[Resensi] Semua untuk Hindia

semua untuk hindia

Satu waktu seorang kawan datang ‘ngedumel merasa diracuni usai membaca resensi sebuah buku di rumah ini. “Gara-gara loe ya Lip, gw bela-belain keliling ke toko buku mencari buku itu. Awas kalo ternyata jelek!”

Kita sering mengerutkan kuping ketika mendengar kata sejarah. Terlebih saat buku sejarah disebut, kening pun turut berkerut diiringi gerakan bibir membentuk senyum sinis. Entah sudah berapa ribu kali pertanyaan,”koq suka sih baca buku begitu?” acapkali sebuah buku yang bersinggungan dengan catatan sejarah terlihat dikepit di tangan.

semua untuk hindiaApa asiknya sih menyusuri deretan kata yang membentuk rangkaian kalimat datar tentang peristiwa masa lampau? Baru baca seperempat halaman mata sudah didera BOSAN. Continue reading “[Resensi] Semua untuk Hindia”