Perempuan Keumala, Beranjak dari Sebuah Mimpi


Dua tahun lalu ketika Perempuan Keumala hadir dalam genggaman dan tuntas dilahap hingga ujung kata terakhir; sepercik asa yang menggelembung di hati hanya ingin wujudkan mimpi berjumpa sang penulis dan berterima kasih untuk karya indahnya yang sangat menginspirasi.

Apakah mimpi itu menjelma jadi nyata? Yup, pertemuan yang terjadi tak sebatas pertemuan biasa, tak cukup kata untuk menjabarkan rasa. Kemarin kaki ini tak betah diajak berdiri dengan santai. Maunya bergerak ke sana kemari tak sanggup menopang badan yang turut bergetar karena grogi. Meski persiapan diyakini telah matang tetap berdebar saat mulai angkat bicara. Continue reading “Perempuan Keumala, Beranjak dari Sebuah Mimpi”