Tags

, , , ,


Setiap orang punya alasan sendiri – sendiri ketika menentukan kegiatan untuk menyambut tahun baru. Seorang sahabat baik punya kebiasaan menyepi selama seminggu, melepas kemelekatan pada benda – benda yang hadir di keseharian pada setiap pergantian tahun dengan bermeditasi. Ada pula kawan yang memilih untuk pergi jauh – jauh dari rumah, melanglang seorang diri menikmati perjalanan ke tempat yang baru.

Usai ibadah akhir tahun di malam terakhir pada 2016 lalu, bersama beberapa kawan, kami memilih duduk – duduk dan berbincang tak tentu arah di kedai kopi, di mal dekat gereja, lalu pulang tidur. Malam itu, kulihat malam pun bergegas pulang ke peraduannya. Sebelum beranjak ke pembaringan, kusetel waktu pengingat agar terbangun di jelang pergantian hari untuk berbincang denganNYA. Meski berusaha menjalankannya dengan tekun, kadang aku bisa tidur berkepanjangan tak peduli suara alarm meraung – raung sepanjang pagi.

hope, harapan, pengharapan, praise

Pagi pertama di 2017 disambut dengan suka cita. Aku pun terbangun dengan menabung harapan – harapan baru tanpa firasat yang mendebarkan rasa sedikitpun. Aku bersiap melangkah ke gereja yang baru beberapa jam kutinggalkan ketika kabar itu menamparku. Kuniatkan untuk tetap pergi mengikuti ibadah awal tahun walau sangat berat untuk memusatkan perhatian. Selepas ibadah, kulihat gawai dibanjiri pesan dan panggilan tak terjawab.

Pulanglah segera!
Cepat pulang!

Kita tak bisa mengatur waktu agar ia datang seturut rasa yang kita inginkan. Meski aku percaya setiap hari itu baik adanya; tak ada yang bisa menebak pada hari apa kamu akan menerima kabar baik dan bilamana kamu akan dikejutkan oleh kabar yang membuat hati lara. Aku sudah membuat rencana untuk pulang di pertengahan Januari tapi berita pagi itu memaksaku untuk mengubah semua rencana yang telah dibuat. Setelah menjawab beberapa pesan yang masuk, aku membuka  aplikasi Traveloka lewat telepon seluler untuk mencari tiket pesawat sekali jalan ke Makassar.

Bagiku, Traveloka masih menjadi aplikasi pemesanan perjalanan yang sangat membantu di saat jadwal perjalanan mendadak bahkan mengalami perubahan. Pernah di pertengahan 2016, aku ketinggalan pesawat karena terjebak macet di perjalanan menuju bandara Soekarno Hatta. Masih kudengar namaku dipanggil tepat saat kuletakkan koper di atas ban berjalan untuk diperiksa dengan alat pemindai tapi tak mungkin untuk menggapai pintu pesawat. Waktu itu aku akan terbang ke Kuala Lumpur, masih harus melapor ke konter check in, mengantri di imigrasi sebelum berlari ke ruang keberangkatan; jadi aku pura – pura saja tak mendengar. Yang kemudian kulakukan adalah mencari tempat untuk duduk santai, membuka Traveloka, dan mencari penerbangan lain di hari yang sama. Walau ketinggalan pesawat, hatiku terhibur mendapatkan tiket pesawat murah sehingga tak perlu merengut menanti waktu keberangkatan.

Hal yang sama kulakukan di pagi itu. Meski dalam suasana urgensi, masih saja terpikir untuk mencari tiket dengan harga terbaik dan murah sesuai dengan waktu penerbangan yang akan diambil. Bukan kebetulan jika beberapa hari sebelumnya aku sengaja menyetel fitur Notifikasi Harga (Price Alerts) pada tanggal – tanggal yang kuincar untuk pulang sehingga sudah ada bayangan perkiraan harga tiket di hari itu. Notifikasi Harga adalah fitur yang disediakan Traveloka untuk membantu pejalan menemukan harga tiket pesawat terbaik sesuai tanggal, waktu, dan rute yang diinginkan. Dengan Notifikasi Harga, pengguna aplikasi Traveloka akan mendapatkan pemberitahuan perubahan harga melalui email atau push notification, harian atau mingguan, sesuai pengaturan yang dibuat. Jadi, meski hati dan pikiran sedang kalut, untuk urusan tiket tak menambah risau karena pencarian, pemesanan, pembayaran, hingga e-ticket diterima; dilakukan dalam sekali duduk lewat Traveloka.

Bersyukur. Hanya itu yang bisa kulakukan sepanjang perjalanan pulang dengan penerbangan malam. Bersyukur meski aku masih meraba – raba kondisi adik yang mengalami kecelakaan dan membuatku harus bergegas pulang ke Makassar hari itu juga. Aku harus meyiapkan diri untuk menjumpai keadaan dan kenyataan yang akan menyambut di ruang ICCU, destinasi yang tak akan pernah dicantumkan dalam itinerary perjalanan. Tidak mudah. Ada banyak air mata yang tumpah disertai berbagai praduga yang berusaha mengotori pikiran yang harus digiring menjauh untuk bisa melihat kenyataan dengan hati lapang dan bersyukur.

Apakah semua menjadi baik – baik saja? Ya, meski jelang akhir tahun, aku kembali harus pulang di luar rencana karena terdesak oleh keadaan. Pengalaman mengajariku untuk tak henti bersyukur dan berdamai dengan keadaan akan menenangkan jiwamu saat diperhadapkan dengan gelombang kehidupan. Kali ini ibuku yang memerlukan perhatian khusus, kesehatannya menurun tajam. Hari itu, hari terakhir meeting setelah dua hari berturut – turut badanku diajak berdiam di ruangan. Waktu rehat kupakai menelepon ibu, berkabar diriku segera pulang.  Setelah menutup telepon, kubuka Traveloka  untuk mencari tiket sekali terbang ke Makassar untuk esok pagi.

Aku tak henti bersyukur karena kami bisa melewati masa – masa yang mengaduk beragam emosi itu hingga keadaan kembali berjalan normal meski ada yang tercerabut dari kehidupan ini.

Menyambut pergantian tahun ini, aku memilih untuk mudik. Demi mendapatkan harga tiket pesawat yang sesuai anggaran, aku pun telah mengaktifkan Notifikasi Harga di beberapa tanggal pada pertengahan Desember 2017. Tak ada yang terjadi tanpa seijinNYA. Apapun keadaanmu, miliki pengharapan dan jangan pernah berhenti bersyukur, saleum [oli3ve].

Advertisements