Demi Masa, Multi Orgasme Tingkat Dewa

i love KL. kl city gallery

Uncle, can you drive faster? seruku pada Uncle Simelekete agar melajukan kendaraan yang terengah-engah di jalan bebas hambatan. Gerutuan menggema dalam bahasa ketumbar jahe yang tak kupahami. Aku tak peduli. Namun kurasakan, kendaraan berlari lebih cepat dan lincah menari di padatnya lalu lintas pagi. Tak sampai sejam kami menggapai KLIA. Si uncle menepikan mobil di tempat menurunkan penumpang. Sapa terima kasihku disambut dengan senyum kecut, sembari membenarkan letak jenggotnya, nasihat yang sedari tadi ditahan meluap dari bibirnya. Sebelum banjir bandang, buru-buru kubendung dengan menutup pintu agar dirinya segera berlalu. Aku pun melesat mencari papan hitam besar di tengah ruangan yang sibuk itu.

KL city gallery, sejarah malaysia
Selamat datang di putaran masa

Sejak mengambil keputusan untuk berlama-lama menikmati kawasan warisan, aku sudah tahu tak akan bisa mengejar penerbangan pulang. Bahkan ketika memilih menikmati sekerat roti manis dan menyesap secangkir teh panas di sebuah gerai cepat saji di sudut Ampang, aku sangat sadar; harusnya saat itu sudah bersiap di ruang keberangkatan. Tapi, aku tak tergerak sama sekali untuk bergegas menjemput Meywah di 1915. Kuputuskan untuk melanjutkan bertualang di Dataran Merdeka. Alhasil, sepanjang perjalanan ke KLIA, kuping kusumpal dengan earphone agar tak terkontaminasi dengungan ketumbar jahe ala Uncle Simelekete. Continue reading “Demi Masa, Multi Orgasme Tingkat Dewa”

Minggu Pagi di Dataran Merdeka

sultan abdul samad building, kuala lumpur

Gema genta dari Sultan Abdul Samad memecah senyap, sesaat setelah kaki melenggang dari depan Masjid Jamek menyusuri Jl Raja. Di seberang Panggung Bandaraya (City Theater) sekelompok anak muda berambut punk bergerombol di atas kap mobil yang diparkir di sisi taman melempar senyum dari kejauhan. Nampaknya malam minggu mereka dihabiskan di sudut taman itu, hingga kantuk menahan mereka untuk pulang ke rumah.

st john's cathedral, gereja di kuala lumpur
St John’s Cathedral di kejauhan

Inilah Ampang, kawasan kota tua KL yang banyak menyimpan catatan perjalanan sejarah berdirinya Federasi Malaysia. Jejaknya tersimpan pada setiap sudut bangunan bisu, menempel di bibir Gombak dan Kelang yang menebar aroma pesing karena hanya bisa pasrah menerima cipratan air seni dari mereka yang seenaknya menyemprotkan urine di sana.
Continue reading “Minggu Pagi di Dataran Merdeka”