Surya, Mentari, dan Rembulan: Sebuah Resensi dari Sudut Pandang Anak Toraja

bas plaisier, buku tentang toraja, sejarah dan budaya toraja, sejarah sosial toraja, novel toraja

Meski tak pernah menargetkan hendak membaca berapa banyak buku dalam sebulan, tetap ada saja buku yang dibaca. Tuntas tidaknya, tergantung kebutuhan serta menarik tidaknya apa yang dibaca. Di 2019 lalu, saya lebih banyak menumpang baca buku di perpustakaan dan toko buku. Alasannya sederhana. Buku yang dicari adanya di perpustakaan, juga karena tak ingin menambah sesak rak buku.

bas plaisier, buku tentang toraja, sejarah dan budaya toraja, sejarah sosial toraja, novel toraja

Salah satu yang tidak selesai dibaca namun menarik untuk diulas adalah Surya, Mentari, dan Rembulan. Sili Suli, penulisnya, menghubungi saya lewat surat elektronik di minggu kedua November karena membaca Resensi Film dan Buku yang menurutnya baik dan menarik. Jadilah novel yang diluncurkan (ulang) di Ubud Writers & Readers Festival 2019 lalu ini, buku pertama yang diulas di awal 2020 setelah ulasan buku hiatus 3,5 tahun! 🙂 Continue reading “Surya, Mentari, dan Rembulan: Sebuah Resensi dari Sudut Pandang Anak Toraja”

Kabar Baik dari Tepi Kota

gereja tua, zendeling toraja, pusat perawatan kusta batulelleng, leprosy treatment

Pada awal 1930, di Toraja, ditemukan banyak penderita kusta serta warga masyarakat yang menunjukkan gejala penyakit kusta. Belum adanya tempat perawatan khusus untuk penderita kusta membuat Dr S.P.J. Esser – dokter misionaris yang bertugas di Toraja saat itu – menerima mereka untuk berobat dan dirawat di Elim satu – satunya rumah sakit di Rantepao pada masa itu. Kehadiran mereka membuat orang enggan untuk datang berobat karena takut tertular meski dokter Esser memmisahkan mereka dengan membuatkan paviliun khusus kusta di samping rumah sakit. Melihat bertambah banyaknya warga yang terkena penyakit kusta, J.J.J. Goslinga, dokter misionaris Belanda yang menggantikan dokter Esser, mendesak pemerintah Hindia Belanda untuk memperhatikan masalah serius ini. Sebuah pusat perawatan kusta kemudian dibangun di pinggir kota, di atas tanah milik gereja di Batulelleng.

pusat perawatan kusta batulelleng, leprosy treatment, batulelleng, penyakit kusta, endemik lepra
Rumah – rumah berbentuk tongkonan yang dibangun pada awal 1930 oleh Belanda di Pusat Perawatan Kusta Batulelleng

Eh, kenapa saya tak ingat mengajak kamu ikut ibadah di Batulelleng, ya? Kemarin, saya pimpin ibadah tahun baru di sana.”

Continue reading “Kabar Baik dari Tepi Kota”

5 Tempat Happening di Lolai, Toraja

kapitoo cafe & resto, cafe kapitoo, kedai kopi di toraja, tempat hits di lolai toraja

Toraja masih menjadi destinasi penasaran bagi sebagian besar pejalan, terlebih mereka yang menaruh minat pada sejarah dan budaya. Namun, kepenasaranan itu mengalami sedikit pergeseran dengan munculnya keriaan di dunia pariwisata Toraja pada pertengahan 2016 lalu. Sebagian besar pejalan rasanya mubazir sudah menguras tabungan dan waktu, jauh – jauh ke Toraja bila tak merasakan terkantuk – kantuk bangun di pagi buta dan bergerak dengan kendaraan melewati jalanan yang gelap dan berkelok – kelok demi bergambar dengan .. AWAN!

pong torra lolai, tempat hits di lolai toraja, lolai di atas awan
Biar nggak bertemu awan, asal dengan Dilan nikmati saja 😉

Adalah Lolai, Negeri di Atas Awan di Toraja yang menjadi daya tarik wisata Toraja saat ini. Berada di ketinggian 1300 mdpl, Lolai dapat dijangkau dari Rantepao, ibukota Toraja Utara dengan berkendara sejauh 12 km selama 30 – 45 menit. Pada musim liburan, di akhir pekan, dan di pagi hari; suasananya serupa pejalan yang tumpah di jalan menuju kawah Bromo. Waktu tempuh perjalanan ke Lolai tergantung kepadatan arus lalu lintas pengunjung Lolai dan kepiawaian pengemudi. Continue reading “5 Tempat Happening di Lolai, Toraja”

Borok di Kaki Yesus yang Memberkati Toraja

Buntu Burake, Patung Yesus Memberkati, Patung Yesus Toraja

Promosi Rafly, sopir yang menjemput kami di Bandara Hasanuddin, Makassar, tentang kehadiran jembatan kaca di pelataran Patung Yesus Memberkati di Buntu Burake menggoda kami untuk memintanya membelokkan kendaraan ke Buntu Burake sesaat setelah kendaraan kami memasuki Toraja. Dalam perjalanan menanjak ke puncak bukit, saya mulai membayangkan rupa jembatan kaca yang digambarkan oleh Rafly -berdasarkan berita yang banyak beredar- akan menyerupai Zhangjiajie Skywalk di Hunan, Cina.

Buntu Burake, Patung Yesus Memberkati, Patung Yesus Toraja

Ide pembangunan patung Yesus Memberkati datang dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyusul kehadiran salib raksasa di Bukit Singki’, Rantepao, Toraja Utara, yang diresmikan pada Desember 2012 lalu. Destinasi wisata religi Patung Yesus Memberkati berada di ketinggian 1500 mdpl dan mulai dibuka untuk umum pada pertengahan 2015. Patung setinggi 40 meter yang berdiri di puncak bukit adalah hasil karya permatung asal Bantul, Yogyakarta; Hardo Wardoyo Suarto.

Continue reading “Borok di Kaki Yesus yang Memberkati Toraja”

5 Tempat Sarapan dan Brunch Menyenangkan di Toraja

kopi toraja, arabica toraja, robusta toraja, sejarah kopi toraja

Menyesap secangkir kopi sembari duduk berbincang – dan berkhayal – di alang (=lumbung) adalah ritual pagi orang Toraja. Kadang sebagai teman ‘ngopi dihadirkan sepiring singkong atau pisang rebus/goreng atau deppa te’tekan. Tak ketinggalan satu dua batang rokok habis disulut hingga kopi tandas. Deppa te’tekan – sering pula disebut deppa tori’ – adalah kue tradisional Enrekang, kabupaten tetangga dekat Toraja. Saya tak tahu pasti kapan tori’ mulai bertandang ke Toraja. Namun sebagai tetangga sebelah rumah, tori’ sudah lama bergaul dengan keseharian orang Toraja, hadir di upacara adat, dan pertemuan – pertemuan yang digelar di Toraja.

kopi toraja, arabica toraja, robusta toraja, sejarah kopi toraja

Tentang kopi, para arkeolog, pecinta sejarah dan budaya memperkirakan kopi datang ke Toraja sejak awal abad 17 bersamaan dengan kedatangan saudagar – saudagar Arab berdagang ke Sulawesi. Dalam bukunya Tana Toraja: A Social History of An Indonesian People, Bigalke menulis saudagar Arab lebih dahulu mengenalkan qahwah (= kopi) di Bugis yang kemudian mengakrabinya dengan sebutan kawa. Karena perbendaharaan abjad Toraja tak mengenal q dan w, tergelincirlah qahwah menjadi kaa. Jadi bila bertamu ke rumah – rumah orang Toraja dan ditawari hendak minum apa? Sebut saja kaa, bila kamu ingin menyesap kopinya. Continue reading “5 Tempat Sarapan dan Brunch Menyenangkan di Toraja”

Mari Berlari di Toraja Marathon 2017

toraja marathon 2016, toraja marathon 2017, toraja marathon

Kamu suka lari?
Bukaan, bukan lari dari kenyataan. Bukan pula lari sekuat tenaga karena dikejar anjing. Tapi berlari dalam arti yang sebenar – benarnya BERLARI, berolah raga, dan berlomba untuk menggapai garis finish. Jika demikian adanya, info berikut penting buat kamu yang senang berlari dan menikmati pemandangan eksotis.

toraja marathon 2016, toraja marathon 2017, toraja marathon
Dok @desmanmendrofa

Tahun ini, PT Laga Toraja Mendunia kembali menggelar lomba lari marathon melintasi kawasan destinasi wisata eksotis di Toraja; Toraja Marathon 2017. Di tahun kedua ajang lomba full marathon pertama di Sulawesi ini digelar, panitia lomba menargetkan 1,500 pelari dari dalam dan luar negeri akan meramaikan Toraja Marathon 2017 yang akan dilaksanakan pada 29 Juli 2017 mendatang.

Continue reading “Mari Berlari di Toraja Marathon 2017”

Bila Tarra Pergi

passilaran, baby grave, makam bayi toraja

Air mata langit menetes satu – satu di jelang senja. Di hari terakhir pada akhir pekan terakhir di bulan keempat. Kusapa ia dengan senyum sepenuh rindu setelah bertahun – hmm .. dua puluh tahun lebih – tak pernah lagi kujejakkan langkah di pelataran passiliran. Mungkin rindu yang telah mengakar membuatnya tak sanggup meredam terjangan air dari pelupuk matanya. Kucoba mereka – reka rasanya dari pandangan sayu yang kuterima senja itu. Mata kami beradu. Langit memalingkan wajahnya, tergesa ditutupinya wajah murung itu dengan selendang kelabu.

passilaran, baby grave, makam bayi toraja
Tarra

Ada apa dengan senja? Kenapa langit bersedih? Bukankah seharusnya mereka riang melihatku kembali ke passiliran? Atau … jangan – jangan perilaku aneh mereka ada hubungannya dengan Tarra?

Continue reading “Bila Tarra Pergi”

Menjenguk To Makula’

to makula, jenazah orang toraja, rambu solo, upacara adat toraja

Saya mengakrabi senyum perempuan yang menyambut kedatangan saya di depan rumah itu. Senyum yang berusaha saya ingat – ingat, dimana dan kapan pernah mengakrabinya, hingga pertanyaan iseng itu pun meluncur.

Ibu pernah diwawancara National Geographic, ya?”
Haha .. iya, koq tahu?
Saya ikut mengerjakan proyek itu beberapa bulan lalu. Tugas saya menyimak obrolan ibu dan menerjemahkan hasil wawancaranya.

Ah, saya ingat sekarang. Kenapa senyum itu tak asing. Pada tiga video yang masing – masing berdurasi satu jam, senyum malu – malu si ibu dan wajah tegang suaminya selalu hadir, menemani selama beberapa hari berkutat dengannya. Karenanya, senyum itu lekat di memori. Continue reading “Menjenguk To Makula’”

5 Tempat Trekking Menyenangkan di Toraja

visit toraja, kondongan toraja, tukang kuburan, tongkonan toraja, tambolang, kondongan ba'lele

Semalam, selagi nongkrong di Kelana Street Coffee, Eki, pemilik kedai, melayangkan tanya penasaran,”Apa sih yang membuat kakak tertarik dengan kuburan tua? Apakah kuburan yang dicari termasuk kuburan – kuburan yang ada di Toraja?” Tanyanya membuat saya teringat pertanyaan seorang kawan berjalan beberapa waktu lalu, “Senang dong mudik ke Toraja,Lip.” Karena? “Toraja kan terkenal dengan wisata kuburannya!

salam khas toraja, visit toraja, kondongan toraja, tukang kuburan, tongkonan toraja
Talendu’ opa, mampir yuuuuk

Saat mudik ke Toraja, nggak pernah dapat panggilan – sekali eh dua kali pernah, nggak sengaja – untuk menyusuri jejak sunyi. Meski banyak yang berkesimpulan ketertarikan pada kuburan pasti berawal dari tanah kelahiran, dan kentalnya darah Toraja yang mengalir di dalam tubuh #TukangKuburan. Nggak salah dan nggak seperti itu juga. Semua melalui proses. Kepada beberapa kawan yang sering berbagi cerita, saya suka mengatakan, salah satu tujuan berjalan – jalan ke tempat yang banyak dihindari orang itu untuk self theraphy, bersahabat dengan diri dengan meredakan takut berlebihan yang menghantui sedari kecil. Alasan lain, silakan baca di SINI.

Jadi, kalau mudik jalan – jalannya kemana, Lip? Mau tahu, atau mau tahu aja?  😉

Continue reading “5 Tempat Trekking Menyenangkan di Toraja”

Nyamannya Bus Malam ke Toraja

bus malam toraja, bus primadona, tiket bus online

Pernah pada satu hari ketika menumpang travel dari Solo ke Surabaya, saya berbagi bangku belakang dengan seorang nenek dan cucunya. Sepanjang perjalanan si nenek tak kehabisan topik untuk dibincangkan, sementara sang cucu – yang ganteng – lebih banyak diam dan hanya mengangguk atau tersenyum ketika namanya dikait – kaitkan dengan cerita sang nenek.

toraja, pemandangan toraja, singki

Saat obrolan sampai pada asal usul, sang nenek yang bertutur dengan gaya khas puteri keraton – dalam salah satu perbincangan di rumah makan tempat kami beristirahat makan siang, nenek itu bercerita tentang keluarganya yang berasal dari keraton Solo – sangat senang mengetahui tetangga bangkunya orang Toraja. Beliau sontak berkicau,”Wah, Lip, berarti kampung kamu di tengah hutan ya? Berapa hari jalan kaki untuk sampai ke sana?

Asyeeeeem! Dipikir saya dari pedalaman?

Continue reading “Nyamannya Bus Malam ke Toraja”