Kala Rasa Diguling Babi Guling Bali

babi guling bali, babi guling gianyar, kuliner gianyar, kuliner bali

Jam makan siang belumlah terlewat namun lambung sedari tadi menjerit-jerit minta perhatian. Rasanya lapar sekali. Mungkin karena Nasi Pedas yang disentuh pada pagi hari tak memuaskannya sehingga ia sedikit riuh. Malas memikirkan pilihan makanan yang memenuhi hasrat lidah, kuiyakan saja saat Putu menawarkan mengisi lambung dengan Babi Guling di Gianyar yang menurutnya terkenal dan sedap rasanya (menurut kabar dari lidah-lidah yang pernah mampir di sana dan dihembuskan ke sana sini). Meski rekomendasi sarapan yang tak sesuai harapan; saya masih saja memberi kesempatan padanya untuk menunjukkan tempat bersantap yang enak di kampung halamannya. Terlebih merasakan reaksi lambung yang menggeliat kesenangan setelah sekian lama lama tak menikmati makanan satu itu, tunggu apalagi?

babi guling bali, babi guling gianyar, kuliner gianyar, kuliner bali

Bagiku, makan tak melulu harus ke tempat yang banyak didatangi orang sehingga harus menyiapkan waktu mengantre hanya demi satu bangku kosong yang tersedia untukmu bisa duduk dengan nyaman menikmati sajiannya. Rasa itu relatif, terkadang saat lidah si A mengecap enak, lidahku berkata biasa saja. Atau ketika si B memuji tempat kesenangannya yang ramai, aku memilih duduk di kedai sederhana yang tak riuh demi sebuah ketenangan dalam mengolah rasa.

Continue reading “Kala Rasa Diguling Babi Guling Bali”

Memenuhi Panggilan Dewa Agung Jambe

pantai kusamba, perang kusamba, perang puputan klungkung, pantai di bali

Ngurah Rai bersiap tidur saat langkahku memasuki pekarangan rumahnya. Hanya beberapa lampu yang masih menyala di rumah itu. Hari memang sudah larut malam, kutengok tanda waktu di pergelangan tangan kanan, pk 23.30. Untuk ukuran Jakarta, mungkin masih sore. Entah di tempat lain, tapi malam itu, Ngurah Rai sudah beranjak ke petidurannya.

Empat tahun berlalu sejak terakhir kali aku berkunjung ke sini. Rumahnya sudah dibaharui, lebih lega, dan terlihat lebih bergairah. Meski aku tak terlalu berhasrat untuk menyapanya seperti mereka yang bisa setiap akhir pekan mondar-mandir menjenguknya, malam ini aku pun mampir lagi.

pantai kusamba, perang kusamba, perang puputan klungkung, pantai di bali
Satu pagi di Pantai Kusamba

Continue reading “Memenuhi Panggilan Dewa Agung Jambe”

Inspirasi Pagi dari The ONE Legian

the one legian, hotel di legian, review hotel di bali, hotel di dekat kuta, sky pool party

Waktu berencana untuk kembali ke Bali, aku berpikir untuk menghabiskan dua malam di Legian. Kawasan yang tak pernah diam meski pagi segera menjemput. Suasana yang sebenarnya jauh dari kesukaanku yang lebih senang menyepi daripada mengijinkan kuping dihentak hingar-bingar. Tapi di sinilah aku kini, berdiri menatap geliat bingarnya dari depan monumen Panca Benua. Di tempat yang pada 12 Oktober 2002 silam diguncang bom yang menyebabkan nyawa 202 orang yang sedang mengisi liburan di pulau Dewata … melayang.

the one legian, hotel di legian, review hotel di bali, hotel di dekat kuta
Welcome drink

Entahlah apa yang dicari oleh mereka yang telah melakukan kekejian itu. Menyalurkan dendamkah, eksistensi dirikah atau apa? Tak ingin kuingat, terlebih mengenang perihnya. Aku hanya ingin hening sejenak, meski sekelilingku riuh dengan kendaraan yang lalu lalang. Kurapalkan sebait doa bagi mereka yang telah pergi, yang namanya terpatri pada tembok peringatan di depanku agar beroleh ketenangan dalam keabadian roh. Continue reading “Inspirasi Pagi dari The ONE Legian”

Bali Zoo, Kebun Binatang yang Menyenangkan


Dengan mata melotot, mulutmu terbuka lebar. Ada paduan rasa kaget dan senang yang terpancar dari sudut matamu melihat seekor gajah tetiba menjulang memenuhi gerbang yang hendak kita lalui. Dia berhenti, di seberang. Melirik ke kanan dan ke kiri, lalu menatap ke arah kita dengan mata penuh senyum. Buggy yang kita tumpangi pun berhenti di depan pintu keluar villa. Si gajah perlahan undur, menggeser badannya yang lebar sedikit ke kanan agar ada sedikit jalan yang lowong untuk kita lalui. Setelah melewati tempatnya berdiri, barulah diayunnya langkah tuk melanjutkan perjalanan.

bali zoo, paket bali zoo, kebun binatang bali, the sanctoo villa
Tamu VIP harus melalui jalur khusus

Berpapasan dengan gajah hanyalah sepotong pemandangan langka yang mewarnai hari kami dalam perjalanan pagi dari The Sanctoo Villa ke Bali Zoo. Lokasinya yang berada di belakang villa memudahkan tamu The Sanctoo untuk berkunjung setelah sebelumnya menginformasikan kepada petugas di bagian resepsionis hendak berangkat jam berapa agar disediakan buggy yang mengantar ke sana. Bila diukur dengan banyaknya ayunan kaki melangkah; jarak villa ke kebun binatang tak terlalu jauh. Namun mengingat jalannya melalui jalur perlintasan gajah maka manajemen The Sanctoo Villa dan Bali Zoo tak menganjurkan tamunya untuk berjalan kaki di jalur tersebut. Cukup manusiawikan? Continue reading “Bali Zoo, Kebun Binatang yang Menyenangkan”