Tags

, , , , , ,


Lusuh tapi menarik. Kesan yang didapatkan saat pertama kali berkeliling di jalan – jalan lengang kota tua Georgetown, Penang beberapa tahun lalu. Di satu kesempatan, ketika memasuki salah satu jalan tempat rumah – rumah lama dengan teras dan ruang tamu yang sempit dijadikan tempat usaha pemiliknya berdiri berdesakan, saya menjumpai barang – barang yang dijual tampaknya sepantaran dengan usia pemilik toko. Pemandangan yang menambah tak hanya kesan lusuh tapi juga berumur pada kota yang didirikan oleh Francis Light pada 11 Agustus 1786 lalu di Semenanjung Barat Malaysia ini.

penang bridge, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Penang Bridge menuju Georgetown

Terkenal dengan akulturasi budaya, bahasa, dan agama yang adem dari warganya yang multi etnis, menjadikan Penang sebagai destinasi wisata yang unik dan menyenangkan untuk dikunjungi.

Tahun lalu, ketika kembali ke Penang, saya hanya memiliki waktu setengah hari untuk menikmati Georgetown setelah mengikuti kegiatan selama lima hari penuh. Agar waktu luangnya maksimal, saya harus beranjak pagi – pagi dari hotel. Beruntunglah hotel tempat saya menginap berada di jalan yang sama dengan tempat perisitirahatan Opa Francis Light. Hotelnya di ujung yang satu, Opa Francis di ujung satunya lagi haha. Jadi, pagi itu saya bisa mampir memberi salam terlebih dulu pada The Founder Father of Penang di Protestant Cemetery. Psstt, jangan bilang – bilang ya, saya masuknya dengan melompat pagar karena pagi – pagi tukang sapu taman belum datang dan gerbangnya masih digembok 🙂

francis light, makam francis light penang, protestant cemetery penang, traveloka xperience, xperienceseru

Makam Francis Light, Founder Father of Penang

Saya pun mampir sebentar ke St George’s Church, sayangnya hari itu gereja tutup sehingga tak bisa masuk ke dalam ruang ibadah.  Tak apa. Masih ada hari esok, pula saya bisa menikmati prasasti berisi ungkapan terima kasih untuk Opa Francis Light karena telah menata kota selama menjadi gubernur Prince of Wales Island, nama Pulau Penang pada masa itu. Prasasti tersebut ditempatkan di dalam sebuah monumen berkubah di pekarangan gereja Anglikan tertua di Asia Tenggara itu.

st george's church, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Monumen Francis Light di depan St George’s Church

francis light, monumen francis light penang, traveloka xperience, xperienceseru

Prasasti di Monumen Francis Light di St George’s Church, Penang

Selepas dari St George’s Church, saya menyusuri jalan – jalan di kota tua Georgetown tanpa memiliki tujuan. Iseng saja. Karena berjalannya di bawah terik, makin lengkaplah suasana yang diberikan dengan kehadiran panas yang menyengat. Pada diri saya hanya bisa meledek, ”makanya Dul, topi dibawa bukan disimpan di koper!

Sebagai penikmat kisah lalu, saya menikmati saat berkeliaran di Georgetown tanpa terpaku pada tempat – tempat yang direkomendasikan pejalan lain yang malah ramai diserbu turis. Berjalan dengan cara begini lebih sering menemukan kejutan – kejutan yang tak terpikirkan. Contoh, ketika melintas di depan vihara Dewi Kuan Im padahal tak ada agenda ke situ. Menurut catatan sejarah, vihara Dewi Kuan Im adalah vihara tertua di Penang yang dibangun di Penang pada 1728 oleh orang – orang Tiongkok yang datang pertama kali ke Penang.

oldest temple in Penang, klenteng tertua di penang, traveloka xperience, xperienceseru

Vihara Dewi Kuan Im

Oh, tapi saya beruntung siang itu. Karena tanpa sengaja berbelok ke Penang Road dan mendapati antrean panjang di pinggir jalan. Penasaran, saya mendekat. Ternyata orang – orang ramai itu sedang mengantre Cendol Teochew, cendol legendaris yang katanya harus diicip bila berada di Penang. Meski sudah lima kali ke Penang, saya baru sekali minum Cendol Teochew. Itu pun minumnya di Sunway Putera Mall, Kuala Lumpur! 🙂 Yasudah, saya pun ikut antre. Kejutan berikutnya, saya diomeli dengan bahasa Kanton oleh engkong pedagang cendol yang berada di seberang gerobak Cendol Teochew karena menikmati cendol saingannya sembari berdiri di dekat gerobaknya! Maaf, cendolnya gak sempat difoto karena kena omel duluan 🙂

penang market, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Pasar Chowrasta, Georgetown

Menikmati tinggalan masa dan kuliner, dua hal yang tak bisa dipisahkan dari Penang. Bagi penikmat sejarah, Penang adalah destinasi yang menyenangkan. Demikian juga bagi pemburu kuliner. Keluar masuk kedai makanan di Penang, kesempatan yang tak boleh dilewatkan. Saya jadi teringat malam terakhir di Penang tahun lalu, usai kegiatan yang melelahkan, saya “diculik” dua orang panitia ke New Lane Hawker Center di Lorong Baru.

Sepulang makan tengah malam itu, muncul grup whatsapp Oyster Omelette yang tak berkesudahan membahas telur dadar tiram dan kawan – kawan yang kami nikmati di emper apotik sembari menunggu hujan reda. Ah rindu.

penang culinary, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Jajan tengah malam di New Lane Hawker Centre

Awal November nanti, di dua seperempat abad kepergian Opa Francis, saya akan kembali (lagi) ke Penang. Belajar dari pengalaman lalu, maka untuk perjalanan yang akan datang, saya menambah masa tinggal 1 – 2 hari demi berlama – lama menikmati Georgetown. Karena tiket perjalanan pergi pulang sudah di tangan, bolehlah mulai menyusun rencana perjalanan terutama untuk 2 (dua) hari terakhir.

penang bridge, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Penang Bridge, salah satu pintu masuk Georgetown, Penang. Keren ya

Setelah #XperienceSeru di ESCAPE Theme Park akhir 2013 lalu, rasanya tahun ini ingin menikmati yang hijau – hijau dari Curtis Crest Tree Top Walk di The Habitat Penang Hill serta mengunjungi beberapa museum yang belum sempat disambangi di Georgetown. Khusus untuk The Habitat, saya sudah memesan tiket masuknya lewat daring agar di sana nanti tak perlu jalan terlalu pagi demi menghindari macet dan antrean ke Penang Hill untuk membeli tiket. Lho, koq bisa, Lip?

Bisa donk, kan ada Traveloka Xperience! Sebuah fitur yang disediakan oleh Traveloka untuk membantu pejalan (dan pengguna aplikasi Traveloka) mengatur perjalanan dengan memesan tiket atraksi di destinasi pilihan. Selain itu, lewat fitur ini juga kamu bisa mencari dan memesan tiket/paket: tur, bioskop, hiburan, olah raga, taman bermain, pijak dan spa, perlengkapan perjalanan, transportasi di tempat tujuan, urusan makan/minum hingga kegiatan kursus/workshop yang ingin diikuti, di dalam bahkan di luar negeri.

traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Cara memesan tiket The Habit Penang Hill Traveloka Xperience

Jika selama ini sudah terbiasa memesan tiket perjalanan dan penginapan lewat Traveloka yang tak ribet, demikian pula dengan pemesanan tiket atraksi di The Habitat. Tinggal buka aplikasinya dan cari atraksi yang diinginkan. Pilihan cara pembayarannya pun mudah tinggal klak klik aja sesuai pengaturan keuangan kamu. Beres deh tanpa beranjak dari bangku. Oh ya, kabar baiknya lagi; membeli tiket The Habitat lewat Traveloka Xperience harganya lebih murah! Asik kan?!

penang bridge, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

penang bridge, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Georgetown telah memikat hati sedari pertama menjejakkan kaki di sana. Karenanya setiap kembali ke Georgetown ada beberapa tempat yang tak pernah bosan dikunjungi lagi dan lagi. Sister Curry Mee, salah satunya. Nanti sebelum ke The Habitat, saya mau mampir melepas rindu dan sarapan Curry Mee Spesial di kedai Oma Lim Bersaudara di Pasar Air Itam. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

lim sister curry mee, sister curry mee penang, sister curry mee ayer itam, famous curry mee in penang

Kangen sama the legend Lim bersaudara di Pasar Air Itam, Penang

Bagi penggemar foto, ada banyak kegiatan keseharian warga Georgetown yang menarik untuk diabadikan. Pun jika mau iseng mencari spot – spot mural yang bertebaran di beberapa tempat bagi beberapa pejalan juga menyenangkan. Ada yang mau bersua di Penang? Kabari ya jika kamu juga ke Penang di awal November, siapa tahu kita bisa berburu kuburan eh, makanan bersama he he, saleum [oli3ve].

Advertisements