#J2C2: A Rocking Day in Penang

hard rock penang

Aku kembali ke Penang atas undangan Kementerian Pelancongan Malaysia dan Direktur Pelancongan Pulau Penang untuk melancong bersama Kembara Cuti-cuti 1 Malaysia, Penang (KCC1M). Lima hari yang penuh dengan kegiatan berjalan dari pagi sampai malam, membuatku memutuskan untuk kabur dari hotel di pagi buta agar bisa berjumpa dengan kk Danan.

Setiap orang pasti punya tempat kesukaan untuk bertemu dengan kawan, kerabat, teman kencan atau apalah namanya yang dijadikan tempat pertemuan. Mal, kafe, restoran, taman atau pun tempat keriaan lainnya adalah meeting point yang umum dijadikan pilihan. Terlalu mainstream! Karenanya, ketika membuat janji pertemuan dengan kk Danan di Penang; kami tak bertemu di mal, hotel atau tempat umum lainnya tapi bertemu di kuburan! Waktu pertemuannya pun bukan di siang bolong atau petang hari kala orang sudah siap bersantai.

protestant cemetery penang
Anti mainstream: bertemu jalan-jalan cuap-cuap di kuburan 😉

Continue reading “#J2C2: A Rocking Day in Penang”

KCC1M Promo Wisata Malaysia Year of Festival 2015

museum penang, destinasi wisata penang

Matahari bersinar sangat terik saat taksi yang kami tumpangi meninggalkan Bandar Udara (Bandara) Internasional Penang dari kawasan Bayan Lepas menuju Georgetown. Setelah memberi tahu tujuan pengantaran, berdua mas Eka dari MQTV Bandung kami mulai sibuk mengutak-atik gawai untuk mendapatkan informasi terkini kegiatan selama 4 (empat) hari di Penang.

Haryanti Abu Bakar, Wisata Penang
Haryanti Abu Bakar, Deputy Director Malaysia Tourism Board Pulau Pinang

Beberapa menit selepas bandara, sopir taksi memecah kebisuan,”Nak ke hospitalkah?” Ternyata, Georgetown City Hotel tempat kami akan menginap berada tepat di depan Adventist Hospital yang mayoritas pasiennya berasal dari Indonesia, demikian juga Konsulat Jenderal RI Penang letaknya tak jauh dari hotel wajar jika sopir taksinya menebak kita datang untuk berobat.
Continue reading “KCC1M Promo Wisata Malaysia Year of Festival 2015”

Ramlee, Sekeping Memori Aceh yang Berjaya di Malaysia

p ramlee

Selintas tak ada yang menarik dari deretan gambar tanda pengenal yang dipajang untuk menunjukkan pergeseran waktu di pameran Demi Masa yang berlangsung di Muzium Negeri Terengganu, Kuala Terengganu, Malaysia malam itu. Namun wajah sang pemilik salah satu tanda pengenal itu memindai memori di kepala pada perjalanan yang membawa langkah menjejak di tangga sebuah rumah panggung beratap nipah, berlantai papan di Pulau Pinang akhir tahun lalu. Rumah yang menyimpan banyak kenangan akan seseorang yang pernah berjaya pada masanya.

P Ramlee
Kad Pengenalan P Ramlee di pameran Demi Masa, Kuala Terengganu.

Rumah kelahiran P. Ramlee, penanda di depan gerbang itu menyambut langkah saat menjejak di pelataran sebuah gedung pertemuan yang berdiri di sisi kanan Lintang P. Ramlee, Pulau Pinang. Matahari mulai sedikit bergeser dari puncak ubun-ubun saat kaki melangkah menyusuri pekarangan rumah itu. Continue reading “Ramlee, Sekeping Memori Aceh yang Berjaya di Malaysia”

Go to Escape but Never Escape!

escpape theme park

Always do what you are afraid to do – [Ralp Waldo Emerson]

Hidup ini adalah lintasan petualangan. Setiap kita punya lintasannya masing-masing yang sudah ditentukan oleh Yang Kuasa sedari jiwa dan raga ditenun oleh kedua tanganNya. Artinya, hidup kita melekat pada Sang Pemberi Hidup; terikat pada satu tali pengikat yang kuat yang berfungsi untuk menuntun kaki melangkah namun tidak mengekang kebebasan kita dalam memilih kemana hendak berjalan.

Kadang di tengah lintasan, bosan, capek dan sakit yang luar biasa menyerang sehingga ingin rasanya untuk menyerah dan berhenti terlebih kala melihat di depan masih saja ada aral yang melintang di lintasan yang akan dilalui. Tak sedikit yang mengambil langkah untuk berhenti, undur dari lintasannya tanpa terlebih dahulu mencoba. Pernah merasakan hal seperti ini? Continue reading “Go to Escape but Never Escape!”

Mengintip Koleksi The Camera Museum, George Town

camera museum

Bagi penggemar kamera, ada satu destinasi menarik yang wajib dikunjungi bila bertandang ke Penang yaitu musium khusus kamera. Musium yang belum genap setahun ini dibuka untuk umum 22 Juni 2013 dan diresmikan pada 9 Oktober 2013 lalu; menempati salah satu bangunan tua di kawasan heritage George Town.

Replika kamera jadul besar yang dipajang di depan pintu masuk menyambut setiap langkah yang menapak ke dalam musium. Di bagian atasnya tertera penanda tempat, The Camera Museum George Town dan di kedua sisi dinding di ruangan itu diisi dengan deretan poster foto. Continue reading “Mengintip Koleksi The Camera Museum, George Town”