Choeung Ek: Lara dari Ladang Pembantaian

choeung ek, ladang pembantaian choeung ek, cara pergi ke choeung ek

Pk 14.00 kurang sedikit ketika kami tiba di depan gerbang Choeung Ek Genocidal Center. Meski terkantuk – kantuk selama satu jam perjalanan dari Tuol Sleng, mata terlalu susah diajak merem. Pikiran melayang – layang pada kejadian 40 tahun lalu, saat truk – truk yang disesaki manusia, melintas malam – malam di jalan tanah bergelombang yang sekarang kami lalui. Bedanya, kami berjalan di siang hari dengan tuk tuk yang dikemudikan Sam, melaju amat lamban sehingga serpihan kecil tanah kering juga debunya yang terbang – terbang karena beradu dengan roda tuk tuk; tampak jelas.

Saya iri melihat Ike dan Yuli – duo roommate di Base Villa yang jadi kawan berjalan siang itu – bisa lelap dengan manisnya. Dari mengintip spion di atas kepalanya, saya lihat mata Sam pun mulai sayu. Ah, syukurlah sudah sampai. Kami bergegas turun dari tuk tuk, memberi kesempatan pada  Sam untuk tidur siang sambil menunggu kami berkeliling. Continue reading “Choeung Ek: Lara dari Ladang Pembantaian”

5 Jembatan Ikonik yang Instagenik di Kuala Lumpur

instagramable spot in kuala lumpur, saloma link bridge, jembatan instagenik kuala lumpur

Jalan – jalan, salah satu cara menyiasati bosan setelah berlama – lama diam di rumah saja. Selain menyegarkan pandangan, mengunjungi tempat – tempat kesenangan juga terapi bagi jiwa yang sehat.

Saya jadi teringat Yus Mei, seorang kawan berjalan. Sewaktu bertemu dalam satu perjalanan ke Belitung beberapa tahun lalu, dia asik mencari informasi stadion. Rupanya ia terobsesi dengan tiang gawang. Baginya, gawang sepak bola itu tempat ikonik sehingga dirinya merasa perlu mencari stadion untuk bergambar di antara tiang gawangnya. Tentu tak semua lapangan bola disasarnya. Ia hanya memilih lapangan bola di stadion ternama di kota – kota yang dikunjunginya.

Setiap pejalan memiliki kesenangan, minat, dan tempat idaman yang dipandang elok untuk bergambar ketika melakukan perjalanan. Yang sering mampir kemari, pasti sudah tahu tempat – tempat kesenangan saya kan?  🙂 Continue reading “5 Jembatan Ikonik yang Instagenik di Kuala Lumpur”

Tuol Sleng: Perjalanan Merawat Masa Lalu

tuol sleng genocide museum, S-21 prison, S-21, cambodian genocide, genosida kamboja, tempat wisata menarik di phnom penh

Sam mengemudikan tuk tuknya sedikit lamban menyusuri jalanan kota Phnom Penh yang mulai sibuk. Saya tak punya bayangan sama sekali ke arah mana kami berjalan. Hanya menaruh percaya saja pada Sam ketika menyampaikan Tuol Sleng menjadi tujuan perjalanan usai mengunjungi Kantha Bopha pagi itu. Fifteen minutes is normal suara Sam terdengar dari depan, bersaing dengan deru kendaraan. Benar juga, lima belas menit berjalan dari The Royal Palace, kami tiba di tujuan.

Sam menurunkan saya di sudut Street 113, tepat di depan gerbang, di bawah plang bertuliskan Tuol Sleng Genocide Museum.

See you in an hour, Sam! pamit saya pada Sam.
OK, I’ll wait there, serunya sebelum berlalu mencari tempat parkir yang teduh sembari menunjuk deretan tuk tuk di pinggir jalan, di sisi kanan Tuol Sleng. Continue reading “Tuol Sleng: Perjalanan Merawat Masa Lalu”

Tips Mengurus Paspor di Masa Pandemi COVID-19

cara mudah mengurus paspor, urus paspor saat pandemi, biaya membuat paspor

Apa yang akan dilakukan orang ramai setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan? Jalan – jalan! Iya, jalan – jalan. Setelah 2 – 3 bulan hanya diam di rumah tak pergi ke mana – mana, tiba saatnya untuk plesiran di luar rumah. Dari sekadar jalan kaki di sekitar rumah hingga pergi sedikit jauh dengan berkendara ke tempat – tempat wisata bahkan ke luar kota. Eh, bagaimana kalau ingin ke luar negeri? Boleh – boleh saja, asal memerhatikan protokol bersosialisasi sehat di masa pandemi dalam tatanan kehidupan baru yang diberlakukan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi! Tapiiiii, sebelum berpikir hendak ke mana, coba cek dahulu apakah dokumen perjalananmu seperti paspor masih laik atau perlu dibaharui?

Paspor, dokumen perjalanan berisi identitas pemegangnya yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara, yang wajib dimiliki oleh pejalan yang melakukan perjalanan antar negara. Bagi yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri, baiknya mengurus pengajuan paspor jauh – jauh hari sebelum jadwal perjalanan. Continue reading “Tips Mengurus Paspor di Masa Pandemi COVID-19”

Perjalanan Waktu, Mengenang yang Pergi Pasca COVID-19

karel doorman, battle of java sea, hr ms java, the bell of hr ms java

Upacara peringatan mengenang mereka yang pergi di Laut Jawa 77 tahun lalu, usai sedari tadi. Namun aku memilih meneduh sebentar di samping Monumen Karel Doorman, tempat peringatan berlangsung hikmat. Udara Surabaya yang panas di jelang siang itu benar – benar menusuk kulit. Kulihat, masih ada dua perempuan lain yang juga berdiam di belakang monumen. Anggota keluarga dari mereka yang telah pergi, yang datang jauh – jauh dari Belanda untuk menjenguk peristirahatan ayah/ibu/om/tante/kerabat juga dalam rangka mengikuti upacara peringatan tadi.

ereveld kembang kuning, peringatan berakhirnya perang laut jawa, battle of java sea, reddoorz surabaya, penginapan murah di surabaya
Detik – detik peringatan Battle of Java Sea

Dari tempatku berdiri, aku menebak – nebak usia mereka. Yang seorang kira – kira 70 tahun. Sedang perempuan yang satu lagi sepantaran ibuku, bila saja ia masih ada. Perempuan yang lebih muda menaburkan segenggam melati di bawah kaki prasasti HR. Ms Java. Mungkin ia membawa kembang dan doa untuk ayah atau pamannya atau saudaranya, aku tak sempat bertanya. Ia berlalu dengan tergesa – gesa. Pipinya memerah, kepanasan. Continue reading “Perjalanan Waktu, Mengenang yang Pergi Pasca COVID-19”

Memahami Peradaban Orang Asli Temuan Kampung Tohor

orang asli kampung tohor, orang asli temuan, tok batin apek, suku asli malaysia

Keramahan dan ketulusan, kesan yang akan selalu tersimpan di hati sepulang dari satu tempat yang menjaga sikap baik ketika menerima (dan menjamu) kedatangan orang asing. Tempat di sini bermakna luas. Ia bisa rumah, kedai kopi sederhana yang berdiri di dekat pinggir kali, atau kampung yang warganya terbiasa memelihara akhlak.

tok halak, tari sewang, orang asli temuan, indigenous people malaysia

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi satu kampung Orang Asli, tak jauh dari Taman Negeri Kenaboi di Negeri Sembilan, Malaysia yang masih mempertahankan kesederhanaan di kehidupan keseharian warganya. Tohor – dengan pelafalan huruf r yang sedikit sengau – begitu nama kampungnya. Kedatangan saya dan teman – teman berjalan, disambut Tok Batin Apek – kepala adat yang juga merangkap kepala kampung – bersama sebagian warganya di depan Balai Raya Kampung Tohor. Sebagai tanda selamat datang, kami diberi mahkota yang terbuat dari anyaman daun kelapa untuk dikenakan selama mengikuti kegiatan.

tari sewang, buluh centong, alat musik orang asli, orang asli temuan kampung tohor

Continue reading “Memahami Peradaban Orang Asli Temuan Kampung Tohor”

5 Kegiatan Alam Seru Kala Meneroka Taman Negeri Kenaboi

taman negeri kenaboi, camping ground kenaboi, campsite kenaboi forrest, back2nature

Pk 05.30 ketika mata mulai terbangun pagi itu. Pagi pertama di hari kedua bermalam di dalam tenda yang didirikan di pinggir Sungai Kenaboi yang membelah Taman Negeri Kenaboi. Hari masihlah gelap. Selain karena penerangan yang sangat minim, di barat, matahari selalu datang sedikit terlambat. Tak tampak kegiatan selain suara bisik – bisik penghuni tenda di kiri kanan, yang juga baru bangun. Ingatan pada dua ekor udang balado yang semalam disorongkan Zandra dari piringnya, mendorong saya bergegas mengangkat badan dari velbed dan bersiap mengantre di kamar mandi. Target utama pagi ini, tak boleh kehabisan jatah sarapan!  🙂

taman negeri kenaboi_tenda cewek
Zandra

Kemarin siang, kami menggapai Taman Negeri Kenaboi setelah menempuh kurang lebih 3 (tiga) jam perjalanan dengan mobil van dari Kuala Lumpur, melalui jalan bebas hambatan yang mulus hingga mata saya terantuk pada papan bertuliskan Dusun Kubur, Kampung Esok sebelum kendaraan berbelok masuk ke kawasan hutan yang jalannya bergelombang dan menyempit. Satu hal yang saya senangi bepergian di Malaysia meski jauh – jauh berkendara keluar kota, infrastrukturnya sudah baik hingga ke pelosok sekalipun. Continue reading “5 Kegiatan Alam Seru Kala Meneroka Taman Negeri Kenaboi”

#VisitMalaysia2020: Malaysia Optimis Menyambut Kedatangan 30 Juta Wisatawan Asing

visit malaysia 2020, numbers of touris arrival 2020 malaysia, pata travel adventure conference and travel mart 2020, visit sabah 2020

Kadazandusun a.k.a Dusun, etnis terbesar di Sabah, Malaysia. Di kehidupan lalu, ketika masyarakatnya masih memeluk animisme dan bobohizan dipercaya sebagai titisan moyang, mantra adalah sesuatu yang wajar untuk melindungi diri, keluarga, juga harta dari orang jahat. Salah satu contoh, mantra yang dipasang di tangkob, lumbung padi yang berdiri di depan rumah. Mantra “bekerja” untuk menangkap basah pencuri yang menaiki tangkob hendak mengambil padi. Sekali kaki pencuri menapak di tangkob, ia akan menempel semalaman hingga dieksekusi esok hari dengan kepala dipenggal dan dijadikan hiasan gantung di langit – pangit tangkob.

The headhunter, julukan untuk Kadazandusun yang di keseharian lalu, selain hidup bertani mereka pun terkenal sebagai pemburu kepala manusia. Mantra pada tangkob itu CCTV alami untuk orang Dusun, kata Arif, pemandu lokal yang menemani berkeliling Mari Mari Village. Continue reading “#VisitMalaysia2020: Malaysia Optimis Menyambut Kedatangan 30 Juta Wisatawan Asing”

Menumpang Mandi di Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport

digital lounge soekarno hatta, wash room terminal 3 soekarno hatta, ruang mandi bandara soekarno hatta, mandi di terminal 3 soekarno hatta

Minggu lalu, berkesempatan untuk menghadiri PATA Adventure Travel Conference and Mart 2020 (11 – 15 Februari 2020) di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Dari Jakarta, saya dapat penerbangan pagi – pagi dengan Malaysia Airlines yang terbang tepat waktu pk 04.30 ke Kuala Lumpur. Meski tak terlalu suka terbang terlalu pagi – karena harus beranjak dini hari ke bandara – tak etis rasanya merajuk minta penggantian penerbangan sedikit lebih siang. Sudah dikasih tiket GRATIS pun haha.

digital lounge soekarno hatta, wash room terminal 3 soekarno hatta, ruang mandi bandara soekarno hatta, mandi di terminal 3 soekarno hatta

Belajar dari pengalaman 4 (empat) tahun lalu pernah nyaris tertinggal penerbangan pagi karena terlalu asik bermimpi, saya memutuskan untuk berangkat ke Soekarno Hatta International Airport (SHIA) pk 23.00. Pertimbangannya, mata masih bisa dikontrol untuk tidak lelap dan sesampai di bandara masih ada waktu untuk mencari warung kopi demi mengusir kantuk, ditambah lagi saya tak bisa melakukan web check in sehingga harus memperhitungkan waktu antri di konter. Mengingat di Terminal 3 Soekarno Hatta tersedia ruang mandi, saya pun melewatkan mandi malam – malam dan berencana untuk mandi di bandara saja. Continue reading “Menumpang Mandi di Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport”