Tags

, , , , , , ,


Seorang pelancong dari Cina datang ke Malaysia dan mengunjungi Visitor Centre Royal Selangor. Usai berkeliling, ia bersua dengan seorang perempuan yang sedang berbagi kisah teko teh keberuntungan, salah satu koleksi museum Royal Selangor kepada pengunjung lain. Teko itu ditemukan seorang penduduk di Kajang, salah satu kota di Hulu Langat, Selangor semasa perang dunia kedua. Teko tersebut telah menyelamatkan penemunya dari timah panas yang mendesing di atas kepalanya saat ia merunduk untuk meraih teko dari tanah. Karena bentuknya menyerupai buah melon, teko itu kemudian dikenal dengan melon teapot. Satu hari, di tahun 1970, saat membawa teko yang telah menyelamatkan nyawanya ke perajin timah untuk dipoles, para perajin mengenali cap Ngeok Foh yang tertera di dasar teko. Beberapa tahun kemudian, di jelang kematiannya; melon teapot dikembalikan oleh penemunya kepada penerus Ngeok Foh.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Si pelancong yang terpana dengan cerita perempuan itu, sontak berseru,”Aaaah, sekarang saya tahu, sekarang saya tahu!”
Apa yang kamu tahu?” tanya perempuan itu.
Ya .. sekarang saya tahu,” jawab si pelancong.

Perempuan itu bercerita lagi. Ia menceritakan kisah si pelancong yang membeli melon teapot di salah satu gerai Royal Selangor setahun lalu tanpa pernah tahu kisah di balik melon teapot yang baru di dengarnya hari itu. Dalam setahun setelah membawa melon teapot ke rumahnya, pelancong itu mendapatkan keberuntungan yang beruntun memenangkan hadiah utama undian yang diikutinya.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Buku incaran, ditulis oleh May Yee Chen, generasi keempat Royal Selangor

Ada yang mau mencoba keberuntungan? Belilah melon teapot!” Perempuan itu menutup kisahnya dengan senyum penuh arti.

Kisah di atas diceritakan oleh Datin Chen Mun Kuen,  Direktur Royal Selangor Internasional Sdn, Bhd; saat rombongan media yang terdiri dari blogger, influencer, TV, dan media online yang diundang oleh Tourism Kuala Lumpur dan Gaya Travel Magazine; mengunjungi Visitor Centre Royal Selangor awal Maret 2018 lalu. Datin Chen adalah cucu Yong Koon, generasi ketiga pendiri Ngeok Foh, usaha kerajinan timah cikal bakal Royal Selangor.

Ketika melangkah ke pekarangan Visitor Centre, mata pengunjung serta merta akan terpaku pada sebuah mug timah raksasa yang dipajang di halaman samping komplek Royal Selangor. Spot yang dijadikan sasaran untuk mengabadikan kunjungan dengan bergambar di depannya, juga membangkitkan rasa penasaran bagaimana mug itu dibuat.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Pemandu ini bersemangat sekali

Ngeok Foh berawal dari berkumpulnya tiga bersaudara dari Shantou di Selangor pada 1885. Mereka membuat kerajinan timah untuk perlengkapan ibadah dan membuka kedai kecil tempat memajang dan menjual hasil kerajinan. Usaha ini terus berkembang, tak sekadar membuat perlengkapan ibadah tapi juga membuat perhiasan indah bernilai tinggi dari campuran timah putih dan timah hitam yang merambah ke pasar dunia.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Kami diajak berkeliling oleh seorang pemandu. Ia bercerita banyak tentang sejarah Royal Selangor dari pintu masuk Visitor Centre, ke dalam museum hingga melihat kegiatan para perajin di pabrik, bahkan melihat dengan sangat dekat perajin yang sedang bekerja. Visitor Centre dibangun pada 2004, terbuka sebagai tempat mengenalkan perjalanan sejarah Royal Selangor yang berawal dari usaha keluarga hingga menjadi perusahaan besar seperti sekarang. Di tempat ini pengunjung tak hanya disuguhi cerita dan koleksi barang bersejarah Royal Selangor tapi juga sejarah tambang timah yang menghidupkan ekonomi Malaysia dari sektor industri pada abad 19.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Bergambar dengan Datin Chen Mun Kuen, Direktur Royal Selangor Internasional Sdn, Bhd

Tak ada biaya yang dikenakan bila bertandang ke sini. Calon pengunjung bisa mengatur rencana berkunjung dengan mengisi formulir di SINI. Bahkan jika dibutuhkan, tersedia layanan antar jemput GRATIS dari hotel dan beberapa titik tertentu. Namun bila ingin mengikuti kelas dan belajar menjadi perajin timah serta menggunakan perkakas tradisional yang digunakan para perajin seabad lalu di School of Hard Knock akan dikenakan biaya RM 65/pengunjung. Dan bila ingin belajar membuat perhiasan, dapat mengikuti kelas di The Foundry dengan biaya RM 180/pengunjung. Karya yang dibuat di kedua kelas tersebut akan menjadi buah tangan yang dibawa pulang oleh pengunjung. Menutup kunjungan jika perut terasa lapar, mampirlah menikmati sajian makan siang atau secangkir kopi/teh dengan kudapan pilihan di The Cafe sebelum meninggalkan Royal Selangor, saleum [oli3ve].

Dibagikan juga di Kompasiana, 28 Maret 2018

Advertisements