Safari Hutan Mangrove Klias, Mencari Monyet Berhidung Panjang dan Kunang-Kunang


Mataku harus berjuang untuk (kembali) melek ketika mendengar suara orang ramai bergegas turun dari bus. Agar bisa segera fokus, kubasahi kerongkongan dengan menghabiskan setengah botol air mineral dan mengelap muka dengan tisu basah. Ping, perempuan yang menjemputku di bandara Kota Kinabalu International Airport tiga hari lalu, berdiri gelisah di pintu bus. Melihatnya sebentar-sebentar menengok jam di tangan kirinya, aku baru tersadar, dia gemas menungguku beranjak dari bangku 🙂

“Maaf Ping, aku benar-benar teler padahal tidak minum obat tidur. Terima kasih tidak membiarkanku lena dan tertinggal di bus”. Aku senyum-senyum melompat dari bus dan berjalan mengimbangi langkahnya yang pendek-pendek namun cepat. “Jom, cepat sikit nanti ketinggalan boat. Bawa losion anti nyamuk kan?” Aku mengangguk, mengeluarkan losion dan membalur tangan dan kaki. Kulit kedua tanganku dari lengan hingga pergelangan tangan yang lupa dibaluri tabir surya, masih perih dan sudah memerah karena terbakar matahari saat rafting kemarin di Sungai Kiulu. Tak maulah ditambah bentol-bentol karena sengatan nyamuk rawa.

klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Rumah panggung di pinggir Sungai Klias, Sabah

Kami tiba di Kampong Kota Klias setelah berkendara dua jam dari pusat Kota Kinabalu. Matahari tak lagi menyengat. Tapiiiii … nyamuk rawa sudah menanti di tempat bermainnya yang sedang kami tuju. Satu dua ekor mulai berani mencium-cium betis yang telanjang di jembatan kayu yang melintas di atas rawa menuju restoran terapung, titik kumpul di dermaga Sungai Klias.

“Welcome to Klias River Cruise! Sila ambi lifejacket. Bila perlu binocular bisa sewa di konter, ya.” Ekor mataku mengikuti telunjuk abang-abang yang menyambut di pintu masuk, yang menunjuk ke tempat gantungan lifejacket. Risiko datang berlambat-lambat, hanya bisa memilih yang tersisa di gantungan. Sedikit longgar tapi di trip berikutnya bisa ditukar dengan ukuran yang sesuai. Sebelum beranjak, si abang juga memberikan penjelasan singkat aturan berjalan yang akan dibagi 2 (dua) kali trip dan harus diingat-ingat termasuk … jam makan! Ping sebenarnya sudah menjelaskan kegiatan apa saja yang bisa kami nikmati dengan berperahu motor menyusuri Sungai Klias di petang hingga malam nanti. Karena tadi tertidur, aku menangkapnya sepotong-sepotong 🙂

klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Boneka bekantan, souvenir Klias River Cruise

Usai melahap kudapan petang berupa kue tradisional Melayu, menyesap secangkir teh Sabah yang rasanya asyik – wajib dicoba bila ke Kota Kinabalu dan dibeli untuk stok di rumah – serta menambah secangkir teh tarik; kami beranjak ke dermaga. Ketika yang lain berlomba untuk menempati bangku di bagian depan dan tengah, aku dengan santai berjalan ke belakang perahu karena ingin ‘ngobrol dengan Suhaimi (43), juru mudinya. “Panggil Abang Gan sahaja,” katanya ketika aku minta ijin untuk memotretnya. Abang Gan – setelah sedikit akrab, aku baru ngeh, dia ingin dirinya dipanggil abang ganteng haha – sudah 20 tahun menjadi juru mudi perahu motor untuk wisata di Klias. “Setiap hari ramai yang datang ke mari, apalagi akhir pekan. Tapi sejak ada Covid-19, semua tempat wisata sepi. Sekarang, Abang ke sini bila ada call (= panggilan).

klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Suhaimi a.k.a Abang Gan(teng)

Trip pertama hari itu mencari bekantan (Nasalis larvatus), monyet berhidung panjang yang hidup di hutan rawa di pulau Kalimantan – Brunei, Indonesia, dan Malaysia. Di Malaysia, bekantan lebih familiar dengan sebutan proboscis monkey. Perahu motor kami terus melaju ke barat, menyusuri Sungai Klias. Sesekali kami melewati rumah kayu yang berdiri jarang-jarang di sepanjang tepian sungai. Selagi asyik menikmati pendar jingga matahari, Abang Gan menghentikan perahu, “Tengok kat pohon tu!” Suaranya sontak membuat seisi perahu berpaling ke arah pohon yang ditunjuk Abang Gan.

Bekantan termasuk jenis hewan pemalu. Mereka akan bersembunyi ketika kupingnya menangkap kehadiran manusia. Meski mata sudah membelalak dan berkeliaran ke setiap dahan pohon, aku tak melihat penampakan bekantan sedikitpun. “Bang, majuan! Bisa tak?” Insting tukang parkir mendadak muncul, meminta Abang Gan mendekatkan perahu ke tepian. Abang Gan memundurkan perahu, kami berpindah ke lokasi berikutnya. Dari empat titik yang kami singgahi petang itu, aku hanya bisa melihat bekantan di perhentian kedua. Tiga ekor bekantan; ayah, ibu dengan anaknya yang masih bayi sedang bersantai di atas pohon. Sayangnya, aku tak dapat merekamnya karena lensa kamera tak dapat menjangkau posisi mereka. Sebelum hari menjadi gelap, kami kembali ke restoran untuk makan malam.

klias river cruise, jaringan prima, paket internet rumah, bekantan
Dermaga Klias
klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Makan dan makan 🙂

Trip kedua dimulai jelang pk 20.00. Kami kembali menaiki perahu untuk mencari .. kunang-kunang! Sejak mendengar tuturan Ping tentang kunang-kunang di Klias, aku penasaran. Keren benar, kunang-kunang dijadikan konten wisata lho! Di Jakarta, aku sudah lama sekali tak melihat kunang-kunang. Agar dapat melihatnya dalam gelap, lampu perahu sengaja diredupkan bahkan dimatikan sehingga kami melaju dalam kegelapan. Deg-deg’an juga .. karena tak bisa melihat apa-apa yang muncul di atas permukaan air selain mendengar deru mesin perahu.

Ternyata, itu adalah trik untuk mendekati tempat ‘nongkrong kunang-kunang. Ada beberapa pohon yang menjadi “rumah” dan tempat berkumpul mereka. Ketika mendekati tempat itu, Abang Gan mematikan mesin dan menyalakan lampu sorot berwarna merah. Tak seperti bekantan, kunang-kunang lebih berani unjuk diri dan mendekati manusia. Tak lama, beberapa ekor kunang-kunang mendekat ke perahu. Karena gelap, kunikmati saja bercanda dengan kunang-kunang tanpa sempat mengabadikannya. Walau pulang tanpa foto-foto bekantan dan kunang-kunang, aku tetap bersyukur dengan perjalanan senja itu karena setiba di hotel, dapat buah tangan boneka bekantan. Kadang, beberapa momen memang dihadirkan untuk direkam ke dalam memori di kepala saja.

klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Tak ada foto bekantan, dapat foto diri walau yang jepret salah fokus 🙂

Klias River Cruise, salah satu destinasi wisata air dan petualangan di Sabah yang menyenangkan. Bila ingin ke sana, baiknya menggunakan jasa tur. Selain letaknya yang jauh dari Kota Kinabalu, kendaraan umum juga sangat jarang yang melintas di sana. Ya, setiap perjalanan memerlukan biaya dan memiliki dramanya sendiri. Besar kecilnya biaya yang diperlukan, tergantung perjalanan itu sendiri. Hendak ke mana, berapa lama, dengan siapa, dan ngapain aja? Yang pasti, ketiga komponen ini harus diperhitungkan dengan baik ketika membuat rencana perjalanan: biaya transportasi, penginapan, dan makan.

Puji Tuhan, waktu jalan-jalan ke Sabah tempo hari, aku hanya mengeluarkan sedikit uang untuk jajan camilan jika mendadak lapar di antara jam makan. Biaya yang lain, ditanggung oleh yang mengajak berjalan. Aku biasa menyebutnya berkat dari perjalanan untuk berjalan dan jajan dari kegiatan menulis perjalanan dengan memanfaatkan paket internet.

Tips mendapatkan uang jalan dan jajan dari internet
MENULIS di BLOG – jika kamu suka berjalan dan senang menulis, bagikanlah pengalamanmu dengan menuliskannya di blog. Selain perlu niat dan semangat untuk berbagi cerita di blog, kamu juga memerlukan koneksi internet dengan jaringan PRIMA dan mumpuni agar kegiatan ‘ngeblogmu lancar jaya. Pahami juga, orang tak akan melirik jika membuka blogmu, isinya hanya sambutan selamat datang. Untuk menajamkan tulisan, ikutlah pelatihan menulis yang diadakan komunitas ataupun penulis senior yang sudah berpengalaman.

klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Membuat draft tulisan sepulang ke hotel agar tak lupa

Ketika akhirnya kesempatan mendatangimu, baiknya bermufakatlah lebih dulu dengan penyelenggara kegiatan atau yang mengajak berjalan. Jangan menebar janji untuk mempublikasikan tulisan tiap hari tanpa mengecek jadwal kegiatan dan ketersediaan internet di tempat tujuan. Walau kadang tetap membawa laptop untuk bekerja tipis-tipis saat bepergian, aku terbiasa memberikan tenggat waktu untuk membereskan kewajiban sepulang dari perjalanan. Pun sejak kebutuhan kerja daring meningkat, rasanya lebih nyaman berlangganan Paket Internet Rumah dan bekerja dari rumah saja. Tak terkendala jaringan yang timbul tenggelam terlebih di wilayah blank spot.

Mengikuti ajakan perjalanan yang sudah diatur oleh penyelenggara kegiatan sangat jauuuh berbeda dengan perjalanan suka-suka hati. Pandai-pandailah memilah tawaran yang datang agar perjalananmu memberikan energi baik untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Jika semangatmu masih menggebu, kamu bisa mengolah tulisan dari blogmu dan mengirimkannya ke media lain untuk dipublikasikan. Dapat uang jajannya jadi dobel kan? 🙂

klias river cruise, paket internet rumah, jaringan prima, bekantan
Tulisan perjalanan di sebuah media cetak

Sayangnya, kebanyakan orang hanya melihat dari kemasan luarnya saja. Dari capaian orang lain dengan membaca cerita-cerita yang dibagikan juga melihat gambar-gambar apik yang berseliweran di media sosial para pejalan, lalu membayangkan makan enak di sana-sini. Asyik benar, ya! Eitsss .. tidak semudah yang kau bayangkan, Esmeralda!

Tak ada yang terjadi secara instan, semua ada prosesnya. Pernah memerhatikan perkembangan bayi? Untuk dapat berjalan, seorang bayi memulainya dengan belajar tengkurap, merangkak, berdiri, lalu melangkah satu-satu. Kadang dia gemas dan menangis karena kesal dengan dirinya yang ingin cepat-cepat berlari padahal berdiri saja masih berpegangan pada kursi. Demikian juga dengan blogging. Membuka akunnya mudah. Menjaga/merawat dan konsisten untuk mengisinya dengan konten, butuh ketahanan mental! Ada banyak energi yang diperlukan untuk berjuang (dan bertahan) agar tetap bisa konsisten di situ. Termasuk, mengumpulkan mood untuk menuliskan cerita ini, saleum [oli3ve].

2 thoughts on “Safari Hutan Mangrove Klias, Mencari Monyet Berhidung Panjang dan Kunang-Kunang

  1. Asyiik bisa mengikuti petualangan Mbak Olive berburu kunang-kunang.
    Yuup saya termasuk yang mengagumi artikel kereen, lolos muat media masa. Buah dari kerja keras dan kerja cerdas penulisnya, seperti mbak Olive.
    Selamat terus berkarya ya Mbak. Sehat sukacita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s