Thanh Thuy dan Kejutan – kejutan Menyenangkan Tentangnya


“Welcome to our first destination.” Telunjuk Thu terarah pada sebuah bangunan kecil yang berdiri di tengah sawah,”Your favorite destination. Itu bunker yang ada di buckletlist-mu kan?” Mulut Thu terus bergerak dengan riang sembari menepikan motor, menjawab tatap keheranan saya. Anak perempuan ini terlalu bersemangat. Mukanya berseri – seri sejak kami berkenalan pagi tadi di lobi Amona, hotel tempat saya akan meluruskan badan nanti malam.

Saya baru sejam menghirup udara Hue (dibaca: way), kota di selatan Ha Noi di wilayah tengah Vietnam. Di era dinasti Nguyen, Hue pernah menjadi ibukota Vietnam pada 1802 – 1945. Bagi penikmat kenangan hal lalu, Hue dikenal sebagai kota sejarah yang menyenangkan berkat tinggalan masa dari era Nguyen yang terawat dengan baik. Alasan kuat saya memutuskan mampir sebentar ke kota yang kini menjadi ibukota provinsi Thua Thien Hue, sebelum turun ke Sai Gon.

Dari Ha Noi kemarin petang, saya memilih turun ke Hue dengan The Sinh Tourist, sleeper bus, yang berjalan tepat pk 18.00. Sepanjang ingatan saya di tiga belas jam perjalanan, bus hanya berhenti sekali untuk istirahat makan malam di tempat perhentian bus – bus antar kota di daerah Tam Diep, Ninh Binh. Setelah makan malam, saya lebih banyak tidur hingga terbangun pk 06.30 menjelang Hue.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, viet cong bunker
Bunker Viet Cong

Karena datang terlalu dini, saya belum bisa check in di penginapan. Tapi oleh mbak resepsionis diijinkan menggunakan kamar mandi di lantai dua dan menitipkan Meywah di samping mejanya. Saat sedang menata isi perut Meywah, Thu – namanya dirapalkan serupa orang hendak meludah – muncul di lobi. Ia memperkenalkan diri sebagai pengendara motor yang ditugaskan untuk menjemput saya pagi – pagi, ”Bos saya bilang tamu yang akan saya bawa berkeliling, berbeda dengan yang lain.”

Semalam sebelum lelap di bus, saya memang mengirimkan banyak permintaan ke Hagar, nama perempuan yang disebut Thu; bos saya. Hagar adalah Kepala Penjualan di Lady Riders, operator tur yang menawarkan paket perjalanan petualangan dengan membonceng motor yang dikendarai oleh perempuan – perempuan Vietnam. Hagar belum menjawab permintaan tersebut. Saya pun yakin pagi ini dia belum bangun. Tapi anaknya sudah muncul di depan saya, 30 menit lebih awal dari waktu janji temu yang saya usulkan. Saya menandainya sebagai sebuah kesepakatan yang menyenangkan 🙂

Bunker Viet Cong
Kebersamaan hari itu diawali dengan menyesap secangkir kopi khas Hue di kedai kopi legendaris tempat lahirnya Ca Phe Muoi – lidah barat menyebutnya Salty Coffee. Rasanya asik. Lidah saya jatuh hati saat hangatnya menyentuh lidah. Sayang kami tak bisa berlama – lama duduk. Matahari sudah mulai tinggi. Setelah ‘ngopi, Thu melajukan motornya ke timur. Dari jalanan rata di tengah kota ke tepian kota yang sepi dan jalannya menanjak. Sesekali kami berpapasan dengan truk pengangkut tanah – bahkan Thu sengaja melambung mereka – yang sedang terengah – engah di tanjakan. Sepuluh menit berjalan, kami berbelok ke jalan kampung yang kiri kanannya hamparan sawah hingga Thu memelankan motornya dan berhenti di Con Mieu Secret Tunnel yang dari jauh tampak serupa rumah – rumahan di tengah sawah.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, Viet Cong bunker

“Semalam saya banyak bertanya pada ayah saya rute ke tempat – tempat yang akan kita kunjungi hari ini agar tak buang waktu berputar – putar di jalan. Beberapa tempat belum pernah saya datangi. Kata bos saya, ini paket perjalanan spesial. Tak ada di paket Lady Riders. Bagaimana kamu bisa tahu tempat – tempat ini?”

Saya hanya senyum – senyum melihat mimik penasaran Thu. Pun tak ingin mematahkan semangat & usahanya mencari tahu tentang bunker di depan kami walau di itinerary yang saya sodorkan ke Hagar; tak ada jadwal bermain ke tempat ini. Kepolosan dan kejujuran Thu membuat saya menyukai dirinya.

Bunker yang terekam dalam ingatan saya, dikelilingi pohon – pohon pinus. Dulu digunakan oleh Amerika. Sedang bunker yang kami datangi, milik Viet Cong. Mari dinikmati saja sebagai bonus perjalanan. Sayang, akses ke dalam bunker sudah ditutup. Saya hanya bisa mengintip bagian depan yang menyerupai ceruk. Di dalamnya ada meja persembahan dengan piring persembahan berisi tiga bungkus mi instan dan beberapa batang hio bekas dibakar. Untuk ketenangan jiwa – jiwa yang telah mendahului, sebait doa dirapalkan sebelum kami beranjak dari sana.

Pasar Tradisional & Jembatan Tua Thanh Toan
Kami melanjutkan perjalanan ke Thuy Thanh, kampung yang warganya bersetia dengan kearifan lokalnya. Motor menari – nari di atas jalanan yang aspalnya robek di sana sini, menyisakan tanah kuning kemerahan yang debunya terbang – terbang dicium ban motor dengan menggebu. Thu tampak sudah terbiasa melaju di jalan tak beraspal. Tangannya cekatan mengatur gerak stang ke kanan atau kiri, mencari jalan yang tak membuat pantat terlontar – lontar di atas jok. Mendekati perkampungan, kami melewati bangunan – bangunan lawas yang berdiri di kiri kanan jalan. Melihatnya, mendadak banyak keinginan bermunculan di kepala yang harus dibujuk – bujuk agar tak mendesak untuk dituruti. Semoga nanti bisa kembali bermain ke sini dalam waktu yang tak lama.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, thuy thanh traditional market
Di keseharian warga Vietnam senang mengenakan masker meski bukan pandemi

Thu menghentikan motor di luar pagar Thanh Toan Farming Museum. Saat hendak melangkah ke pekarangan museum, Thu malah mengajak mengitarinya. “Kita cari sarapan dulu di pasar, museumnya nanti saja. Paling akhir.” Karena bermain ke pasar termasuk paket bonus perjalanan, saya pun mengekor di belakang Thu 🙂

Kegiatan di pasar Thanh Toan berawal pagi – pagi sekali hingga sekitar pk 11.00 setiap hari. Jika ingin menikmati keseharian warga Thanh Thuy, berjalanlah pagi – pagi dari Hue. Yang menarik, saya tak melihat satu pun laki – laki di pasar ini. Semua perempuan! Dari yang berjualan hingga yang belanja. Dari anak perempuan yang menemani ibunya berjualan kue basah hingga perempuan paruh baya yang berjualan sayuran. Menurut Thu, laki – laki lebih banyak turun ke sawah walau sesekali ada juga yang muncul sebentar di pasar.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, thuy thanh traditional market
Banh Canh Cua

Pasarnya kecil saja. Suasananya mengingatkan saya pada pasar di dekat rumah yang sering saya datangi jika pulang ke kampung. Dari depan berderet penjual bumbu dapur dan sayuran, diikuti penjual ikan, ayam potong, dan daging. Penjual kudapan tradisional satu dua menggelar dagangannya di antara penjual sayur. Di bagian belakang penjual ayam hidup. Tenda – tenda penjual pakaian dan barang kelontong berhadap – hadapan dengan kedai makanan, berdiri rapat – rapat di dekat pintu masuk. Setelah berkeliling sekali putaran, kami kembali ke depan dan duduk memesan dua mangkuk Banh Canh Cua – semacam mi kuah – di samping pintu masuk.

Pasar Thanh Toan berdiri berjarak, berhadap – hadapan dengan Thanh Toan Bridge, jembatan kayu dari era dinasti Nguyen yang menjadi ikon Thuy Thanh. Keberadaan pasar sepertinya mengikuti kehadiran jembatan yang dibangun pada pertengahan abad 18 atas inisiatif dan budi baik Tran Thi Dao, istri hulubalang kerajaan. Jembatan ini dibangun untuk memangkas jarak dan waktu untuk sampai di seberang serta memudahkan mobilisasi warga Thuy Thanh sehari – hari.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam

Jembatan yang sudah uzur namun berdirinya masih terlihat kokoh, juga masih kuat menahan beban yang melintas di atasnya – tentu saja beban untuknya dibatasi. Untuk menghormati jasa Tran Thi Dao, baginya dibuatkan altar doa di tengah – tengah jembatan. Siapa saja yang melintas di jembatan, boleh berhenti untuk mengirimkan doa – doa baik bagi perempuan kelahiran Thuy Thanh yang tak melupakan akarnya meski sudah menjadi orang besar.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, thuy thanh traditional market

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, thuy thanh traditional market

Banjir besar dan taifun yang acap menyapa Hue, membuat jembatan telah bergeser beberapa meter dari tempat awal didirikan. Bila melihatnya di musim kemarau seperti saat kami datang ke Thuy Thanh; kalinya kering. Tak terbayang pergeserannya hingga Thu mengajak saya mendekati tonggak penanda ketinggian banjir yang sengaja dibangun di bibir kali. Ouuw .. kampungnya pernah tenggelam!

Thanh Toan Farming Museum
“Besok kamu ke Hoi An, kan? Di sana ada Japanese Bridge, serupa dengan jembatan ini. Tapi kalau kamu mau melewatinya harus bayar. Di sini GRATIS.” Kenyataannya, sewaktu main – main ke Japanases Bridge, saya tak membayar karena datang pagi – pagi saat petugas loket belum bertugas 😉 Cerita tentangnya nanti di perjalanan ke Hoi An, ya.

Dari pasar, kami menyeberang ke museum lewat jembatan Thanh Toan. Bagi warga Vietnam apalagi anak sekolah, masuk beberapa museum di sana; dapat diskon bahkan GRATIS. Selama berjalan bersama Thu, kami memanfaatkan kartu mahasiswanya untuk mendapatkan potongan harga karena muka saya serupa orang Vietnam haha.

than toan bridge, hue, vietnam tengah, thuy thanh village, an old bridge in Vietnam, thuy thanh traditional market

Sesuai namanya, koleksi Thanh Toan Farming Museum sebagian besar perkakas pertanian dari masa ke masa. Kami tak berlama – lama di museum meski ada keinginan untuk berkeliling kampung terlebih melihat rombongan turis bule yang berjalan beriringan menyusuri tepian kali Thanh Toan. Hmm .. kemana mereka? saleum [oli3ve].

One thought on “Thanh Thuy dan Kejutan – kejutan Menyenangkan Tentangnya

  1. Asyiik ikut jalan-jalan Mbak Olive. Uniknya bunker di tengah sawah. Ooh cantiknya jembatan ini, yuup mirip ya dengan yang di Hoi An. Terima kasih Mbak Olive, diajak blusukan cantik.
    Salam sehat selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s