Sky Mirror, Salar de Uyuni Kuala Selangor

sky mirror, sasaran beach, rentak selangor, Salar de Uyuni

Mata masih setengah tertidur ketika bus yang kami tumpangi berhenti di area parkir Dermaga Sungai Buluh, Jeram. Meski sempat pulas dalam perjalanan dari The Kabin ke Jeram, badan masih saja merindukan pembaringan. Turun dari bus, perut ikut – ikutan pula berkicau. Tak peduli sudah diberi sebungkus roti Bun Sambal Bilis dan sekotak susu coklat cair sebelum beranjak dari hotel, tetap saja ia merajuk dan berharap menemukan jajanan pasar di sekitar dermaga. Sayangnya, tak tampak sedikit pun tanda – tanda kehidupan di dermaga pagi itu. Setelah disuap sebungkus (lagi) Bun Sambal Bilis, ia mulai tenang dan mau bersabar menanti perahu motor yang akan ditumpangi ke Sasaran, satu tempat di tengah laut sana.

sky mirror, rentak selangor, sasaran beach,  Salar de Uyuni

Saya tak sempat mengecek kenapa hari ini mesti berangkat pagi – pagi ke Sasaran. Namun selentingan yang santer beredar sejak semalam membuat penasaran. Kata mereka bila belum kesampaian ke Salar de Uyuni, sasarlah Sasaran!

Continue reading “Sky Mirror, Salar de Uyuni Kuala Selangor”

[Rentak Selangor] Warisan Budaya Jawa, Andalan Wisata Selangor 2017

rentak selangor, kuda kepang, kerasukan, discover selangor, gamelan

Dua jam berlalu sejak Wak Rusli menengadahkan wajah dan mengangkat tangannya meminta persetujuan para dewa alam semesta untuk hadir di tengah warga yang sudah berkumpul. Sejak kemenyan dibakar di dalam sebuah nampan yang juga berisi sesembahan dan diletakkan di tengah – tengah tanah lapang, di depan topeng sisingaan. Asapnya membubung ke langit, wanginya terbang dibawa angin yang bergerak pelan – pelan. Satu per satu pemain Kuda Kepang, tarian yang akan dipertunjukkan malam itu, bersimpuh di depan nampan, membasuh mukanya dengan asap yang terus saja meliuk – liuk. Itulah ritual magis yang dilakukan sebelum hajatan Kuda Kepang digelar di Homestay Haji Dorani, Kampung Sungai Besar, Selangor.

rentak selangor, kuda kepang, kerasukan, discover selangor

Gendang ditabuh, gending dibunyikan, suara gong melolong memecah senyap. Para penari mulai mengayun langkah satu – satu. Maju, mundur, berputar, dan berkeliling membentuk lingkaran. Pergantian gerak mengikuti hentakan cemeti. Dua jam pentas disertai suasana magis, makin malam semakin mencekam. Pada tiga puluh menit terakhir, saya menahan napas. Mungkin sebagian yang berkumpul juga menahan napas, menanti dengan was – was apa yang akan terjadi selanjutnya saat Wak Rusli kembali turun ke tengah lapangan untuk “membebaskan” tubuh – tubuh yang sudah diisi dan ditumpangi kekuatan magis sehingga melakukan gerakan tak biasa tanpa merasa lelah. Bulan malu – malu menyingkap tirai awan yang menyelubungi tubuhnya, kembali bersinar di atas kepala.

Continue reading “[Rentak Selangor] Warisan Budaya Jawa, Andalan Wisata Selangor 2017”