5 Tempat WAJIB Mampir di Makassar

coto makassar bandara hasanuddin, makan coto makassar enak dimana, enaknya coto makassar, kuliner asik di makassar

Seorang kawan pernah mengeluhkan perjalanannya ke Toraja tak seperti cerita orang – orang yang kembali dari sana dengan banyak kisah menyenangkan. Kisahnya lebih banyak drama! Dalam perjalanan menuju Toraja, rombongannya diajak mampir dulu ke beberapa tempat di sekitar Makassar yang dilewati dalam perjalanan ke tempat tujuan utama. “Tak nyaman dan programnya dipaksa – paksakan agar semua tempat itu didatangi,” keluhnya. Dengan santai saya jawab, ”Kamu ikutan famtrip, kan? Dinas gak mau rugilah, bro! sudah mengeluarkan dana banyak untuk menerbangkan kamu ke Sulawesi, pasti dibuatkan paket komplit gempor ha .. ha...”

coto makassar bandara hasanuddin, makan coto makassar enak dimana, enaknya coto makassar, kuliner asik di makassar

Tapiiiii .. kamu paham kan maksudku, Lip? Sebagai sesama “tukang protes” di beberapa perjalanan, saya sangat paham. Sayangnya tidak semua pengelola perjalanan – apalagi yang dikemas dengan embel – embel promosi – bisa memahami keinginan sederhana pejalan untuk menikmati satu destinasi wisata tanpa tergesa – gesa berpindah ke destinasi berikutnya. Karena, target mereka sebisa mungkin semua tempat yang ingin dipromosikan disambangi walau dengan waktu terbatas TANPA peduli jarak dan kenyamanan peserta berikut kendaraan yang ditumpangi menuju tujuan. Paling aman, berjalanlah sendiri!

Jadi, kalau ingin mampir – mampir di sekitar Makassar di perjalanan menuju Toraja, baiknya ke mana, Lip? Continue reading “5 Tempat WAJIB Mampir di Makassar”

5 Tempat Happening di Lolai, Toraja

kapitoo cafe & resto, cafe kapitoo, kedai kopi di toraja, tempat hits di lolai toraja

Toraja masih menjadi destinasi penasaran bagi sebagian besar pejalan, terlebih mereka yang menaruh minat pada sejarah dan budaya. Namun, kepenasaranan itu mengalami sedikit pergeseran dengan munculnya keriaan di dunia pariwisata Toraja pada pertengahan 2016 lalu. Sebagian besar pejalan rasanya mubazir sudah menguras tabungan dan waktu, jauh – jauh ke Toraja bila tak merasakan terkantuk – kantuk bangun di pagi buta dan bergerak dengan kendaraan melewati jalanan yang gelap dan berkelok – kelok demi bergambar dengan .. AWAN!

pong torra lolai, tempat hits di lolai toraja, lolai di atas awan
Biar nggak bertemu awan, asal dengan Dilan nikmati saja 😉

Adalah Lolai, Negeri di Atas Awan di Toraja yang menjadi daya tarik wisata Toraja saat ini. Berada di ketinggian 1300 mdpl, Lolai dapat dijangkau dari Rantepao, ibukota Toraja Utara dengan berkendara sejauh 12 km selama 30 – 45 menit. Pada musim liburan, di akhir pekan, dan di pagi hari; suasananya serupa pejalan yang tumpah di jalan menuju kawah Bromo. Waktu tempuh perjalanan ke Lolai tergantung kepadatan arus lalu lintas pengunjung Lolai dan kepiawaian pengemudi. Continue reading “5 Tempat Happening di Lolai, Toraja”

Bila Tarra Pergi

passilaran, baby grave, makam bayi toraja

Air mata langit menetes satu – satu di jelang senja. Di hari terakhir pada akhir pekan terakhir di bulan keempat. Kusapa ia dengan senyum sepenuh rindu setelah bertahun – hmm .. dua puluh tahun lebih – tak pernah lagi kujejakkan langkah di pelataran passiliran. Mungkin rindu yang telah mengakar membuatnya tak sanggup meredam terjangan air dari pelupuk matanya. Kucoba mereka – reka rasanya dari pandangan sayu yang kuterima senja itu. Mata kami beradu. Langit memalingkan wajahnya, tergesa ditutupinya wajah murung itu dengan selendang kelabu.

passilaran, baby grave, makam bayi toraja
Tarra

Ada apa dengan senja? Kenapa langit bersedih? Bukankah seharusnya mereka riang melihatku kembali ke passiliran? Atau … jangan – jangan perilaku aneh mereka ada hubungannya dengan Tarra?

Continue reading “Bila Tarra Pergi”

5 Tempat Trekking Menyenangkan di Toraja

visit toraja, kondongan toraja, tukang kuburan, tongkonan toraja, tambolang, kondongan ba'lele

Semalam, selagi nongkrong di Kelana Street Coffee, Eki, pemilik kedai, melayangkan tanya penasaran,”Apa sih yang membuat kakak tertarik dengan kuburan tua? Apakah kuburan yang dicari termasuk kuburan – kuburan yang ada di Toraja?” Tanyanya membuat saya teringat pertanyaan seorang kawan berjalan beberapa waktu lalu, “Senang dong mudik ke Toraja,Lip.” Karena? “Toraja kan terkenal dengan wisata kuburannya!

salam khas toraja, visit toraja, kondongan toraja, tukang kuburan, tongkonan toraja
Talendu’ opa, mampir yuuuuk

Saat mudik ke Toraja, nggak pernah dapat panggilan – sekali eh dua kali pernah, nggak sengaja – untuk menyusuri jejak sunyi. Meski banyak yang berkesimpulan ketertarikan pada kuburan pasti berawal dari tanah kelahiran, dan kentalnya darah Toraja yang mengalir di dalam tubuh #TukangKuburan. Nggak salah dan nggak seperti itu juga. Semua melalui proses. Kepada beberapa kawan yang sering berbagi cerita, saya suka mengatakan, salah satu tujuan berjalan – jalan ke tempat yang banyak dihindari orang itu untuk self theraphy, bersahabat dengan diri dengan meredakan takut berlebihan yang menghantui sedari kecil. Alasan lain, silakan baca di SINI.

Jadi, kalau mudik jalan – jalannya kemana, Lip? Mau tahu, atau mau tahu aja?  😉

Continue reading “5 Tempat Trekking Menyenangkan di Toraja”

Nyamannya Bus Malam ke Toraja

bus malam toraja, bus primadona, tiket bus online

Pernah pada satu hari ketika menumpang travel dari Solo ke Surabaya, saya berbagi bangku belakang dengan seorang nenek dan cucunya. Sepanjang perjalanan si nenek tak kehabisan topik untuk dibincangkan, sementara sang cucu – yang ganteng – lebih banyak diam dan hanya mengangguk atau tersenyum ketika namanya dikait – kaitkan dengan cerita sang nenek.

toraja, pemandangan toraja, singki

Saat obrolan sampai pada asal usul, sang nenek yang bertutur dengan gaya khas puteri keraton – dalam salah satu perbincangan di rumah makan tempat kami beristirahat makan siang, nenek itu bercerita tentang keluarganya yang berasal dari keraton Solo – sangat senang mengetahui tetangga bangkunya orang Toraja. Beliau sontak berkicau,”Wah, Lip, berarti kampung kamu di tengah hutan ya? Berapa hari jalan kaki untuk sampai ke sana?

Asyeeeeem! Dipikir saya dari pedalaman?

Continue reading “Nyamannya Bus Malam ke Toraja”

5 Tempat Ngopi Menyenangkan di Toraja

kelana street coffee, jak koffie, kopi toraja, ngopi asik di toraja

Selain keunikan tradisi budayanya, orang Toraja selalu bangga dengan “Kaa” – nya. Kaa hadir dalam setiap pertemuan. Sejak matahari menggeliat dari peraduannya hingga bulan bersiap meronda semesta; kaa menemani setiap cerita yang bergulir. Dari dapur – dapur rumah, ga’deng – ga’deng ( = kedai) di tepi pasar hingga perhelatan besar di kampung – kampung adat; kaa menghangatkan pertemuan, tersaji dalam ragam bentuk cangkir, mengepulkan uap, dan menebar aroma yang merangsang indera penyesap rasa.

kelana street coffee, jak koffie, kopi toraja, ngopi asik di toraja, toraja arabica
Pa’pia Toraya bersua, ngopi di pinggir lapangan bola

Dulu, istilah kaa hanya dipakai masyarakat Toraja yang tinggal di dataran tinggi. Sekarang, kaa bergulir dalam obrolan keseharian orang – orang Toraja. “Kaa!”, sapa akrab masyarakat Toraja untuk secangkir kopi hitam yang siap disesap.

Bertandang ke Toraja belumlah lengkap tanpa menikmati secangkir kopinya. Meski sejatinya bubuk kopi yang baru diseduh dengan air panas paling mantap dinikmati kala pagi datang sembari duduk – duduk di alang (= lumbung padi), ngopi di kedai kopipun bisa jadi pilihan menikmati kopi pilihan Toraja di tempat asal kaa.

Continue reading “5 Tempat Ngopi Menyenangkan di Toraja”

Siri’ na Pacce’

sultan hasanuddin, makam sultan hasanuddin, makam raja gowa, ayam jantan dari timur

Mentari menurunkan sengatnya saat langkahku menggapai pelataran Benteng Tamalate, tempat yang banyak menyimpan kenangan akan perjalanan masa meski terkadang banyak yang abai pada jejaknya. Aku membayangkan benteng yang dulu berdiri kokoh di bukit ini pastinya memiliki pemandangan yang luas, dengan pagar yang tinggi dan tebal melingkupi puncak bukit membuatnya terlindungi. Kumainkan segala imaji, membayangkan masa itu sambil terus melangkah masuk ke pekarangannya dan mendapati dirinya duduk bersendiri, memandangi merah putih yang menari – nari mengikuti buaian angin senja.

sultan hasanuddin, makam sultan hasanuddin, makam raja gowa, ayam jantan dari timur

Angin memberikan kesejukan pada udara senja, membuatnya tak terlalu panas, tak juga dingin; hingga ia betah menengadah ke langit tanpa sedikit pun bergeser dari duduknya.

Aga kareba, Karaeng? Baji’ – baji’ki?”

Continue reading “Siri’ na Pacce’”

Menyusuri Jejak – jejak Kerajaan Gowa

masjid tua di makassar, masjid kesultanan gowa, masjid katangka, masjid al-hilal, makam raja gowa, makam hasanuddin

Gigitan terakhir deppa kakau a.k.a sawalla (= kue gemblong, bhs Jawa) meluncur ke kerongkongan tepat saat langkah menggapai gerbang kecil di samping Masjid Al-Hilal. Akhirnya kembali ke sini setelah 6 (enam) tahun berlalu dari langkah pertama dijejakkan di parkiran masjid ini. Waktu itu, bang Aras, kawan yang menemani berjalan, meminta ijin untuk sholat Jumat sebentar di masjid terdekat yang kami lalui selama berkeliling di Gowa dan Al-Hilal-lah yang kami tuju saat panggilan sholat menggema.

masjid katangka, masjid kesultanan gowa, masjid tertua di sulawesi, masjid tertua di gowa
Masjid Al-Hilal, Katangka

Saya mampir ke Masjid Al-Hilal selepas iseng bermain ke tempat peristirahatan Sultan Hasanuddin. Dari belakang masjid, tempat peristirahatan itu terlihat di ketinggian Bukit Tamalate. Ada gerbang di belakang peristirahatan, tapi menurut Mustaqim, abang yang berjaga di tempat itu, gerbangnya dikunci. Jadilah saya jalan – jalan petang menyurusi jalan raya untuk turun ke masjid – yang lagi – lagi kata Mustaqim lumayan jauh – dan setiap melewati pagar rumah penduduk atau berpapasan dengan mereka yang melaju dengan kendaraan bermotor; dilihatin dengan pandangan penuh tanya. Jaraknya nggak jauh koq. Keenakan duduk manis di atas kendaraanlah membuat orang malas untuk mengayun langkah.

Continue reading “Menyusuri Jejak – jejak Kerajaan Gowa”