Menumpang Mandi di Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport

digital lounge soekarno hatta, wash room terminal 3 soekarno hatta, ruang mandi bandara soekarno hatta, mandi di terminal 3 soekarno hatta

Minggu lalu, berkesempatan untuk menghadiri PATA Adventure Travel Conference and Mart 2020 (11 – 15 Februari 2020) di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Dari Jakarta, saya dapat penerbangan pagi – pagi dengan Malaysia Airlines yang terbang tepat waktu pk 04.30 ke Kuala Lumpur. Meski tak terlalu suka terbang terlalu pagi – karena harus beranjak dini hari ke bandara – tak etis rasanya merajuk minta penggantian penerbangan sedikit lebih siang. Sudah dikasih tiket GRATIS pun haha.

digital lounge soekarno hatta, wash room terminal 3 soekarno hatta, ruang mandi bandara soekarno hatta, mandi di terminal 3 soekarno hatta

Belajar dari pengalaman 4 (empat) tahun lalu pernah nyaris tertinggal penerbangan pagi karena terlalu asik bermimpi, saya memutuskan untuk berangkat ke Soekarno Hatta International Airport (SHIA) pk 23.00. Pertimbangannya, mata masih bisa dikontrol untuk tidak lelap dan sesampai di bandara masih ada waktu untuk mencari warung kopi demi mengusir kantuk, ditambah lagi saya tak bisa melakukan web check in sehingga harus memperhitungkan waktu antri di konter. Mengingat di Terminal 3 Soekarno Hatta tersedia ruang mandi, saya pun melewatkan mandi malam – malam dan berencana untuk mandi di bandara saja. Continue reading “Menumpang Mandi di Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport”

Selasa Pagi bersama Adek

makam ade irma suryani, ade irma suryani, korban g30s

Sudah lama rumah di jalan Teuku Umar itu ingin dikunjungi, namun tak pernah benar – benar diniatkan. Walau beberapa pagi pernah melintas bahkan berdiri di luar pagarnya saat mengayuh sepeda, baru pada Selasa pertama di Agustus lalu (benar – benar) tergerak untuk mampir. Tanpa berencana. Tiba – tiba saja keinginan itu datang ketika melihat patung dada A.H. Nasution di Satria Mandala. Kenapa tak sekalian ke Teuku Umar?

museum ah nasution, sasmitaloka nasution, ade irma suryani, peristiwa g30s pki, jenderal nasution

18 September 1948 – Partai Komunis Indonesia (PKI) yang didalangi oleh Musso yang baru saja pulang dari Soviet, memimpin aksi pemberontakan di Madiun. Mereka ingin mendirikan negara Soviet di Indonesia dengan membentuk pemerintahannya sendiri. Untuk mengamankan keadaan, dua hari setelah kejadian yang dikenal dengan Perisitwa Madiun itu; Kolonel Nasution, wakil Tentara Keamanan Rakyat (TKR) masa itu, mengambil kendali memimpin operasi penumpasan PKI Madiun karena Panglima TKR, Sudirman, sedang tak sehat. Operasi berhasil. Musso mati tertembak pada 31 Oktober 1948 ketika berusaha kabur di Balong, Jawa Tengah. Continue reading “Selasa Pagi bersama Adek”

Ratangga, Moda Transportasi dan Wahana Wisata Baru Jakarta

ratangga, mrt jakarta, stasiun mrt, tarif mrt

Ada keriuhan di Jakarta beberapa pekan ini yang mengarak banyak orang berlomba untuk tahu, melihat, dan menikmati sumber riuh. Tak hanya warga Jakarta tapi juga warga dari kota – kota  tetangga dekat seperti Depok, Bekasi, dan Bogor. Obrolan antar kawan, keluarga, rekan kerja di keseharian pun tak lepas dari sumber riuh sehingga pertanyaan “Udah nyobain em-ar-ti belum?” sepertinya menjadi tanya yang wajib ditanyakan saat bersua. Bila dijawab dengan IYA biasanya akan meluncur keluhan dari lawan bicara “katanya ribet ya, mau pesan tiket GRATIS untuk uji coba aja mesti donlot aplikasi bukalapak” Keluhan ini saya dengar tak hanya dari satu orang, tapi dari beberapa orang yang ditemui di tempat yang berbeda.

ratangga, mrt jakarta, moda raya transportasi jakarta, stasiun mrt jakarta

Katanya .. kata si A, B, C .. kesannya jadi orang koq malas sekali mencari tahu informasi yang valid dan lebih senang mendengar kata orang? Bagaimana kalau mencoba langsung agar lebih nyata pengalamannya? Continue reading “Ratangga, Moda Transportasi dan Wahana Wisata Baru Jakarta”

Tenno Heika Menyerah, Mallaby Berlabuh di Tanjung Perak

makam aws mallaby, aws mallaby, mallaby, pertempuran surabaya, the battle of surabaya

Jepang manut juga pada Deklarasi Postdam (Yalta) setelah Amerika mengancam untuk menghancurkan Tokyo menyusul Nagasaki dan Hiroshima. Lewat corong radio Tokyo pada 14 Agustus 1945, Tenno Heika mengumandangkan kepada rakyatnya dan ke penjuru dunia, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Perang Dunia II pun berakhir. Sekutu bersiap masuk ke Indonesia dengan 2 (dua) pasukan khusus. SEAC (Southeast Asia Command) terdiri dari pasukan Inggris untuk wilayah barat di bawah komando Laksamana Lord Louis Mountbatten dan wilayah timur pasukan Australia yang tergabung dalam SWPA (South West Pacific Area) di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur.

Di Indonesia, sebulan setelah merdeka, suasana di Surabaya kembali memanas. Arek – arek Suroboyo tak senang dan tak tenang melihat tentara Jepang masih saja berkeliaran di jalan – jalan kota Surabaya. Dari Singapura, Laksmana Mountbatten, menugaskan Brigadir Jenderal Mallaby dengan pasukan Fighting Cox-nya mengurus Surabaya. Tugasnya, melucuti senjata Jepang dan mengangkut mereka keluar dari Indonesia, membebaskan tawanan perang dan interniran Sekutu terutama perempuan dan anak – anak untuk dievakuasi dari Surabaya serta menjaga kemanan dan ketertiban Surabaya hingga diserahkan kepada pemerintahan sipil.

Yang terjadi kemudian … Pertempuran Surabaya babak kedua pecah di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1945.

Continue reading “Tenno Heika Menyerah, Mallaby Berlabuh di Tanjung Perak”

Berbagi Semangat Kebersamaan dan Keceriaan Berolahraga Rekreasi di TAFISA World Games 2016

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Seberapa sering kamu mendapati anak – anak di sekitarmu rewel, didiamkan oleh orang – orang dewasa yang berada di dekatnya dengan menyodorkan gawai? Seberapa sering kamu melihat dan merasa orang – orang di dekatmu (dan dirimu), dari balita hingga nenek – nenek, asik sendiri dengan gawai di tangan tanpa peduli sekitarnya ketika melakukan perjalanan atau saat bersua bahkan duduk berhadapan di sebuah meja?

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Setiap hari, setiap jam, setiap saat. Benar apa betul?

Tanpa kita sadari gawai telah merebut ruang yang seharusnya dipakai untuk berinteraksi dengan sekeliling, menyekat gerak meski sekadar berbagi senyum terlebih bertegur sapa. Keakraban dengan gawai telah melunturkan keceriaan yang seharusnya bisa dibagi dan dinikmati bersama. Continue reading “Berbagi Semangat Kebersamaan dan Keceriaan Berolahraga Rekreasi di TAFISA World Games 2016”

GRATIS Keliling Jakarta Bareng Mpok Siti

Mpok Siti, Jakarta City Tour, Free bus Jakarta city tour, keliling jakarta gratis, tourist double decker bus, jakarta double decketer tour bus

Akhir pekan kemarin saya bersua seorang kawan pejalan yang sedang berada di Jakarta. Dia bercerita senang sekali mengunjungi Mini Indonesia (Taman Mini Indonesia/TMII) meski hanya berlama-lama di Museum Indonesia dan anjungan Toraja. Dua tempat itu dipilihnya karena bingung mau mendatangi museum mana saja dari puluhan museum di TMII. Agar berasa keliling Indonesia, dia pun masuk ke Museum Indonesia. Tentang anjungan Toraja, dia punya alasan khusus. Mengobati rasa penasaran karena beberapa hari sebelumnya dirinya diundang ngetrip di Indonesia dengan Makassar sebagai salah satu destinasi yang didatangi. Dirinya heran kenapa di perjalanan itu, Toraja tak dimasukkan dalam destinasi wisata yang dituju.

Mpok Siti, Jakarta City Tour, Free bus Jakarta city tour, keliling jakarta gratis, tourist double decker bus, jakarta double decketer tour bus
Mpok Siti

Selama di Jakarta, kawan ini mengandalkan commuter line sebagai moda transportasi murah meriah untuk berjalan-jalan. Tapi ketika dia bercerita berapa biaya yang dikeluarkannya setiap kali bepergian; saya bilang, itu tidak murah! Satu contoh, untuk pergi ke Kota Tua Jakarta, dari tempatnya menginap di Jalan Jaksa, dirinya menumpang ojek ke stasiun Gondangdia. Sekali naik ojek, dia digetok harga oleh tukang ojek min. Rp 25,000. Bahkan katanya, pernah dari Gondangdia ke penginapan dia harus membayar Rp 50,000. Wowww!! 10 kali lipat saja dari tarif ojek online!! Continue reading “GRATIS Keliling Jakarta Bareng Mpok Siti”

Leyden, Dusta Antara Raffles dan Olivia?

John Casper Leyden, MD, museum taman prasasti, sahabat raffles

Tiga minggu lalu saat menemani seorang sahabat baik berkeliling di Museum Taman Prasasti, saya baru ingat belum pernah menuliskan kisah Opa Leyden saat kami berada di depan pusaranya. Terbiasa berjalan sendiri, ketika mendadak diminta menemani berjalan, suka lupa-lupa ingat hendak berbagi cerita apa. Untung yang ditemani lupa membawa peralatan rekam sehingga ekspresi lupanya tak tertangkap kamera hehe. Mumpung ingat, lebih baik dicatat agar nanti bila ada yang bertanya, tinggal buka tautannya.

John Casper Leyden, MD, museum taman prasasti, sahabat raffles
Tempat peristirahatan John Casper Leyden, MD

Selang setahun setelah Perancis mengeratkan pelukannya pada Belanda dengan diangkatnya Louis Napoleon sebagai raja Belanda; British East India Company (Perusahaan Dagang Hindia Timur Inggris) mengeluarkan perintah untuk segera mengusir Belanda dari pulau Jawa. Sebuah pulau yang terlihat subur dengan penduduk mayoritas Muslim, memiliki potensi sebagai pos pengatur jalur lintas perdagangan ke Tiongkok; namun tampaknya tak dikelola dengan baik oleh Belanda. Continue reading “Leyden, Dusta Antara Raffles dan Olivia?”

SmescoNV 2015, Ajang untuk Belajar dan terus Berjalan


Kekuatan media sosial sebagai kanal menjual diri (brand) telah mendorong kenaikan angka pengguna internet penghobi jalan untuk membangun blog dan membuka akun – akun di jejaring sosial.

Apakah itu cukup untuk menjadikannya eksis yang berkesinambungan?

agustinus wibowo, titik nol
Agustinus Wibowo, Show Don’t Tell bangkitkan imajinasi pembacamu

Setiap orang dapat menjadi penulis perjalanan tanpa perlu pergi jauh bahkan keluar dari rumah. Cukup amati apa yang ada di sekitar rumah, pilih dan pilah bagian mana yang hendak dibagikan dan menginspirasi pembaca. Hal ini diungkapkan oleh Agustinus Wibowo, penulis buku perjalanan Titik Nol, pada Smesco Netizen Vaganza 2015 (SmescoNV) Minggu (27/09/2015) lalu. Continue reading “SmescoNV 2015, Ajang untuk Belajar dan terus Berjalan”