Selamat Jalan Usi

sahabat baik, kepergian sahabat, olive bendon, decyca saune

Gimana rasanya menerima kabar kepergian orang yang kamu sayangi, dikirimkan sendiri olehnya melalui WhatsApp?
Pernahkah kamu menerima gambar diri terakhir orang yang kamu sayangi terbaring kaku di dalam kotak putih yang dihiasi kain putih berenda-renda, dikirimkan sendiri olehnya?

Lalu, bagaimana bila yang mengirimkan pesan itu adalah dirimu?

SHOCK

Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi rohMU, ke mana aku dapat lari dari hadapanMU? – [Mazmur 139:6-7]

Hujan meninggalkan jejaknya pada pucuk-pucuk rumput di sisi perhentian halte TransJakarta (TJ) Monas, berkilau ditimpa cahaya lampu kendaraan yang melintas satu-satu di sepanjang Thamrin. Sudah hampir 30 menit aku berdiri, duduk, berdiri (lagi), duduk (lagi), berdiri (lagi) dan berjalan-jalan di dalam halte tapi bus yang kunanti tak jua tampak batang hidungnya. Perhentian Monas masih terang benderang. Di depanku, beberapa calon penumpang pun masih bersetia menanti bus. Sebagian besar laki-laki, hanya aku dan seorang yang duduk-duduk di ruang sebelah dengan arah berlawanan yang perempuan. Continue reading “Selamat Jalan Usi”

Benarkah Malaysia dan Thailand Musuh Wisata Indonesia?

malausia tourism centre, pusat pelancongan malaysia, visit malaysia, dekatje, matic, kuala lumpur

Terkadang ketika sedang tidak berjalan, kepala saya suka penuh dengan pertanyaan seputar perjalanan. Akhirnya sering iseng mencari berita yang berkaitan dengan pengelolaan pariwisata, dan jengjeeeeeng sedikit terkejut dengan pernyataan Menpar Arief Yahya berikut:

Secara emosional, musuh bersama kita adalah Malaysia. Secara profesional, musuh bersama kita adalah Thailand.

Seperti main perang-perangan saja. Ada musuh yang harus ditumpas untuk menghentikan kepicikan dan menegakkan kebajikan¬† ;). Membacanya jadi senyum-senyum saja. Tapi bagaimana tanggapan orang lain yang mendengar atau membacanya? Adakah uapan tersebut ditelan saja, atau masih sempat dikunyah sebentar, dicerna rasanya sebelum turun ke perut? Continue reading “Benarkah Malaysia dan Thailand Musuh Wisata Indonesia?”

lndonesia, Belajarlah pada Malaysia

surat untuk menteri pariwisata, indonesia bertindak, perempuan keumala

Sejatinya tulisan berikut ini adalah surat terbuka untuk Bapak Arief Yahya, Menteri Pariwisata Indonesia periode 2014 – 2019. Namun, menilik bahwa pariwisata bukan hanya menyangkut satu orang; maka surat ini saya tulis dan tujukan untuk diri sendiri sebagai pengingat dan kepada Indonesia tercinta agar dengan kesadaran penuh, kita bersama mau menjaga dan memajukan pariwisata Indonesia tanpa mengandalkan orang lain. Tulisan ini pula dimaksud untuk mengajak kita mencerna bersama Benarkah Malaysia tidak ada apa-apanya seperti yang diungkapkan oleh bapak Menpar?

indonesia bertindak, keluarga esjepe, cinta indonesia
Indonesia Mendambakanmu! ikon provokasi cinta Indonesia dari Indonesia Bertindak

Engkau mungkin tak akan pernah tahu apa yang akan kau dapat dari setiap tindakanmu. Tapi jika engkau tak melakukan sesuatu; engkau tak akan pernah belajar dan tak ada sesuatu pun yang akan terjadi. – [Mahatma Gandhi]
Continue reading “lndonesia, Belajarlah pada Malaysia”