Rethinking Tourism: Pariwisata Berkelanjutan, Inklusif, dan Tangguh


Pariwisata, salah satu sektor pendukung ekonomi andalan Indonesia yang terpuruk karena pandemi. Buanyaaaak pelaku wisata, suffer, ketika Covid-19 meluluhlantakkan mata pencarian dan memaksa semua orang untuk memulai aktivitas keseharian yang baru. Mereka yang tadinya aktif bepergian, mendadak harus berdiam di rumah, dan cerita-cerita perjalanannya pun berhenti.

Beberapa waktu lalu, saya iseng blogwalking ke beberapa blog yang mengulas perjalanan dan mendapati banyak blog yang hiatus sejak 2019 bahkan jejaknya hilang. Ada sih satu dua blog yang sesekali terlihat aktif dengan membagikan tulisan lama sehingga tampak baru – termasuk saya 🙂 Sedalam itukah imbas pandemi Covid-19, menurunkan semangat menulis cerita perjalanan?

Setelah 2,5 tahun dihajar pandemi; nadi kehidupan berangsur-angsur pulih, berdetak dengan irama yang mulai teratur dan orang-orang mulai berjalan lagi. Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sangat optimis dapat mencapai target kunjungan 3,6 juta wisman tahun ini.

Pergeseran TREN Pariwisata Indonesia

Membincangkan pariwisata, harus melihat dan mempelajari TREN-nya juga. Tapi, sebelumnya mari sama-sama menganalisa pergeseran yang terjadi di kehidupan keseharian kita saat Covid-19 melanda.

Saya teringat ibadah Minggu di gereja kemarin, ketika bapak pendeta memulai khotbahnya dengan membahas secara ringkas teori psikologi yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow pada 1943, Hierarchy of Human Needs (Piramida Kebutuhan Manusia). Ketika pandemi datang, terjadi pergeseran dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Jika sebelumnya orang beramai-ramai mencapai puncak piramida untuk aktualisasi diri, mendadak semua dikembalikan pada pemenuhan kebutuhan yang mendasar, yaitu makan, kesehatan, dan keamanan. Nah .. wisata/jalan-jalan itu termasuk kebutuhan tersier kan?

rethinking tourism, pariwisata yang berkelanjutan, sustainable tourism, piramida kebutuhan dasar manusia

TREN di sektor pariwisata pun sama. Yang menjadi target pasar wisata adalah pejalan! Artinya .. manusia sebagai konsumennya kan? Pandemi mengubah kebiasaan di keseharian dengan diberlakukannya pembatasan sosial, aktivitas dilakukan secara daring – bahkan berwisata pun virtual, penerapan aturan perjalanan, termasuk vaksinasi Covid-19. Imbasnya, target di 2020 terjun bebas dan terjadi penurunan pendapatan negara dari sektor pariwisata sebesar 20,7 milyar! Indonesia tidak sendiri. Kondisi  ekonomi yang terpuruk karena pandemi terjadi secara global. Lock down di mana-mana.

Kekuatan Indonesia dan Pemulihan Ekonomi

OPTIMIS dan tetap WASPADA, spirit yang diembuskan Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2022, 16 Agustus kemarin. Kita harus bersyukur, Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi dan mampu memulihkan ekonomi dengan cepat. Indonesia juga termasuk lima negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia.

Kalau kita mampu mengelola pandemi dengan baik, berarti kita juga pasti mampu mengelola agenda-agenda besar lainnya dengan baik. Inilah kekuatan pertama kita untuk membangun Indonesia. Melihat kemajuan Indonesia, kepercayaan dunia pun meningkat.

Joko Widodo

Walau pandemi belum benar-benar berakhir, pemulihan ekonomi mulai menguat dan pariwisata mulai hidup lagi. Dari hasil studi yang diterbitkan oleh Agoda di April 2022, Indonesia berada di peringkat ketiga Top 10 Destination in Asia dengan Bali sebagai pilihan tujuan wisata utamanya untuk perjalanan di Januari – September 2022. Ini menjadi pelengkap kabar baik menyusul dicabutnya pemberlakuan karantina bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Bali sebagai indikator pariwisata Indonesia, tetaplah yang dikedepankan dan menjadi pilar dalam penataan pariwisata Indonesia untuk mendapatkan kepercayaan dari luar pasca pandemi di samping Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo sebagai 5 Destinasi Wisata Super Prioritas.

rethinking tourism, pariwisata yang berkelanjutan, sustainable tourism, piramida kebutuhan dasar manusia

Rethinking Tourism

Di 27 September mendatang, Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan The World Tourism Organization (UNWTO), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus mempromosikan dan mempelajari pariwisata global khususnya negara-negara berkembang. Pertemuan yang akan dihadiri oleh para pemangku dan pelaku pariwisata yang dirangkai dengan peringatan World Tourism Day yang ke-42 itu, mengambil tema Rethinking Tourism. Sebuah ajakan untuk bersama-sama memikirkan, membincangkan, dan menyamakan visi bagaimana menjalankan pariwisata yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh. Pulih bersama setelah pandemi.

Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan wisatawan, industri, lingkungan dan masyarakat lokal sebagai tuan rumah. Pariwisata berkelanjutan juga harus mempertahankan tingkat kepuasan wisatawan yang tinggi dan memastikan pengalaman yang berarti bagi para wisatawan, meningkatkan kesadaran mereka tentang isu-isu keberlanjutan dan mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan di antara mereka.

Baca juga:

Jadi, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Pejalan yang bertanggung jawab perlu banget memahami hal dasar tentang pariwisata berkelanjutan. Mulailah berjalan dengan langkah sederhana yang memberikan dampak panjang, yang pada prinsipnya melakukan perjalanan ramah lingkungan dengan:

  • Bepergian dengan Transportasi Publik seperti kereta api atau bus.
  • Hemat Energi, kalau di penginapan, biasakan untuk mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan.
  • Peduli Lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan biasakan membawa botol minum sendiri.
  • Belanja Produk dan Kuliner Lokal, ini akan membantu tumbuh kembang industri UMKM.

Pariwisata yang bergairah akan mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat, yang memerlukan kesadaran dan kerja sama semua pihak yang terkait di dalamnya. Buat kamu yang mau melakukan perjalanan, patuhi aturan perjalanan dan jangan lupa … booster! saleum [oli3ve].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s