MerinduMU Menyapa Pagi

Benteng Inong Balee, Benteng Malahayati, Laksamana Malahayati, Inong Balee

Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony – [Mahatma Gandhi]

Pagi yang dinanti itu datang juga. Sebait syukur dipanjatkan padaNYA yang selalu setia menuntun langkah dan tak pernah bosan menyayangi jiwa. Di pagi yang dinanti itu; kembali tersungkur dalam diam. Berterima kasih masih bisa menghela napas, memenuhi rongga paru dengan udara pagi dan diberi kesempatan untuk melihat dunia.

Berkemas. Sebuah pertemuan telah disepakati dari beberapa bulan sebelumnya. Pertemuan yang waktunya telah berkali-kali berganti karena kesibukan yang menyertainya. Percaya, tak ada yang terjadi secara kebetulan. Di antara kesibukan itu, diberinya kita kesempatan untuk menyiapkan hati menyambut pertemuan ini, bukan? WaktuNYA tak pernah terlambat, meski harus melewati proses penantian panjang yang terkadang melelahkan dan mulai membosankan. Continue reading “MerinduMU Menyapa Pagi”

Keumala, the Power of Nanggroe

benteng inong bale

Roda kendaraan menggelinjang menuruni jalan berbatu, sesekali dihindarinya gelitikan semak belukar dari kiri kanan jalan yang berebut menggapai tubuhnya. Melihat kondisi jalan yang kami lalui, bisa dipastikan sangat jarang kendaraan yang sengaja untuk berlalu lalang di sini.

Jelang tujuan, mata berulang menyusuri kembali pesan-pesan yang dikirimkan oleh sang Penerima Pesan sehari sebelum berangkat ke Nanggroe. Petuah untuk menyiapkan hati menghalau kecewa jika nanti mendapati hal yang jauuuuuuuh dari harapan bila bertandang ke benteng IBU.

“Jangan lewatkan pemandangan indah menuju benteng.”
“Kalau ke benteng jangan sedih ya, di sana tak ada satu pun yang tersisa.” Continue reading “Keumala, the Power of Nanggroe”

Keumala, Seusai Perjalanan


dengan kereta malam ku pulang sendiri
mengikuti rasa rindu pada kampung halamanku
pada ayah yang menunggu
pada ibu yang mengasihiku

duduk di hadapanku seorang ibu
dengan wajah sendu, sendu kelabu
penuh rasa haru ia menatapku
penuh rasa haru ia menatapku
seakan ingin memeluk diriku

Mendadak tembang “Perjalanan”-nya Franky dan Jane Sahilatua menjadi bekson penerbangan malam Cengkareng – Banda Aceh (Jumat, 22/02/13) yang tertunda 2 (dua) jam karena keterlambatan singa udara. Hmmm … this is the time. Saya menarik napas dalam-dalam menatap kilau cahaya Jakarta di waktu malam yang perlahan hilang dari pandangan. Tak ada was-was sama sekali meski berangkat seorang diri ke Serambi Mekkah, Continue reading “Keumala, Seusai Perjalanan”