Hamilton’s Affect

us change image $10, alexander hamilton, graffiti terengganu

Peluhku menderas, kaos yang kukenakan basah, menempel dan lekat di badan. Makin malam, suasana semakin riuh dan ruang gerak pun semakin sempit. Semua turun ke jalan, ingin melihat arak-arakan dan atraksi barongsai. Badanku terdesak di antara kerumunan manusia di pelataran depan Ho Ann Kiong. Berhimpitan di jalan yang dipenuhi manusia dari berbagai usia membuat dadaku sedikit sesak. Saat mencoba menggerakkan badan sedikit untuk menghirup udara segar, sosok lelaki  itu menjulang di sebelahku. Tanpa ba bi bu, ditariknya pergelangan tangan, menyisipkan selembar kertas ke dalam genggamanku.

Mulutku mendadak gagu, tapak tanganku terkepal. Ingin melawan namun tenaga rasanya tersedot habis hingga badan tak bisa kugerakkan. Belumlah usai keterkejutan yang mulai merambat ke sekujur tubuh, lelaki itu tersenyum, suara baritonnya mengalun ke dalam gendang telinga,”I come to see you, meet me at jetty.” Dirinya lalu menghilang di tengah lautan manusia sesaat sebelum tanyaku pecah di dalam kerongkongan. Uwaaaaat?? Arrghhhhh, kutu kupreeeeet! Siapa manusia berkulit putih yang sok akrab ini? Aku sangat yakin dirinya bukan salah satu dari sotongers bule yang ikut keriaan di Terengganu.

squidjigging, terengganu, alexander hamilton, us change image $10
Mural di pecinan Kuala Terengganu

Continue reading “Hamilton’s Affect”