[Rentak Selangor] Warisan Budaya Jawa, Andalan Wisata Selangor 2017

rentak selangor, kuda kepang, kerasukan, discover selangor, gamelan

Dua jam berlalu sejak Wak Rusli menengadahkan wajah dan mengangkat tangannya meminta persetujuan para dewa alam semesta untuk hadir di tengah warga yang sudah berkumpul. Sejak kemenyan dibakar di dalam sebuah nampan yang juga berisi sesembahan dan diletakkan di tengah – tengah tanah lapang, di depan topeng sisingaan. Asapnya membubung ke langit, wanginya terbang dibawa angin yang bergerak pelan – pelan. Satu per satu pemain Kuda Kepang, tarian yang akan dipertunjukkan malam itu, bersimpuh di depan nampan, membasuh mukanya dengan asap yang terus saja meliuk – liuk. Itulah ritual magis yang dilakukan sebelum hajatan Kuda Kepang digelar di Homestay Haji Dorani, Kampung Sungai Besar, Selangor.

rentak selangor, kuda kepang, kerasukan, discover selangor

Gendang ditabuh, gending dibunyikan, suara gong melolong memecah senyap. Para penari mulai mengayun langkah satu – satu. Maju, mundur, berputar, dan berkeliling membentuk lingkaran. Pergantian gerak mengikuti hentakan cemeti. Dua jam pentas disertai suasana magis, makin malam semakin mencekam. Pada tiga puluh menit terakhir, saya menahan napas. Mungkin sebagian yang berkumpul juga menahan napas, menanti dengan was – was apa yang akan terjadi selanjutnya saat Wak Rusli kembali turun ke tengah lapangan untuk “membebaskan” tubuh – tubuh yang sudah diisi dan ditumpangi kekuatan magis sehingga melakukan gerakan tak biasa tanpa merasa lelah. Bulan malu – malu menyingkap tirai awan yang menyelubungi tubuhnya, kembali bersinar di atas kepala.

Continue reading “[Rentak Selangor] Warisan Budaya Jawa, Andalan Wisata Selangor 2017”

Banghuris Homestay, Kampung Wisata Bernuansa Jawa di Selangor

banghuris homestay, rentak selangor, discover selangor, homestay di selangor

Nyawa yang belum seratus persen terkumpul, tersentak dengan talu – taluan rebana yang menyapa saat kepala baru melongok setengah dari dalam pintu bus di pelataran rumah panggung tempat bus yang saya tumpangi berhenti. Aduuuh, ini di mana? Koq ramai benar? Rumah siapa ini, sepertinya tak asing. Kusapa Shams yang berdiri tak jauh dari para penalu rebana.

banghuris homestay, rentak selangor, discover selangor, homestay di selangor
Kebun Bambu Madu di Banghuris Homestay

+ Heiiii! kita pernah ke sini kan? ya, kaaaan?
– Iyaaaa. Eh, kapan ya kamu ke sini?
+ MTH2013
– Aaaah, iya benar

Saya ingat sekarang, rumah ini adalah ikon di Banghuris Homestay tempat menikmati makan siang sewaktu mengikuti keriaan Malaysia Tourism Hunt (MTH) 2013. Masa awal berkenalan dengan destinasi wisata Malaysia. Biasanya, keriaan acara Banghuris Homestay dipusatkan di pekarangan rumah ini.

Continue reading “Banghuris Homestay, Kampung Wisata Bernuansa Jawa di Selangor”

Rentak Selangor: Mengakrabi Selangor lewat Budaya dan Jejak Sejarahnya

Rentak Selangor, Discover Selangor, Homestay Banghuris

Selangor bertumbuh dan berkembang pesat semasa Sultan Abdul Samad menjadi Sultan Selangor. Selama 41 tahun kepemimpinannya (1857 – 1898), ada banyak kebijakan – kebijakan politik, hukum, ekonomi, diterapkan. Pada masanya pula perang sipil Selangor pecah, Kuala Lumpur berdiri dan Frank Swettenham diterima menjadi Residen Jenderal Federasi Melayu yang punya andil dalam menata kota – kota di Malaysia yang jejaknya bisa dinikmati hingga hari ini. Potongan – potongan perjalanan masa dari berdiri hingga keberadaan Negeri Selangor saat ini, saya jumpai di dalam ruang – ruang Museum Sultan Alam Shah, Shah Alam, Selangor, Malaysia pada Kamis pagi (01/12/2016) lalu.

Rentak Selangor, Discover Selangor, Homestay Banghuris
Pembukaan Rentak Selangor, Nafas Nadi Bumi Kami di Homestay Banghuris oleh YB Amirudin Shari, Exco Pembangunan Generasi Muda, Olah raga, Kebudayaan dan Pembangunan Usahawan Selangor disertai Nuar Md. Diah, Managing Director Gaya Travel

Selangor tercatat sebagai negeri terkaya dari 13 negera bagian yang ada di Malaysia. Ia sedari dulu terkenal dengan timah yang dihasilkan dari tempat – tempat penambangan di Lukut, Klang, Ampang, hingga Muar di Johor. Hasil kebunnya berupa teh hitam yang tersohor dari kebun – kebun tehnya yang tersebar hingga ke Pahang, juga kelapa sawit serta getah karetnya yang lebih unggul dari Indonesia dan Thailand. Kuala Lumpur yang dahulu ibu kota Selangor sebelum ditetapkan sebagai ibukota negara dan menjadi kota terbesar di Malaysia pun berada di wilayah Selangor.

Continue reading “Rentak Selangor: Mengakrabi Selangor lewat Budaya dan Jejak Sejarahnya”

Ummph! BOH ..!! Sepotong Cerita dari Secangkir Teh

BOH Tea Plantation, teh tarik, teh hitam, sejarah BOH Tea

Setelah sejam perjalanan yang disi dengan tidur-tidur ayam dari Kuala Lumpur, bus yang kami tumpangi mulai mengelindingkan roda-rodanya dari jalan beraspal yang lebar ke jalan perkebunan yang menyempit. Hamparan kebun teh di kanan jalan dengan rumah-rumah perkebunan berdinding putih dengan daun pintu dan jendelanya yang hijau pupus berdiri jarang-jarang di sisi kiri menyapa siang itu. Di depan sebuah bangunan, bus melambatkan lajunya sebelum berhenti.

Tan Chong Wee, BOH Tea Plantation, BOH tea, teh hitam, black tea plantation
Tan Chong Wee, sang manajer

Kami turun satu-satu disambut Tan Chong Wee yang bersegera mengajak kami melangkah ke salah satu bangunan di sana. Di depan pintu, sebelum jauh melangkah ke dalam ruangnya, ia membagi-bagikan penutup kepala berwarna putih pada yang tak mengenakan tudung kepala yang wajib dikenakan selama berada di dalam ruang itu. Saya meraih satu, dan memasangnya dengan menutupi rambut seperti saat hendak mandi. Setelah semua kepala tertutup, kami pun diajaknya melangkah ke ruang pabrik pengepakan BOH Tea Plantations Sdn Bhd yang dikepalainya.

Continue reading “Ummph! BOH ..!! Sepotong Cerita dari Secangkir Teh”

Fantasy Rainforest: Kenyalang Nan Sayang

suku Iban Malaysia, fantasy rainforest, putrajaya international convention centre, magical theatre malaysia, teater malaysia, discover selangor, burung kenyalang, burung enggang badak

Pada satu masa ketika damai masih ramah dan ketenangan terjalin indah di rimba tadah hujan Malaysia. Ketika semua makhluk menikmati hidup dan bergirang mengisi hari-harinya tanpa ada cemas yang diam-diam membuntuti. Ketika tumbuh-tumbuhan tak pernah ragu menari dan hewan-hewan selalu riang ke sana kemari, hidup rukun bersama suku asli di hutan itu, orang Iban.

fantasy rainforest, putrajaya international convention center, discover selangor, teater di malaysia

Tak ada hari berlalu tanpa suka cita berdendang dan menari bersama. Hingga di satu masa, hidup mereka diliputi gelisah. Ketenangan itu terusik oleh hadirnya seorang pemburu yang berkeliaran menyampirkan dan menodongkan moncong senapannya untuk menakut-nakuti semua makhluk di hutan.

Continue reading “Fantasy Rainforest: Kenyalang Nan Sayang”

Glamping Semalam di The Sticks

the sticks eco-resort, the sticks guide, visit hulu selangor 2017, discover selangor, eat travel write, gaya travel

Rubin Gan menghentikan pick up putihnya di tengah-tengah sungai. Ia keluar dari kendaraan, menengadah ke atas jembatan gantung yang bergoyang ke kiri dan ke kanan terbebani oleh gerak badan kami yang meniti di atasnya. Dia baru tersadar, dia lupa mengingatkan, jembatan itu harus dilintasi bergantian. Maksimal 3 (tiga) orang dewasa dengan berat badan yang wajar. Tapi, sedikit langkah lagi kami sampai di mulut jembatan. Tak mungkin untuk kembali ke ujung yang satu dan mengulang melangkah secara bergantian bukan? Rubin kembali memasuki kendaraannya, mungkin sembari berdoa di dalam hati semoga jembatan baru yang membentang di atas aliran Sungai Chiling itu baik-baik saja.

the sticks eco-resort, the sticks guide, visit hulu selangor 2017, discover selangor, eat travel write, gaya travel

Ini hari kedua kami menyusuri Hulu Selangor, dan setiap pagi harus siap beranjak dengan membawa semua barang ke tempat yang baru. Selama perjalanan dari Chiling Sanctuari menuju The Sticks saya memilih untuk tidur. Baru saja lelap, bus yang kami tumpangi sudah berhenti. Mata saya masih menahan kantuk. Setengah melayang, menitipkan Meywah di pick up Rubin, lalu mengayun langkah ┬ámengekor langkah-langkah yang lain menuruni anak tangga bersemen hingga sampai di jembatan gantung ini. Sedang pick up itu diajak Rubin berjalan menerabas air sungai. Kami melanjutkan langkah, sedikit berjalan menanjak untuk sampai di sebuah sebuah ruang yang ternyata adalah ruang makan. Continue reading “Glamping Semalam di The Sticks”

Jejak Kuliner KKB, Selangor

Swee Len Food Industries, Swee Len Oh, Visit Selangor

April lalu di tengah keriaan Eat Travel Write (ETW) Selangor, kala berjalan-jalan di kawasan kota tua Kuala Kubu Bharu (KKB), Selangor; lidah mendadak sangat ingin sekali menyesap rasa manis. Mata pun sedikit kriyep-kriyep padahal hari itu kaki masih harus melangkah. Eh, namanya jodoh, ketemu sebuah kedai kopi sederhana di sebuah rumah toko yang berderet di tengah kota itu. Kedai ini telah ada semenjak 1930, dindingnya dipenuhi potret dan gambar tempo dulu serta lebih banyak lagi pigura berisi piagam tanda terima kasih dari pemerintah kepada Tan Saw Sewan. Encik Tan, meneruskan Sun Sun Nam Cheong, usaha kedai kopi yang dirintis oleh ayahnya dengan menu spesial keluarga Tan, Hailam Mee dan Kopi-O.

Sun Sun Nam Cheong, kuliner kuala kubu bharu, eat travel write, heritage city selangor, visit hulu selangor 2017
Kesibukan di dapur Sun Sun Nam Cheong

Jelang pk 10 saat Mas Eka, Danan, Anazkia dan saya memilih duduk-duduk sebentar di kedai itu menanti pesanan Teh Tarik Dingin untuk melegakan kerongkongan saat yang lain sibuk mengambil gambar kota tua KKB. Perut masih penuh, dengan santun kami menampik tawaran sajian lain untuk teman minum teh. Tapi diam-diam, dalam hati saya berjanji, bila esok atau lusa berkesempatan kembali ke KKB, tak akan melewatkan sepiring Hailam Mee dan Toast Bread dari Sun Sun Nam Cheong sebelum beranjak ke Fraser’s Hill.

Continue reading “Jejak Kuliner KKB, Selangor”

Menyederhanakan Mimpi di Fraser’s Hill

eat travel write, discover selangor, fraser's hill

Hari ini setahun yang lalu inginku sederhana saja. Rindu diberiNYA kesempatan untuk bermain-main ke Cheras War Cemetery. Sedemikian sederhananya namun buatmu terdengar aneh. Ketika yang lain membangun mimpi untuk berkeliling dunia, kenapa kamu malah membangun angan berjalan ke kuburan? Ah, selalu saja kau tak pernah mau mencoba memahami arti sebuah pilihan. Bagimu aku manusia paling aneh dengan pilihan kesenangan yang tak wajar bagimu yang merasa diri lebih wajar. Dari sudut pandangmu tentunya saja.

fraser's hill, bukit fraser, discover selangor, eat travel write, explore selangor, resrot di fraser's hill
Little England of Selangor, Fraser’s Hill

I am a taphophile, manusia yang punya kesenangan berjalan-jalan dan menikmati kuburan. Tempat yang banyak dihindari oleh sebagian besar manusia. Seram, banyak hantu, banyak preman, sepi, nggak gaul dan aneka alasan lainnya yang mengemuka acap kali kita berdebat. Tapi hari ini aku tak ingin mendebatmu. Hanya ingin bilang ke kamu, aku sudah ke Cheras War Cemetery, tempat yang kuimpikan setahun yang lalu. Baru saja, tiga minggu yang lalu aku kembali dari sana.

Whaaaat? Sama siapa? Koq kamu nggak bilang-bilang? #drama
Continue reading “Menyederhanakan Mimpi di Fraser’s Hill”