya harus pindah hotel ke kawasan Chow Kit. Jarak dari hotel ke Menara KL sebenarnya tak begitu jauh. Tapi kalau berjalan kaki dengan gembolan depan belakang sembari geret-geret koper kan nggak lucu juga. Jadilah pagi itu saingan dengan para pekerja yang berhamburan keluar dari stasiun kereta dan yang berlarian di trotoar; berdiri di pinggir jalan menanti Uber.

menara kl, kl tower, petronas twin tower, menara petronas, eat travel doodle

Dengan tinggi 421m, Menara KL tercatat sebagai menara telekomunikasi tertinggi ke-7 di dunia yang selesai dibangun pada 1996. Mulai dibuka untuk umum pada 23 Juli 1996, dan diresmikan pada 1 Oktober 1996 oleh Y.A. Bhg Tun Mahathir Mohammad, Perdana Menteri Malaysia pada masa itu.

Apa saja yang bisa dinikmati di Menara KL? Continue reading “Menikmati Kuala Lumpur dari Ketinggian”