Tags

, , , ,


Mata masih setengah tertidur ketika bus yang kami tumpangi berhenti di area parkir Dermaga Sungai Buluh, Jeram. Meski sempat pulas dalam perjalanan dari The Kabin ke Jeram, badan masih saja merindukan pembaringan. Turun dari bus, perut ikut – ikutan pula berkicau. Tak peduli sudah diberi sebungkus roti Bun Sambal Bilis dan sekotak susu coklat cair sebelum beranjak dari hotel, tetap saja ia merajuk dan berharap menemukan jajanan pasar di sekitar dermaga. Sayangnya, tak tampak sedikit pun tanda – tanda kehidupan di dermaga pagi itu. Setelah disuap sebungkus (lagi) Bun Sambal Bilis, ia mulai tenang dan mau bersabar menanti perahu motor yang akan ditumpangi ke Sasaran, satu tempat di tengah laut sana.

sky mirror, rentak selangor, sasaran beach,  Salar de Uyuni

Saya tak sempat mengecek kenapa hari ini mesti berangkat pagi – pagi ke Sasaran. Namun selentingan yang santer beredar sejak semalam membuat penasaran. Kata mereka bila belum kesampaian ke Salar de Uyuni, sasarlah Sasaran!

Menurut mas – mas dari Sky Mirror Tour & Travel yang menjadi pemandu kami, perjalanan ke Sasaran tergantung pada cuaca dan peredaran bulan. Tak lupa dirinya mengingatkan agar tak seorang pun melepas pelampung selama perjalanan karena gelombang senang bertandang tanpa memberi tanda, terlebih lagi perahu motor – yang hanya boleh diisi 10 – 12 orang berbadan sedang – juga akan melaju dengan cepat.

sky mirror, sasaran beach, rentak selangor, Salar de Uyuni

Perahu motor yang saya tumpangi disopiri engkoh – engkoh yang tak sedikut pun bercakap tapi sangat sigap membersihkan sampah yang bergelayutan di baling – baling. Sampah – sampah yang terbawa arus ini membuat laju perahu motor kami tersendat – sendat sehingga beberapa kali harus berhenti. Setelah 30 menit berjalan menyusuri hutan bakau dan dihibur celotehan camar – camar yang beterbangan di sekeliling perahu motor; kami merapat di Sasaran.

Sasaran adalah nama daratan yang muncul dan membentuk sebuah pulau nan luas saat air laut surut di sekitar perairan Malaka. Ketika menjejak di atasnya, saya teringat cerita mas – mas tadi selagi di dermaga. Dalam sebulan, daratan ini hanya akan tampak beberapa hari. Perhitungannya dilihat dari datangnya purnama.

Apa menariknya si Sasaran ini?

sky mirror, sasaran beach, rentak selangor, Salar de Uyuni

Sisa – sisa air di daratan yang mencuat di tengah laut ini menjadi reflektor yang menghasilkan rekaman gambar – gambar aduhai cantiknya terlebih bila warna – warna benda yang dipantulkan saling bertabrakan dengan warna langit dan permukaan air yang bening. Meski air yang menjadi reflektor, langitlah yang mendapat pujian karena bila ia mendung maka bayangan yang muncul tak seindah bila ia biru. Karenanya, tempat ini pun dikenal dengan nama Sky Mirror.

Tak banyak yang bisa dilakukan di Sasaran selain foto, foto, dan foto hingga batas waktu 1 jam 30 menit yang ditetapkan untuk paket perjalanan usai! Jadi, modal utama untuk berkunjung ke sini HANYA siapkan tenaga, senyum, gaya, properti untuk kelengkapan pemotretan, serta kapasitas memori HP dan kamera yang setara dengan tingkat keeksisan. Kalau pun lupa membawa properti untuk foto, jangan khawatir Sky Mirror Tour & Travel sudah menyiapkannya di sana. Mereka juga menyiapkan seorang fotografer profesional yang akan membantu mengarahkan gaya serta mengabadikan perjalananmu di Sky Mirror.

sky mirror, sasaran beach, rentak selangor, Salar de Uyuni

Sky Mirror Tour & Travel
15, Jalan Yu 1, Taman Yu,
45800 Pekan Sasaran, Kuala Selangor
Telp.: 03-3264 8520
FB: Sky Mirror Tour

HP: 019-266 6665 (Lim YM)

Untuk menggantikan energi yang keluar selama bergaya di Sky Mirror, di perjalanan pulang setiap orang dalam perahu motor akan mendapat sebungkus kecil Nasi Lemak – buat yang senang makan, bawalah camilan yang banyak – dan secangkir air mineral untuk mengganjal perut.

sky mirror, sasaran beach, rentak selangor, Salar de Uyuni, nasi lemak

Satu hal yang perlu diingat, meski Sasaran menjadi destinasi wisata untuk mengejar keeksisan, bila satu hari nanti kamu berkunjung ke sana, janganlah asik melangkah dan lulumpatan sendiri. Perhatikanlah sekeliling daratan itu ada banyak biota laut yang mungil dan rapuh seperti bayi – bayi kerang, kepiting, maupun tumbuhan yang terangkut dari akarnya. Bila bukan tubuh mereka yang remuk terinjak, tapak kaki bisa jadi korban sabetan kulit mereka, saleum [oli3ve].

Advertisements