Chef Bloem, Jenggonya Koki Indonesia


Kami berhenti di depan sebuah kedai makan di daerah Kedonganan yang sore itu tak terlalu ramai. “Lelaki berkemeja lengan buntung yang asik dengan HPnya di kursi itu yang punya (warung). Pura-pura tak acuh tuh, dekatin saja mbak. Beliau pasti sudah menunggu,” pesan pak sopir yang mengantarkan saya ke tempat untuk bersantap malam. Dua meja kayu yang ditempatkan di teras diisi oleh sepasang pasangan setengah baya yang tampaknya sedang menikmati pilihan makan di luar rumah. Meja satunya lagi ditempati oleh pasangan bule, masih muda dengan balitanya.

loloh cem-cem, loloh bali, minuman tradisional bali, baliness healthy drink, warung bloem, bloem's waroeng
Minuman tradisional menyehatkan dari Bali, Loloh Cem-cem

Turun dari mobil, saya mendekati lelaki yang asik bersendiri itu untuk memperkenalkan diri. Dia berdiri, badannya ditegakkan sehingga mataku harus mendongak dan mendapati tatapannya yang keras. Kami bersepakat untuk duduk di teras pada sebuah meja kayu paling luar yang kosong. Karena mengambil posisi duduk hampir berhadapan, saya pun jadi leluasa memperhatikan lelaki pemilik Bloem’s Waroeng, nama kedai makan yang baru dibukanya akhir September 2015 ini. Continue reading “Chef Bloem, Jenggonya Koki Indonesia”

Sex on the Deck

Tian of Tuna and Avocado, de basilico kitchen and bar, restaurant the one legian, kafe di legian

“Bener, kamu nggak minum Liv?”, ekor mataku menangkap pandangan Chef Picha mencoba menelanjangiku yang sedang sibuk memainkan shutter kamera. Nggak, jawabku datar, mataku tak beralih dari pinggan-pinggan putih berisi makanan yang bergantian diantarkan ke meja panjang tempat kami berbincang. Direguknya minuman berwarna hijau muda dalam sloki kecil digenggamannya. Hmm .. segar, ujarnya. Dia pun menawarkannya kepada Richo dan Leo, dua lelaki yang menemaniku malam itu. Ini pas buat laki katanya. Dua lelakiku tanpa ba-bi-bu memilih sloki masing-masing. Sekali glek habis.

Tian of Tuna and Avocado, de basilico kitchen and bar, restaurant the one legian, kafe di legian
Dok Richo Sinaga

“Makanannya dimakan donk, jangan difotoin aja. Kalo dingin nggak enak lho,” suara Chef Picha kembali terdengar. Aku, Richo dan Leo tetap tak bergeming. Gudang penyimpanan pangan masih sedikit sesak setelah sesiangan tadi bercengkerama dengan Mbak Irma dan Hendrik sembari icip-icip beberapa sajian yang dikeluarkan oleh Chef Picha di De Basilico Kitchen and Bar. Jadi, masih mengatur strategi hendak menyentuh yang mana dulu agar tak salah langkah sambil menyeruput Banana Choco yang tertinggal di dalam gelas. Continue reading “Sex on the Deck”

Mas Ganteng Penjual Kopi

kopikina tebet, kuliner jakarta selatan

Kopi darat aka kopdar, impian yang selalu digadang-gadang seusai perjalanan yang membuahkan kenangan. Mimpi yang juga bertebaran di genk de’Beltimers 2014 sebagai pemicu semangat, pengingat masa dan yang terpenting perekat kekariban. de’Beltimers 2014 adalah sekumpulan pejalan dengan ragam latar pekerjaan, minat serta karakter, dipertemukan dalam satu perjalanan yang digagas oleh Pemerintah Daerah Propinsi Belitung Timur (Beltim). Perjalanan yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata yang dimiliki oleh Beltim ini, dieksekusi oleh Departemen Pariwisata Beltim pada September 2014 lalu.

debeltimers2014, belitung timur, destinasi wisata belitung
Headline News, berawal dari sebuah perjalanan

Mengenang pahit manis perjalanan, melahirkan jejak-jejak baru yang diisi dengan derai tawa atas kebodohan-kebodohan yang tak sengaja terungkap hingga tersingkapnya perilaku yang menjadikan kisah perjalanan itu sendiri sebagai pelajaran yang memberi makna dalam mengisi romansa kehidupan. Continue reading “Mas Ganteng Penjual Kopi”

Fiddleheads, Kala Asia dan Timur Tengah Berpadu dalam Sajian Rasa

nasi kebuli kambing, menu fiddleheads

Tak ada yang terjadi secara kebetulan di dalam hidup ini, jika DIA berkehendak maka jadilah seturut kehendakNYA. Maka, bukan sebuah kebetulan jika Minggu pagi dapat memenuhi ajakan #ZomatoMeetUp untuk bertemu dan berkenalan dengan para pengulas rasa, Food Bloggers kerennya Indonesia. Termasuk bersua dan baru tahu kalau di belakang EATSJakarta itu duo Pinoy, Mark & Bianca. Bukan pula kebetulan jika di tempat pertemuan pagi itu berkeliaran unta yang selama seminggu sebelumnya sempat terbayang-bayang gegara teringat kisah seseorang yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah.

Fiddleheads, tempat pertemuan
Fiddleheads, tempat pertemuan

Tak juga kebetulan bila di antara para pengulas rasa itu, menyempil 4 (empat) orang pejalan yang turut hanyut menyesap aneka paduan rasa yang tersaji di depan mata. Yang pasti, tak perlu ke Timur Tengah untuk mencari untanya, cukup mengayun langkah ke Fiddleheads. Continue reading “Fiddleheads, Kala Asia dan Timur Tengah Berpadu dalam Sajian Rasa”

Senja di Atas Awan

menu awan lounge, roof top bar jakarta

Hujan yang turun sesiangan menyisakan jejaknya pada pedestrian sepanjang Thamrin petang itu. Bergegas langkah diayun menghindari beberapa genangan air yang menghiasi jalur pejalan kaki sembari melangkah dengan hati-hati agar tak tergelincir. Di perempatan Thamrin – Wahid Hasyim, langkah berbelok ke kanan mencari tempat pertemuan, Kosenda Hotel.

the awan lounge, awan lounge, roof top bar
Selamat datang di Awan Lounge

Paul Nicolas, F&B Manager The Awan Lounge menemui saya di lobi hotel yang cozy. Lalu serta merta lagu Katon Bagaskara, Negeri di Awan menggema memenuhi kepala saat kaki melangkah memasuki lift menuju lantai 8 (delapan).

kau mainkan untukku
sebuah lagu tentang Negeri di Awan
di mana kedamaian menjadi istananya
dan kini tengah kau bawa aku menuju ke sana Continue reading “Senja di Atas Awan”

Soldaten Kaffee: Selamat Sore Führer!

soldaten kafe, sejarah hitler

Think thousand times before taking a decision. But, after taking decision never turn back even if you get thousand difficulties – [Adolf Hitler]

Ehmmm, maaf lagi ngapain mbak?”

Suara deheman dari balik punggung menghentikan gerakan tangan yang siap meng-capture gambar swastika yang tertancap di lantai. Balik badan, mata bersirobok dengan tatap penuh tanya seorang lelaki yang raut mukanya cukup familiar; Henry Maulana, pemilik tempat yang telah dijajah selama sepuluh menit muncul di hadapan saya. Kami pun berkenalan dan mengobrol singkat seputar kegemarannya yang berlanjut ke sebuah usaha tempat makan yang mengundang kontroversi publik.

soldaten kaffee, kuliner bandung, nazi
Direction

Kepulangan mendadak ke Bandung Juli lalu mempertemukan langkah dengan Henry tanpa ada kesepakatan pertemuan di Soltaden Kaffee Continue reading “Soldaten Kaffee: Selamat Sore Führer!”

Colours of India, Jamuan Siang di Ruang Bung Karno

Soekarno, John F. Kennedy, Hotel Indonesia

Aroma rempah India menyambut langkah kami sejak dari pintu Signatures Restaurant yang menempati salah satu sisi lobi Hotel Indonesia Kempinski (sebelumnya Hotel Indonesia). Di kanan pintu masuk, sang Merah Putih bersanding dengan Tiranga, mengapit sebuah penanda jejak perancang restoran serta memorabilia Soekarno. Bertiga dengan Firsta dan Indri, kami duduk berseberangan meja dengan Bung Karno yang terlihat asik mengobrol dengan John F. Kennedy, dan sesekali menanggapi canda Marilyn Monroe.

Colour of India at Signatures Restaurant
Colours of India at Signatures Restaurant

Ada yang istimewa hari ini. Menyambut Festival Diwali, Signatures menyajikan Colours of India dengan sajian kuliner aneka cita rasa India pada 2 – 17 Oktober 2014. Continue reading “Colours of India, Jamuan Siang di Ruang Bung Karno”