[Pulang] Perjalanan Masa


Usai membaca Perempuan Keumala 2 tahun lalu, sejumput asa yang kuncup di hati hanyalah diberi kesempatan untuk bertemu penulisnya, Endang Moerdopo. Cuma ingin menyampaikan terima kasih atas sebuah karya yang sangat menginspirasi dan minta tanda tangan di bukunya. Itu aja cukup!

Kuncup itu terus tumbuh dan mekar seiring kerinduan untuk menyusuri jejak Keumala ke Nanggroe. Tak pernah terpikir ada satu cara untuk mencari sang penulis idola di jaman koneksi bisa tersambung lewat ujung jari. Ketika pertemuan yang diharap tak kunjung tiba, sejenak menyisihkan harap mengikuti kata hati menyusun rencana perjalanan. Continue reading “[Pulang] Perjalanan Masa”

Keumala, the Soul of Nanggroe

makam malahayati

Tempat impian yang selama dua tahun hanya terbayang-bayang di angan kini di depan mata. Dari tempat kaki berpijak, belumlah tampak jelas karena terhalang dedaunan yang meneduhi peristirahatan di atas bukit. Meski panas cukup terik, semilir angin menebar sejuknya di sekitar Bukit Malahayati.

Taklah mudah berdiri tegapĀ  di atas kedua kaki yang gemetar menahan gemuruh yang merambat dari dalam dada. Taklah mudah tetap terlihat tenang ketika hati ingin jejeritan, ketika air mata haru dan bahagia berlomba untuk unjuk rasa. Sejenak berdiam meredakan emosi syukur terangkai bagiNya, Sang Penuntun yang telah menghentar kaki ke tempat ini.

Continue reading “Keumala, the Soul of Nanggroe”