Mengakrabi Transportasi Publik Vietnam dan Kamboja

shuttle bus lao cai to sapa, public transportation sapa, public tranportation vietnam

Urusan transportasi adalah perkara krusial yang harus dipertimbangkan seorang pejalan ketika hendak bepergian di samping penginapan dan makan. Ketiga komponen tersebut memegang peran cukup besar dalam urusan geser menggeser lubang ikat pinggang aka urusan berhemat dalam perjalanan.

Naik transportasi publik, pilihan bijak untuk menyiasati membengkaknya ongkos perjalanan. Sebuah pemikiran yang menjadi poin penting saat pengambilan keputusan moda angkutan apa yang baiknya dipilih untuk berpindah dari satu kota ke kota berikutnya ketika hendak mengeksekusi rencana perjalanan Vietnam – Kamboja tempo hari. Continue reading “Mengakrabi Transportasi Publik Vietnam dan Kamboja”

Choeung Ek: Lara dari Ladang Pembantaian

choeung ek, ladang pembantaian choeung ek, cara pergi ke choeung ek

Pk 14.00 kurang sedikit ketika kami tiba di depan gerbang Choeung Ek Genocidal Center. Meski terkantuk – kantuk selama satu jam perjalanan dari Tuol Sleng, mata terlalu susah diajak merem. Pikiran melayang – layang pada kejadian 40 tahun lalu, saat truk – truk yang disesaki manusia, melintas malam – malam di jalan tanah bergelombang yang sekarang kami lalui. Bedanya, kami berjalan di siang hari dengan tuk tuk yang dikemudikan Sam, melaju amat lamban sehingga serpihan kecil tanah kering juga debunya yang terbang – terbang karena beradu dengan roda tuk tuk; tampak jelas.

Saya iri melihat Ike dan Yuli – duo roommate di Base Villa yang jadi kawan berjalan siang itu – bisa lelap dengan manisnya. Dari mengintip spion di atas kepalanya, saya lihat mata Sam pun mulai sayu. Ah, syukurlah sudah sampai. Kami bergegas turun dari tuk tuk, memberi kesempatan pada  Sam untuk tidur siang sambil menunggu kami berkeliling. Continue reading “Choeung Ek: Lara dari Ladang Pembantaian”

Tuol Sleng: Perjalanan Merawat Masa Lalu

tuol sleng genocide museum, S-21 prison, S-21, cambodian genocide, genosida kamboja, tempat wisata menarik di phnom penh

Sam mengemudikan tuk tuknya sedikit lamban menyusuri jalanan kota Phnom Penh yang mulai sibuk. Saya tak punya bayangan sama sekali ke arah mana kami berjalan. Hanya menaruh percaya saja pada Sam ketika menyampaikan Tuol Sleng menjadi tujuan perjalanan usai mengunjungi Kantha Bopha pagi itu. Fifteen minutes is normal suara Sam terdengar dari depan, bersaing dengan deru kendaraan. Benar juga, lima belas menit berjalan dari The Royal Palace, kami tiba di tujuan.

Sam menurunkan saya di sudut Street 113, tepat di depan gerbang, di bawah plang bertuliskan Tuol Sleng Genocide Museum.

See you in an hour, Sam! pamit saya pada Sam.
OK, I’ll wait there, serunya sebelum berlalu mencari tempat parkir yang teduh sembari menunjuk deretan tuk tuk di pinggir jalan, di sisi kanan Tuol Sleng. Continue reading “Tuol Sleng: Perjalanan Merawat Masa Lalu”

Kantha Bopha

Phnom Penh Royal Palace, history of phnom penh royal palace, jalan - jalan ke royal palace phnom penh, ada apa di royal palace phnom penh, kantha bopha

Membaca berita kepergian Puteri Norodom Buppha Devi, 18 November lalu, membuat saya teringat pada Kantha Bopha, adiknya, pun oretan – oretan di perjalanan lalu saat menjumpai Kantha Bopha di samping Wat Preah Keo Morokat.

Phnom Penh Royal Palace, history of phnom penh royal palace, jalan - jalan ke royal palace phnom penh, ada apa di royal palace phnom penh
The Throne Hall

Waktu saya tak banyak di Phnom Penh. Kendala transportasi di perjalanan Ho Chi Minh (HCMC) – Phnom Penh, membuat saya harus memangkas itinerary Phnom Penh dan melupakan kesenangan – kesenangan mengunjungi tempat – tempat yang sebelumnya telah direncanakan. Pagi itu saya memutuskan untuk memaksimalkan waktu yang singkat dengan HANYA akan mengunjungi Phnom Penh Royal Palace, Tuol Sleng Genocide Museum, Choeung Ek Genocidal Center, dan National Museum of Cambodia sebelum beranjak ke Siem Reap.

Continue reading “Kantha Bopha”