Penggemar Novel Negeri 5 Menara Bersiaplah Untuk Kecewa [Sebuah Review]


Katam membaca novel Negeri 5 Menara (N5M) membuat penasaran untuk melihat adaptasinya ke layar lebar. Terlebih setelah Mas Fuadi memperlihatkan trailler-nya di DJakarta Theater XXI Club Sabtu (29/10/2011) pada perhelatan Kompasiana Blogshop. Gayung bersambut,  Jumat (17/02/2011) malam berkesempatan menonton N5M yang digelar untuk press screening dan tamu VIP bersama Kompasiana di BlitzMegaplex XXI Pacific Place Jakarta.

Tadinya saya berharap film dibuka dengan Amak (ibu dalam bahasa Minang) yang bijak dalam balutan kesederhanaan seorang ibu yang juga pengajar menikmati sore di beranda rumah, mengajak Alif putera sulungnya bercakap-cakap mengenai kelanjutan sekolahnya. Lalu sesekali pandangannya menerawang ke danau Maninjau diselingi kehadiran sosok Buya Hamka bermain dalam benaknya. Continue reading “Penggemar Novel Negeri 5 Menara Bersiaplah Untuk Kecewa [Sebuah Review]”