Jerit Rindu dari Lingko Bukit Rengge Komba

jerit rindu dari lingko bukit rengge komba, endang moerdopo, konflik tanah ulayat satarpunda, konflik tambang mangan di manggarai

Kehadiran tambang mangan di Bukit Rengge Komba menumbuhkan harap akan kehidupan yang lebih baik bagi warga Desa Satarpunda yang tinggal di dua kampung; Satarteu dan Serise. Dulu, di awal hendak berjalannya kegiatan penambangan, mereka memberi ijin kepada PT. ANADI SAKTI untuk melakukan operasi tambang di tanah mereka. Semoga kehidupan lebih sejahtera.

Tapi, apa yang kemudian terjadi?

Warga Desa Satarpunda terpecah ke dalam dua kelompok: pro dan kontra pada kehadiran tambang di Bukit Rengge Komba itu. Bukit yang tadinya hijau; terluka dan kerontang. Tanahnya menghitam. Debu menutupi lahan, dari kebun hingga ke perabotan di dalam rumah. Keluarga terpecah. Hubungan kekerabatan merenggang. Kehidupan menjadi sangat tak nyaman. Terlebih bagi mereka yang tinggal di Kampung Serise, yang turut merasakan pilu dan terluka karena alamnya dilukai. Continue reading “Jerit Rindu dari Lingko Bukit Rengge Komba”

5 Film Rohani Kristen Penawar Kegalauan

christian film, rekomendasi film rohani yang bagus, film rohani yang wajib ditonton, film rohani kristen

Pandemi Covid-19 yang menjalar sejak awal tahun, menghantam semua sektor kehidupan. Banyak orang menjadi goyah karena kehilangan orang – orang kesayangan, sumber penghasilan, dan harus siap menghadapi tatanan kehidupan baru yang serba tak nyaman.

Ada yang hilang ketika kehidupan sosial dibatasi dan kebiasaaan – kebiasaan yang (dulu) wajar harus diubah dengan berdiam dan berkegiatan di rumah saja. Bahkan keraguan akan penyertaan bahkan keberadaan Tuhan pun mencuat ke permukaan.

Benarkah TUHAN itu ada?
Kalau DIA ada, kenapa (pandemi) ini terjadi?
Apakah dunia segera kiamat? Continue reading “5 Film Rohani Kristen Penawar Kegalauan”

Telaga Darah Panembahan Reso

panembahan reso, sha ine febriyanti, karya masterpiece ws rendra

Sabtu malam, Warhi (78) datang bersendiri ke Ciputra ArtPreneur. Ia dengan bangga menceritakan bagaimana dirinya menjadi salah seorang saksi pementasan lakon Panembahan Reso berdurasi 7 (tujuh) jam yang dipentaskan Bengkel Teater selama 2 (dua) hari berturut – turut di Istora Senayan pada 1986 lalu. Setelah 34 tahun berlalu, Warhi tak sabar untuk menonton (lagi) Panembahan Reso yang durasinya kini dipadatkan menjadi 3 (tiga) jam saja. Dari urusan tiketnya saja menggunakan teknologi yang berbeda. Saya tak paham, harus meminta tolong anak membelikan. Entah ada di mana lagi perbedaannya, katanya sebelum beranjak masuk ke ruang pertunjukan.

panembahan reso, sha ine febriyanti, karya masterpiece ws rendra

Hari menjelang terang tanah. Suara jangkrik dan binatang malam bersahutan – sahutan. Seorang lelaki terduduk di bias purnama. Ia berbicara pada dirinya sendiri tentang apa yang baru saja dialaminya. Ia seperti mengambang di alam mimpi; matanya melek, tak bisa tidur. Continue reading “Telaga Darah Panembahan Reso”

Surya, Mentari, dan Rembulan: Sebuah Resensi dari Sudut Pandang Anak Toraja

bas plaisier, buku tentang toraja, sejarah dan budaya toraja, sejarah sosial toraja, novel toraja

Meski tak pernah menargetkan hendak membaca berapa banyak buku dalam sebulan, tetap ada saja buku yang dibaca. Tuntas tidaknya, tergantung kebutuhan serta menarik tidaknya apa yang dibaca. Di 2019 lalu, saya lebih banyak menumpang baca buku di perpustakaan dan toko buku. Alasannya sederhana. Buku yang dicari adanya di perpustakaan, juga karena tak ingin menambah sesak rak buku.

bas plaisier, buku tentang toraja, sejarah dan budaya toraja, sejarah sosial toraja, novel toraja

Salah satu yang tidak selesai dibaca namun menarik untuk diulas adalah Surya, Mentari, dan Rembulan. Sili Suli, penulisnya, menghubungi saya lewat surat elektronik di minggu kedua November karena membaca Resensi Film dan Buku yang menurutnya baik dan menarik. Jadilah novel yang diluncurkan (ulang) di Ubud Writers & Readers Festival 2019 lalu ini, buku pertama yang diulas di awal 2020 setelah ulasan buku hiatus 3,5 tahun! 🙂 Continue reading “Surya, Mentari, dan Rembulan: Sebuah Resensi dari Sudut Pandang Anak Toraja”

Mengamati – amati Bumi Manusia

poster film bumi manusia, review film bumi manusia, pemeran film bumi manusia, pramoedya ananta toer

Apa yang kamu harapkan dari sebuah film yang diadaptasi dari buku karya sastrawan besar yang menuai banyak hujatan ketika rumah produksi yang akan menggarap film tersebut menentukan aktor yang akan menjadi tokoh utamanya? Sebuah film yang hadirkan kontroversi antara netizen garis keras pecinta buku sastra karya Pramoedya Ananta Toer (Pram) dan penggemar Iqbal, salah satu bintang utama film tersebut di media sosial sebelum film diproduksi? Apa yang ada di pikiranmu tentang Bumi Manusia, film yang gala premier-nya sangat wah, mengalahkan ajang festival film terbesar di Indonesia, FFI!?

poster film bumi manusia, review film bumi manusia, pemeran film bumi manusia, pramoedya ananta toer

Ulasan ini dibuat berdasarkan pengamatan seorang pembaca buku Pram yang membebaskan pikiran dari isi buku Bumi Manusia yang sudah dilahapnya bertahun – tahun lalu sebelum melangkah ke dalam studio. Tak mudah, tapi cara itulah yang harus dilakukan agar bisa melihat dan menangkap pesan – pesan penggarap film yang bertajuk sama dengan bukunya, Bumi Manusia. Continue reading “Mengamati – amati Bumi Manusia”

A Private War: Perang Batin Jurnalis Sejati, Marie Colvin

a private war, marie colvin, war journalist

Enam orang lelaki bersenjata mengendap – endap keluar dari hutan. Di tengah – tengah mereka berjalan seorang perempuan berambut pirang yang baru saja bersua dengan pemimpin mereka di sarang Macan Tamil – kawasan terlarang bagi jurnalis – di hutan Vanni, Sri Lanka. Malam mulai pekat. Di sebuah lahan terbuka yang tampak serupa kebun sayuran, langkah mereka dihadang oleh tentara pemerintah Sri Lanka yang meringsek dari depan. Tak ada jalan untuk menghindar karena hanya itu satu – satunya jalan yang harus dilalui untuk sampai ke tujuan. Perempuan itu berlari keluar dari barisan. Ia berdiri di tengah kebun sayur, mengangkat tangan, dan berteriak memperkenalkan dirinya,”Journalist!

a private war, marie colvin, war journalist

Teriakannya disambut salakan senapan dan .. booom! Continue reading “A Private War: Perang Batin Jurnalis Sejati, Marie Colvin”

Iqro, “Petualangan” Aqila Meraih Bintang

iqro, film religi anak - anak, film iqro

Aqila memiliki minat yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan alam khususnya benda antariksa. Cita – citanya menjadi seorang astronot. Aqila memiliki misi khusus ketika memilih tawaran liburan di rumah Prof. Wibowo, opanya, seorang astronom yang sehari – hari bekerja di Obervatorium Bosscha, Lembang. Namun, setelah bersua opanya, hasrat Aqila untuk segera menjalankan misinya mengamati pluto lewat teropong Bosscha mesti ditunda dahulu karena dari perbincangan mereka berdua, sang opa mengajukan satu syarat yang memberatkan. Untuk bisa masuk Bosscha dan memegang teropong utamanya, sang cucu harus pandai mengaji.

iqro, film iqro, aisha nurra datau, nurra datau
Aqila

Apa hubungannya meneropong pluto sama ‘ngaji?

Keberatan yang dilontarkan Aqila di atas, mungkin akan menjadi pertanyaan kamu juga bila berada pada posisi Aqila. Tanpa perlu berbantahan, Opa Wibowo berhasil meyakinkan dan memotivasi Aqila lewat penjelasan sederhana bagaimana iqro ( = membaca) menjembatani mimpi seseorang untuk meraih bintang.

Continue reading “Iqro, “Petualangan” Aqila Meraih Bintang”

Meneladani Desmond Doss

Hacksaw Ridge, Dessmond Doss, Inspirational Quotes of Hacksaw Ridge

Hari – hari ini sangat mudah sekali orang teledor menjaga lidahnya sehingga dari bibirnya mengalir kata – kata yang meresahkan dan membuat yang mendengarnya ingin jauh – jauh saja dari orang itu. Ada pula yang merasa lebih kuat karena sering berlatih angkat beban, kesenangannya merendahkan dan meremehkan orang lain yang dilihatnya lemah. Lalu yang sudah lebih dahulu punya pengalaman, merasa diri lebih unggul dari sesamanya. Keakuan membuat manusia selalu ingin diakui sebagai yang TER (terpandai, terkuat, terdepan, tertinggi dan ter, ter lainnya). Sifat ini sudah ada dari jaman bumi baru didiami pasangan Adam dan Hawa, kekal diwariskan kepada anak cucunya, KITA yang hidup di dunia saat ini.

Hacksaw Ridge, Inspirational Quote of Hacksaw Ridge, Dessmond Doss

Perkara di atas melenggang begitu saja di pikiran sewaktu duduk di dalam teater menikmati Hacksaw Ridge dua petang kemarin. Hacksaw Ridge, film drama perang yang digarap berdasarkan kisah veteran paramedik Amerika semasa perang dunia kedua (PD II), Desmond T. Doss pada pertempuran Okinawa, Jepang.

Continue reading “Meneladani Desmond Doss”

BETH

Beth, Review film Beth, Sha Ine Febriyanti, Bucek Depp

Obrolan tiga petugas yang berjaga di rumah tahanan (rutan) khusus pesakitan penyalahgunaan obat terlarang malam itu terputus teriakan salah seorang penghuni rutan. Tak sabar dengan pesakitan yang tak lelah gaduh mencari cahaya dengan mengguncang – guncang pintu selnya sepanjang hari; mereka memutuskan untuk mengirimkan pesakitan yang sudah tak waras itu ke rumah sakit jiwa. Si pesakitan yang masuk sel karena narkoba, lelaki muda, parasnya bule Arab dengan rambut ikal yang jatuh melewati bahu itu juga tak henti berguman akan masa lalu.

Beth, Review film Beth, Sha Ine Febriyanti, Bucek Depp

Esok harinya, lelaki muda itu pun berjalan menyusuri selasar Rumah Sakit Jiwa Manusia yang riuh, dengan pandangan kosong sembari memeluk skateboard-nya erat – erat. Oleh dokter, ia ditempatkan di sel isolasi, tempat baginya menjalani masa – masa orientasi dan observasi sebagai penghuni baru sebelum diijinkan bergabung di kamar dan bergaul dengan penghuni lainnya.

Continue reading “BETH”