5 Rekomendasi Kuliner Khas Pontianak yang Menyenangkan Lidah

bubur ikan pontianak, bubur ikan ahian, bubur ikan napoleon, kuliner wajib pontianak

Jika berkesempatan mampir sebentar ke Pontianak dan tak punya banyak waktu untuk berkeliling jauh – jauh, kegiatan apa yang akan kamu lakukan? MAKAN!!

Yakin nggak ingin mencari yang lain, Lip? GAK-lah, kesenangan yang satu itu membutuhkan waktu yang tak sedikit, lho. Tahu kan kesenangan yang saya maksud? 😉

tugu khatulistiwa pontianak, titik kulminasi tugu khatulistiwa, waktu berkunjung ke tugu khatulistiwa

Tempo hari usai Mengejar Tatung ke Singkawang, kami harus transit semalam di Pontianak karena dapat tiket pulang ke Jakarta dengan penerbangan keesokan paginya. Setelah mendapatkan jadwal penerbangan dari kepala suku, saya menghitung – hitung waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menyenangkan lidah dan lambung hanya TIGA jam saja! Artinya, harus kabur pagi – pagi dari penginapan jika ingin memaksimalkan waktu yang ada. Continue reading “5 Rekomendasi Kuliner Khas Pontianak yang Menyenangkan Lidah”

Mampir Sebentar di Tugu Khatulistiwa Pontianak

tugu khatulistiwa pontianak, waktu berkunjung ke tugu khatulistiwa, titik kulminasi

Besok, kita jalan siang ke Pontianak,” titah kepala suku pemburu tatung sebelum pertemuan malam itu bubar dan semua beranjak ke kamar untuk packing. Kabar baik yang berkumandang pada malam terakhir di Singkawang itu membuat hati senang. Dia bersiap melompat kegirangan ketika didengarnya lanjutan pesan itu. Pk 03.30 kita bergerak ke kota. Jangan lupa semua barang langsung dimasukkan ke kendaraan. Heee? Apa tak sebaiknya malam ini kita dirikan saja tenda di kota om? #cegluk

tugu khatulistiwa pontianak, titik kulminasi tugu khatulistiwa, waktu berkunjung ke tugu khatulistiwa

Meski tidur hemat karena baru lelap di jelang pagi, kami meninggalkan penginapan saat tamu – tamu lain yang semalaman begadang (sebagian) baru saja lelap di balik selimut. Demi menghalau kantuk, sesampai di kota, secangkir kopi hitam panas dipesan di gerobak kopi yang buka 24 jam di samping vihara Tri Dharma Bumi Raya. Siang masih panjang. Pagi pun bergerak sangat lambat. Untunglah sesuai rencana awal, usai Mengejar Tatung; pk 14 lewat kami meninggalkan Singkawang menuju Pontianak. Continue reading “Mampir Sebentar di Tugu Khatulistiwa Pontianak”

Singkawang, Tiongkok Lalu di Masa Kini

rumah keluarga thjia singkawang, pesona singkawang, bangunan cagar budaya singkawang

Satu jam perjalanan meninggalkan Singkawang menuju Pontianak siang itu rasanya sudah diisi berjam – jam tidur tapi pemandangan di luar ketika mata terbuka tak jua berubah. Hamparan pohon kelapa dan kebun karet berlarian di kiri kanan jalan yang dilintasi. Tampak pula kelenteng dan rumah – rumah kayu sederhana yang berdiri berjauhan dengan tetangganya lalu pemandangan berulang lagi dengan pepohonan kelapa dan karet. Saat yang lain menikmati tidurnya, saya yang memilih duduk di bangku belakang beberapa kali terbangun karena goncangan. Jalan aspal yang mulus membuat sopir melajukan kendaraan dengan kecepatan di atas rata – rata. Ketika melalui jalan yang bergelombang lajunya tak dikurangi sehingga goncangan di bagian belakang terasa tak nyaman. Meski beberapa kali sengaja ber-aduh! aduh! sopirnya hanya melirik lewat kaca spion dan kejadian itu terulang beberapa kali. Mungkin dirinya lupa di belakang ada makhluk hidup, tak hanya tumpukan koper dan tas. Atau, bisa jadi memang tak terlihat sosok manusia hehe.

bundaran 1001 ai singkawang, ikon singkawang, pesona singkawang
Bundaran 1001 AI Singkawang dengan 3 patung yang mewakili 3 etnis besar di Singkawang: Tionghoa, Melayu, dan Dayak (dok. Syaiful Anwar)

Continue reading “Singkawang, Tiongkok Lalu di Masa Kini”

Bertoleransi Lewat Keberagaman Rasa Kuliner Singkawang

Kuliner Singkawang, Pesona Singkawang, Bubur Babi Singkawang, Kopi Singkawang

Tingkat peradaban suatu bangsa dapat ditakar lewat perkembangan budaya yang bisa ditelusuri lewat seni, religi, bahasa, dan ilmu pengetahuan di dalam masyarakatnya. Agar tak lama berpikir dalam – dalam, jika waktu tak cukup banyak saat berkunjung ke suatu daerah, datanglah ke museum daerahnya. Kalau tak ada museum? Jelajahi saja kawasan kota tuanya. Cobalah berbincang dengan warga lokal yang usianya terlihat banyak dan matang berpikirnya. Tak bertemu juga? Nasibmu, Lip!

Oh, masih ada satu cara untuk meresapi makna perjalanan ke kota itu lewat seni mengecap rasa. Nikmati kuliner lokalnya! Belumlah lengkap berkunjung ke Singkawang bila lidah belum menikmati sajian lokalnya. Beberapa yang sempat dinikmati, yang sebagian saya jumpai di tenda kuliner Cap Go Meh karena tak punya waktu banyak untuk mengeksplorasi kota. Continue reading “Bertoleransi Lewat Keberagaman Rasa Kuliner Singkawang”

Mengejar Tatung ke Singkawang

tatung, tatung singkawang, cap go meh singkawang

Turis tidak mau mengunjungi destinasi wisata yang jarak tempuhnya 3 (tiga) jam – [Arief Yahya, Menteri Pariwisata]

Lalu, apa yang membuat seseorang atau sekelompok orang rela meluangkan waktunya melakukan perjalanan jauh ke suatu tempat? Daya pikat, keunikan, pengalaman berbeda yang akan didapatkan di perjalanan. Rasanya itulah alasan yang meyakinkan saya melakukan perjalanan ke Kalimantan Barat minggu lalu demi melihat perayaan Festival Cap Go Meh Singkawang 2019. Mengejar Tatung!

tatung, tatung singkawang, cap go meh singkawang

Cap Go Meh (dari bahasa Hokkien) artinya hari kelima belas yang dihitung setelah memasuki Tahun Baru Cina atau Imlek. Dulu, di tempat asalnya di Tiongkok sana, perayaan Cap Go Meh yang dilakukan untuk menghormati Dewa Thai Yai diadakan tertutup hanya untuk keluarga istana dan kalangan tertentu saja. Namun setelah berakhirnya pemerintahan Dinasti Han, perayaan Cap Go Meh pun terbuka untuk umum. Continue reading “Mengejar Tatung ke Singkawang”