Kenyamanan dan Keramahan Penthouse Onetel Panorama Sai Gon


Kenyamanan adalah rasa puas yang didapatkan seseorang dari sesuatu. Bisa sesama, tempat, atau benda. Meski berada di satu tempat yang sama, bergaul dengan orang yang sama, atau memegang benda yang sama; rasa nyaman yang diterima tak pernah sama pada setiap orang. Bisa saja yang seorang tak mendapatkan apa yang diharapkannya karena kenyamanan tak ditakar dengan materi. Ia bergantung pada seberapa besar skala nyaman yang kita harapkan pada sesuatu. Dinikmati dan dirasakan dengan hati. Hal ini juga berlaku ketika hendak memilih tempat untuk menginap selama melakukan perjalanan.

Kedatangan saya di Sai Gon – sekarang Ho Chi Minh City, hanya saja seperti kebanyaian warganya; saya lebih senang menyebutnya Sai Gon – sore itu disambut dengan sedikit drama. Dari Ga Sai Gon, saya memesan ojek daring untuk mengantarkan ke penginapan. Kalau dilihat dari peta, jalannya lurus – lurus saja. Tapi mas ojeknya mengambil jalan pintas yang muter – muter. Sudah dekat tujuan, dia salah belok pula! Harusnya ke kanan, dia ambil lurus menuju ke kiri. Alhasil, di simpang enam yang dijaga oleh Phu Dong Thien Vuong, dia putar balik di tengah – tengah saat arus kendaraan dari depan dan kanan berlomba bergerak. Saya tutup mata dan teriak kencang – kencang sambil memeluk gebukin badan si mas, “Wuoiiiiii! Gue gak mau mati di siniiiii!” Masnya diam saja dan terus melajukan motornya. Edun!

Benarkah kenyamanan (tinggal) itu susah didapatkan?

onetel saigon panorama, onetel deluxe hostel saigon, penthouse di ho chi minh, sewa apartemen di vietnam

Onetel Deluxe Hostel menjadi pilihan untuk menginap selama di Sai Gon. Lokasinya strategis, harga sangat terjangkau dan sesuai anggaran, tempat terlihat nyaman walau baru melihat gambar – gambar di laman Online Travel Agent (OTA), dan satu – satunya penginapan dengan kamar masih tersedia setelah bolak – balik mencari hostel di sekitar tempat itu yang sesuai standar kantong dan lain – lain.

Drama belum selesai. Sesampai di tujuan, lhoo .. tempat parkir motor! Saya mengikuti petunjuk mas tukang parkir yang diperagakan dengan bahasa tubuh eh .. bahasa isyarat karena masnya tak bisa bertutur Inggris. Masuk lift yang ada di dalam area parkir, pencet angka tiga. Ketika lift terbuka, tadaaaaa! tak ada tanda – tanda penginapan di lantai itu meski sudah mondar – mandir mencari. Saat menunggu lift turun, muncul seorang perempuan muda yang berpakaian modis. Ia keluar dari lift yang kini berhenti dan terbuka di depan saya. Dari iseng bertanya, ternyata dirinya salah seorang pengelola Onetel Deluxe Hostel. Namanya Vi.

onetel panorama saigon, onetel deluxe hostel saigon, penthouse di ho chi minh, sewa apartemen murah di vietnam, hostel di distrik 1

Vi mengajak menapaki 20 anak tangga ke lantai 4 – sepertinya urutan angka di gedung ini sedikit berbeda. Katanya, lift tak berhenti di lantai yang dituju! Ketika saya bertanya kenapa tak ada petunjuk arah yang jelas ke Onetel, Vi menunjuk papan petunjuk yang tergeletak di lantai. Rupanya mereka baru ganti merek. Sebelumnya Onetel Panorama lalu berganti menjadi Onetel Deluxe Hostel. Eh, kemarin saya iseng mengecek informasi di OTA, namanya kembali menjadi Onetel Saigon Panorama.

Kami masuk ke sebuah ruangan yang bagian depannya terdapat meja resepsionis dengan dua pintu yang tertutup di samping, kiri dan kanan. Setelah mengecek data pesanan kamar, Vi membuka salah satu pintu, dan mengajak saya masuk. Bau keringat bercampur apek menguar dari dalam kamar yang sedikit gelap karena tirai jendela semua ditutup. Beberapa penghuninya tampak tidur, terdengar dari suara dengkuran yang sahut – sahutan. Baju kotor & handuk bergelantungan di ranjang, sepatu bertebaran di lantai. Alamak jaaaang, bisa pingsan saya sekamar dengan orang – orang di sini.

onetel saigon panorama, onetel deluxe hostel saigon, penthouse di ho chi minh, sewa apartemen di vietnam

This is your bed bla .. bla .. blaaa .. Vi mengalihkan pandangan saya ke satu – satunya tempat tidur kosong di pojokan atas. Walau capek, daya ingat saya masih bekerja dengan baik. Pesanan saya 1 (satu) tempat tidur di kamar tipe 6 Beds Female Dormitory. Tapiiiii, dari memindai jumlah tempat tidur di kamar; ini kamar asrama berkapasitas 14 orang! Sorry, Vi. Would you mind to check my reservation? sembari menyodorkan bukti pemesanan di HP.

Uppsss .. sorry. I’ll check it again with my friend. Let’s go to level 7. Kami bergegas keluar kamar, turun tangga satu lantai, masuk lift, naik ke lantai 7, dan .. kembali menapaki 20 anak tangga ke lantai 8. Sudah sampaikah? Belum! masih naik tangga putar ke rooftop untuk sampai di depan kamar. Pintunya tepat di depan Aloha Poke & Beer, kedai kekinian yang makanannya terkenal lezat. Eh, beneran enak. Apalagi Bacon Carbonara-nya yang creamy, slurrrpp. Rose dan Ki, dua perempuan muda lainnya yang mengelola Onetel Deluxe Hostel bersama Vi; sedang bekerja di kedai itu.

Saya mendapatkan kunci kamar dari Ki yang juga menjelaskan cara menggunakannya. Tak sekadar diusap layaknya kartu pembuka pintu di penginapan – penginapan modern. Harus disertai pula memencet kombinasi angka yang mesti dihapalkan. Lalu ada anak kunci untuk berjaga – jaga jika listrik mati atau sistemnya sedang bermasalah. Setelah dicoba dengan berbagai cara, pintunya tak jua bisa dibuka! Termasuk menggunakan kunci master. Mereka sampai menelepon ahli kunci dan meminta untuk bergegas datang. Karena sudah sore, ahli kuncinya baru bisa datang esok siang.

onetel saigon panorama, onetel deluxe hostel saigon, penthouse di ho chi minh, sewa apartemen di vietnam
Ada kamar di lantai atas, difungsikan sebagai gudang

Tiga perempuan itu lalu berembuk dan sepakat menawarkan 1 (satu) unit 4BR Penthouse untuk saya tempati sementara hingga esok hari. Mereka bilang, penghuni sebelumnya baruuuuu saja check out dan seminggu ke depan belum ada tamu yang memesan kamar itu. Tarif  tiap tipe kamar di Onetel Deluxe Hostel sudah saya cek satu – satu sebelum memesan kamar tempo hari lewat Traveloka. Penthouse Onetel semalam tarifnya 1,9 juta. Ranjang saya di 6 Beds Female Dormitory, semalam 90ribu saja. Langsung DEAL donk hahaha.

TUHAN itu sungguh baik. DIA tahu anakNYA capek usai perjalanan panjang ‘ngojek dari Hoi An ke Da Nang lanjut turun ke Sai Gon dengan kereta api. Anehnya, selama menunggu kamar, saya tak berminat untuk komplen sama sekali. Hanya berdoa dalam hati ingin cepat – cepat masuk kamar, mandi, dan tidur! Saya pun heran dengan diri sendiri. Biasanya kalau capek dan mendapati sesuatu tak sesuai yang semestinya, negara api langsung menyerang. Ternyata dengan lebih banyak belajar sabar, malah dikasih kejutan.

onetel saigon panorama, onetel deluxe hostel saigon, penthouse di ho chi minh, sewa apartemen di vietnam

penthouse onetel panorama saigon_04

End of the drama

Penthouse 4 (empat) kamar yang lantainya dilapisi parket – sebenarnya lima kamar tapi satu kamar di lantai atas difungsikan sebagai gudang – yang bisa ditempati 14 orang itu, saya tempati sendiri. Karena selama dua minggu perjalanan terbiasa tidur di bunk bed, saya pun memilih tidur di kamar yang diisi dengan 2 (dua) unit ranjang susun. Tiga kamar lain (termasuk kamar utama) modelnya tatami alias gelar kasur. Setelah urusan kamar selesai, saya jadi lebih sering mengganggu Ki dibanding Rose dan Vi. Dia bisa tiba – tiba sudah senyum – senyum di depan pintu penthouse ketika mengatur jemputan cucian padahal baru saja dikirimi pesan. Atau sudah berdiri menjulang – dia perempuan yang tingginya di atas dua meter – di parkiran motor.

Perkakas standar di dalam kamar selain tempat tidur dengan kasur yang super empuk dan perlengkapan tidur; loker yang lega untuk tempat Meywah & the gank istirahat, meja pendek yang memanjang di antara tempat tidur, juga lampu baca di samping tempat tidur. Kamar tentu saja berpenyejuk. Namun saat pagi datang, saya lebih senang membuka jendela lebar – lebar agar udara segar bebas masuk kamar.

penthouse onetel panorama saigon_01

Di ruang tamu yang dibiarkan lengang, terdapat kulkas satu pintu dan peti kayu untuk duduk – duduk. Tersedia pula ketel untuk menjerang air panas berikut perlengkapan makan/minum. Karena selama menginap saya lebih sering membeli beberapa botol air mineral 1,5 liter untuk stok di kamar, tak terlalu pusing dengan perkara penempatan dispenser air minum di area kamar mandi.

Kamar mandi berada di ruang tersendiri yang terang dan lega. Serupa dengan kamar – kamar tidur yang memiliki jendela, pencahayaan di kamar mandi pun didapat dari jendela. Ada tiga bilik khusus ruang pancuran dengan air panas/dingin dan dua bilik toilet. Sabun cair dan shampo tersedia di dalam setiap bilik. Handuk sudah disiapkan di tiap dipan saat baru masuk kamar. Dua wastafel dengan cermin lebar terdapat di pojokan. Bila sedang menyikat gigi, saya sering membuka jendela dan mengintip antrean pembeli Banh Mi Hong Hoa di bawah, yang mengular di sore dan pagi hari. Setiap hari! Hong Hoa, salah satu tempat jajan banh mi di Sai Gon yang banyak direkomendasikan pejalan. Tiap sore saya membeli Roasted Pork Banh Mi-nya untuk camilan jika malam – malam lapar.

penthouse onetel panorama saigon_06

penthouse onetel panorama saigon_07

Onetel Saigon Panorama (sebelumnya Onetel Deluxe Hostel)
35 Nguyen Van Trang Street, District 1
Telp +84-90-1468327
Ho Chi Minh City

Setelah berganti nama (lagi) menjadi Onetel Panorama, tipe kamar Penthouse tak lagi ditawarkan. Kamar – kamarnya ditawarkan sendiri – sendiri. Beruntung sekali saya waktu itu menempatinya selama lima hari. Ada enak dan gak enaknya tinggal sendiri di tempat yang memiliki banyak kamar. Tiap pulang ke apartemen, saya suka melongok kamar yang lain, memastikan tak ada penghuni gelap sebelum mengunci pintu rapat – rapat dan menyetel alarm hahaha.

Tarif kamar belum termasuk sarapan. Namun di samping Onetel ada kedai makan dengan menu rumahan yang masakannya cocok di lidah saya orang Indonesia. Quan 35, nama kedainya. Hanya buka setengah hari. Setiap pagi, saya sarapan di situ. Biasanya saya turun berlambat – lambat karena lauk pauknya yang menggoda selera baru komplit di meja saji di atas pk 08.30. Tapi kalau mau sarapan pho dan minum kopi, dari pagi mereka sudah siap.

onetel saigon panorama, onetel deluxe hostel saigon, penthouse di ho chi minh, sewa apartemen di vietnam
Aloha Poke and Beer

Bagaimana dengan makan malam? Bui Vien Walking Street tinggal jalan kaki tak lebih 10 menit, riuhnya sudah terdengar. Sekali saya melintasi Bui Vien Walking Street, dibonceng motor sama Jamie. Kami menerabas lautan manusia yang tumpah di jalan dengan terus membunyikan tuter. Sableng tuh orang hahaha. Kali lain saya nongkrong di teras Aloha Poke & Beer, dari matahari siap beranjak ke peraduan hingga larut karena malas turun naik. Paling sering; jajan pho, jus dkk di pinggir jalan dan pulang ke apartemen dengan perut tersenyum menenteng banh mi dari kedai Hong Hoa, saleum [oli3ve].

3 thoughts on “Kenyamanan dan Keramahan Penthouse Onetel Panorama Sai Gon

  1. Tuhan murah hati banget ya. Yang dimulai dengan drama, puji Tuhan berbuah kenyamanan. Kapan lagi bisa upgrade dari dorm under 100K ke penthouse hampir 2 juta? Lima hari pun! Puas banget buat staycation.

    Serius Ki lebih dari 2 meter, kak? Itu bukannya kelainan ya?

    Aku jadi penasaran dengan kedai tempat memulai pagi tiap hari di sana. Buatku, secangkir kopi Vietnam panas dan satu main course ringan udah cukup untuk menyambut hari 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s