Keumala, the Power of Nanggroe

benteng inong bale

Roda kendaraan menggelinjang menuruni jalan berbatu, sesekali dihindarinya gelitikan semak belukar dari kiri kanan jalan yang berebut menggapai tubuhnya. Melihat kondisi jalan yang kami lalui, bisa dipastikan sangat jarang kendaraan yang sengaja untuk berlalu lalang di sini.

Jelang tujuan, mata berulang menyusuri kembali pesan-pesan yang dikirimkan oleh sang Penerima Pesan sehari sebelum berangkat ke Nanggroe. Petuah untuk menyiapkan hati menghalau kecewa jika nanti mendapati hal yang jauuuuuuuh dari harapan bila bertandang ke benteng IBU.

“Jangan lewatkan pemandangan indah menuju benteng.”
“Kalau ke benteng jangan sedih ya, di sana tak ada satu pun yang tersisa.” Continue reading “Keumala, the Power of Nanggroe”