Selamat Ulang Tahun Eyang Antawirya


Hari ini 228 tahun yang lalu di salah satu sudut ruang kaum perempuan dalam Keraton Yogyakarta; seorang perempuan menggeliat menahan sakit melahirkan. Hari jelang fajar ketika suara tangis itu memecah senyap … Jumat Wage, 11 Nopember 1785 seorang calon pemimpin besar lahir ke dunia. Bayi lelaki, putera sang fajar, sulung dari Hamengkubuwono III diberi nama Raden Mas Antawirya (Jawa : Ontowiryo).

Cucu kesayangan Sultan Mangkubumi yang telah diramalkan oleh sang kakek, satu hari nanti akan memusingkan pemerintah Hindia Belanda ini; di kemudian hari lebih dikenal dengan Pangeran Diponegoro. Continue reading “Selamat Ulang Tahun Eyang Antawirya”

Jarum Jam Berhenti di Museum di Tengah Kebun

museum tengah kebun

Selintas tak ada hal spesial yang menonjol saat melewati pagar rumah di Jl Kemang Timur No 66 ini. Layaknya rumah-rumah besar di kawasan Kemang, gerbang kayu yang menjadi pintu kedua menuju rumah utama tertutup rapat. Seorang pria berpakaian putih hitam melongokkan kepala lewat celah kecil di tengah gerbang,”Sudah punya janji? Tunggu sebentar ya mbak.” Klik. Pintu ditutup kembali dan kami dibiarkan berdiri di halaman luar yang disesaki berduabelas orang.

Kami memang datang 15 menit lebih awal dari waktu yang disepakati dengan pengelola musium untuk berkunjung. Ternyata di tempat ini aturan dan waktu sangat dijunjung tinggi. Jika tamu berkunjung lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan, silakan menunggu hingga waktunya gerbang dibukakan. Namun bila sang tamu datang lewat semenit saja dari kesepakatan, mohon maaf bila anda diminta kembali mengatur janji di kunjungan berikutnya. Perfecto! Continue reading “Jarum Jam Berhenti di Museum di Tengah Kebun”

Keris Puputan, Panggilan Dewa Agung Jambe

keris puputan

Nusa Penida, Nusa Lembongan atau Nusa Ceningan, tiga gugusan pulau di wilayah kabupaten Klungkung ini, tentunya sudah tak asing di kuping para pejalan terutama para divers. Klungkung adalah satu kabupaten di Propinsi Bali beribukota Smarapura.

Sebagai seorang penikmat sejarah, saya tak punya pengalaman seru menyelam di bawah laut Nusa Lembongan; berenang aja megap-megap. Namun, ada satu cerita menarik ditilik dari sisi sejarah Klungkung yang tak banyak diketahui orang, dari sanalah saya akan berbagi.

Dulu kala, Klungkung adalah pusat pemerintahan kerajaan-kerajaan di Bali dengan Kusamba sebagai kota pelabuhannya. Pada pertengahan tahun 1849 terjadi perselisihan yang memicu pecahnya Perang Kusamba. Klungkung dipimpin oleh penguasa Klungkung, I Dewa Agung Istri Kanya bangkit bersama rakyatnya melawan invasi Belanda. Pada 25 Mei 1849,  Continue reading “Keris Puputan, Panggilan Dewa Agung Jambe”