Satu Jam di [Little] Tokyo

Tonkotsu Ramen

MRT yang kami tumpangi dari stasiun sentral merapat dengan sempurna di perhentian terakhir. Bergegas langkah digeret mengikuti arus manusia yang berhamburan keluar stasiun.

“Werokom to ricel Tokyo.” sapa seorang lelaki Jepang berkimono putih sembari terbungkuk-bungkuk memberi salam dan mengajak setiap orang yang melintas di depan kedainya untuk mempir. Akhirnya … menjejak juga di Tokyo! Malam minggu, manusia berjubel memadati kawasan yang terkenal sebagai pusat kuliner Jepang ini. Kulirik jemari-jemari lincah di kiri kanan yang asik mengganti status di media sosial dengan @Tokyo ;).

little tokyo
Manusia menyemut di Little Tokyo, Blok M Square, Jakarta Selatan

Di depan kami bergerombol anak-anak ABG yang berebut untuk bergambar bersama manusia-manusia ber-cosplay. Setengah tujuh malam, kedai-kedai makanan/minuman dipadati pengunjung yang tergoda mewangi aneka aroma cemilan yang diolah dan disajikan di depan mata. Continue reading “Satu Jam di [Little] Tokyo”

Andai Sang Jenderal Hidup Lagi!


Jika ada peristiwa sejarah yang menyimpang dari kejadian yang sebenarnya terjadi, memang perlu diluruskan tapi jangan karena emosional. Setelah menulis tentang Panglima KNIL Jenderal Simon Spoor bulan Februari lalu, saya masih penasaran dengan hasil seminar yang diselenggarakan oleh Eksponen 66 di Sipirok, Tapanuli Selatan pada 17-18 Pebruari 2012 lalu. Akhirnya baru kemarin siang menemukan tautan ke hasil seminar yang dilansir oleh Harian Andalas (24/02/2012) dan Medan Bisnis (25/02/2012).

Medan Bisnis menayangkan berita dengan judul Jenderal Spoor Tewas di Sipirok, bahwa dari hasil seminar mengemuka Jendral Simon Spoor tewas di tangan Sahala Muda Pakpahan (Naga Bonar) dalam pertempuran di Aek Gambiri, Tor Simago-mago, Sipirok 23 Mei 1949. Continue reading “Andai Sang Jenderal Hidup Lagi!”

… dia lagi …dia lagiii ..


… Jumat,1 Februari 2002  …
Pulang lebih awal dari kantor karena dengar berita air kali sudah naik padahal hari  cerah dari pagi, wuihhhhh dapat paket kiriman dari Bogor ! Sambil ngasoh di teras ngobrol dengan anak² kost yg herannya hari itu bisa pada ngumpul ngerumpi bareng ibu kost yg rada sableng dan ajaib berikut jagoannya. Kemarinnya air sudah naik di depan Minto hingga pertigaan danau di bawah – danau toba sehingga berangkat kerja juga mesti mutar lewat Ladogi.

Pk 18.00 air perlahan tapi pasti mengalir naik ke teras, kaki² yg tadinya bebas merdeka gelayutan di atas lantai satu per satu mulai dinaikkan ke atas kursi. Sambil ngariung menghabiskan nasi padang beramai – ramai kita terus memperhatikan debit air yg terus naik. Sudah 2 hari sedikit demi sedikit perabotan di kamar bawah mulai dipindahkan ke atas lemari namun melihat gejala yg tidak bersahabat barang² elektronik dievakuasi ke lantai atas. Continue reading “… dia lagi …dia lagiii ..”