Chairul Tanjung si Anak Singkong

anak singkong, chairul tanjung

Kemarin sore, selesai meeting dengan bos mendadak ada kehebohan karena dapat jatah buku gratis. Kalau tiap bulan ada yang mau bagi buku enak juga ya, lumayan jatah beli buku bisa dialihkan ke pos yang lain. Sebenarnya tiap awal bulan saya sempatkan untuk menebus buku yang sudah diincar sebelumnya di toko buku langganan untuk menambah bahan bacaan. Jatahnya minimal satu buku sebulan, tergantung tebal tipis dan berat tidaknya isi buku karena hal ini akan berdampak pada niat serta proses membaca. Tapi kalau lagi kalap terlebih bila terdengar rayuan pulau kelapa belanja dengan kartu ini dapat diskon sekian, maka buku yang dibawa pulang bisa buat bantal ;). Dengan dapat satu buku gratis bulan ini, jadinya gak beli buku donk karena akhir bulan lalu sudah belanja buku.

anak singkong, chairul tanjung

Jujur buku ini belum masuk dalam daftar antrian belanja, tapi karena ada yang memberi masa ditolak? Sebuah buku otobiografi yang sekarang lagi heboh karena ghost writer-nya angkat bicara dan menuntut karena namanya tidak tercantum di buku tersebut. Setahu saya,ghost writer bekerja di belakang layar dan banyak dikaryakan oleh penulis kondang karena kejar target ataupun orang-orang top yang tak memiliki banyak waktu untuk menuliskan otobiografi mereka tapi kredit penulisnya diberikan kepada orang lain. Setelah membaca buku Chairul Tanjung, Si Anak Singkong, Continue reading “Chairul Tanjung si Anak Singkong”