Selamat Pagi Opa Gurney

cheras cemetery, cheras war cemetery, henry gurney, commonwealth war grave cemetery, tukang kuburan

Mentari masih betah meringkuk di peraduannya saat aku bergegas turun ke pelataran parkir memanggul JLo dan Meywah yang terasa semakin berat saja meski bebannya tak bertambah. Semalam, Juliana, kawan yang kutumpangi di Cheras sudah mewanti-wanti. Kalau kita keluar di atas pk 07.00 pasti terjebak macet. Jadilah kami bangun pagi-pagi sekali meski semalam baru kembali ke rumah setelah berpusing-pusing di seputar Cheras, Kajang hingga Kuala Lumpur sampai jelang pagi. Benar saja, begitu melaju di jalan raya Cheras – Kuala Lumpur, kendaraan kami pun ikut merayap. Untung saja pagi itu kami hanya akan berputar di Jl Kuari, dan mencari jalan masuk ke Cheras Cemetery jadi tak khawatir berlebih terjebak di kemacetan.

cheras cemetery, cheras war cemetery, henry gurney, commonwealth war grave cemetery

Tak ada yang bisa menghentikanku untuk terus memikirkannya semenjak pertama kali mendengar namanya disebut. Gurney, nama yang identik dengan tepi pantai, tempat yang sering sekali dijadikan sebagai titik pertemuan di George Town, pula sebuah pusat perbelanjaan yang ada di depannya. Siapa yang tak kenal dengan Persiaran Gurney? Plaza Gurney? Nama yang menghadirkan tanya, siapa dan kenapa namanya melekat pada beberapa nama tempat di Malaysia?
Continue reading “Selamat Pagi Opa Gurney”