Tags

, , ,


Pernah pada satu hari ketika menumpang travel dari Solo ke Surabaya, saya berbagi bangku belakang dengan seorang nenek dan cucunya. Sepanjang perjalanan si nenek tak kehabisan topik untuk dibincangkan, sementara sang cucu – yang ganteng – lebih banyak diam dan hanya mengangguk atau tersenyum ketika namanya dikait – kaitkan dengan cerita sang nenek.

toraja, pemandangan toraja, singki

Saat obrolan sampai pada asal usul, sang nenek yang bertutur dengan gaya khas puteri keraton – dalam salah satu perbincangan di rumah makan tempat kami beristirahat makan siang, nenek itu bercerita tentang keluarganya yang berasal dari keraton Solo – sangat senang mengetahui tetangga bangkunya orang Toraja. Beliau sontak berkicau,”Wah, Lip, berarti kampung kamu di tengah hutan ya? Berapa hari jalan kaki untuk sampai ke sana?

Asyeeeeem! Dipikir saya dari pedalaman?

Setelah menenangkan diri, meneguk teh botolan yang dingin; giliran saya berbagi cerita tanah kelahiran. Tentang alamnya yang – kata orang – indah, tentang budayanya yang – kata wisatawan – unik, tentang perjalanan ke sana yang bisa ditempuh dengan berkendara – tinggal pilih mau lewat udara atau darat – dari Makassar tak lagi berjalan kaki seperti pada masa kuda menjadi angkutan andalan dahulu. Tentu saja tak lupa menambahkan bumbu … penduduknya gagah tampan, cantik molek tiada bandingnya. Terkenal manis budi bahasa dan lemah lembut perangainya. Mereka saling menghormati, saling menghargai hak azasi. Mereka bernaung di bawah pusaka Garuda Pancasila, dan sang saka, Merah Putih lambang Indonesia. – hahaha … itu kata syair lagu yang ngetop dibawain Atiek CB jaman saya SD dulu; Nusantaraku.

O,ya .. cerita di atas terjadi sewaktu saya baru lulus SMA, sedang rajin – rajinnya  mencari tempat kuliah. Ikut tes sana sini, dan mulai memberanikan diri berjalan sendiri dari satu kota ke kota yang lain. Waktu itu, perjalanan Toraja – Makassar (dulu Ujung Pandang) sudah dilayani beberapa perusahaan angkutan dengan bus – bus besarnya yang bangkunya empuk dan bisa disetel. Kamu bisa memilih untuk berjalan di pagi, siang, atau malam hari. Tinggal pilih hari keberangkatan dan pesan tiket bus sesuai dengan yang dibutuhkan (dan ongkos yang terjangkau isi kantong).

Bagaimana sekarang?

Andai bersua dengan nenek dan cucunya, saya akan promosi, ibunya mas Wiwi dari Solo, tahun lalu ke Toraja naik bus lho, Nek! Bus – bus sekarang sudah lebih keren dan memanjakan penumpangnya. Kalau dulu saya berlangganan bus yang itu itu saja, sekarang langganannya yang ini ini melulu.

Kenapa berpindah ke lain hati? Alasannya sederhana saja. Bus langganan lama armadanya belum kekinian, sopirnya suka ugal – ugalan sehingga sering keluar di berita mengalami kecelakaan. Saya pun pernah menumpang salah satu bus itu malam – malam saat mudik. Bus ‘nyaris ciuman dengan bus dari arah berlawanan dan hampir saja terguling di sisi jurang saat melaju di jalan berkelok – kelok. Jadi, tak sekadar berpindah karena godaan iman atau termakan hasutan kawan.

Jika diurutkan dari yang paling sering ditumpangi, inilah 3 (tiga) bus eksekutif jurusan Makassar – Toraja – Makassar yang tiketnya dipesan bila mudik.

Primadona
Namanya sudah menunjukkan dia yang disenangi, bukan? Apa yang membuatnya menyenangkan? Primadona memiliki 3 (tiga) jenis armada yang melayani rute Makassar – Toraja: Mercedes Benz 1626, Scania K360, dan Mercedes Benz 1836 dengan tarif antara Rp 160.000 – Rp 370.000. Tarif itu disesuaikan dengan jenis bus dan kelas bangku yang kamu pilih.

Saya lebih senang menggunakan Scania K360 dengan pilihan bangku kelas Executive Silver, di bagian jendela. Bus ini menyediakan 26 bangku dengan formasi duduk 1 – 1, 1 – 2 dan 2 – 2. Dua bangku pertama La Premiere Gold tarifnya Rp 370.000/penumpang, enam bangku di belakangnya La Premiere Silver tarifnya Rp 250.000/penumpang dan sisanya Executive Silver tarifnya Rp 200.000/penumpang.

toraja, pemandangan toraja, singki, bus primadona, bus malam toraja

La Premiere Silver bus Primadona

Kamu pasti bertanya, apa yang membedakan bangku – bangku tersebut sehingga tarifnya tak seragam padahal berada dalam satu badan bus? KESENANGAN. Ya, fasilitas yang menyenangkan demi memanjakan penumpang yang ditawarkan oleh pengelola bus Primadona.

Kalau kamu duduk di bangku La Premiere Gold maka selama 8 (delapan) jam perjalanan dari Makassar ke Toraja (atau sebaliknya), kamu dapat menikmati pijatan kaki di bawah bangku, nonton tivi lewat monitor kecil yang terpasang di bahu bangku dan bisa kamu geser – geser posisinya, colokan listrik sendiri untuk mengisi daya di HP, kamera atau peralatan elektronik berjalan yang kamu bawa. Bangkunya diselimuti kulit, cukup lega untuk yang ukuran bajunya triple XL. Ada bantal dan selimut untuk menemani tidur. Di bangku La Premiere  Silver, pijat kaki ditiadakan. Sedang di Executive Silver, kamu cuma kebagian selimut tebal yang lembut dan bantal (itupun warna dan coraknya dibedain hahaa).

Tak tergoda untuk mencoba fasilitas di La Premier Gold, Lip? Kalau tiketnya dibayarin mungkin mau. Tapi secara bangkunya paling depan, saya akan berpikir berkali – kali sebelum memutuskan untuk memilih bangku itu karena tak nyaman duduk menghadap langsung ke jalan raya. Pertimbangan lain, saya orangnya PELOR. Kalau naik bus antar kota yang nyaman, pantat nempel langsung molor. Karenanya saya selalu memilih bangku Executive Silver yang besar dan empuk. Begitu masuk bus setel kursi dan sandaran kaki ke posisi nyaman untuk tidur, ambil bantal, tarik selimut, dan zzz.. zz .. bangun – bangun sudah sampai tujuan  🙂 .

bus malam toraja, bus primadona, tiket bus online

Snack di bus Primadona, buat pengganjal perut lapar

Kontak Bus Primadona
Makassar – 0411 – 4772290/ 0811-4497-212/ 0822-9130-5334
Rantepao – 0811-4497-210

Eh, kemarin dulu, dalam perjalanan dari Makassar ke Toraja, saya malah keenakan. Bisa milih bangku yang kosong dan tidur selimutan di dua bangku. Asik kan?

Bintang Timur
Saya menumpang Bintang Timur (lagi) karena dikompori abang yang katanya baru kali ini bisa lelap di bus yang bangkunya nyaman. Kalau disetel, benar – benar serupa tempat tidur. Bangku nyaman itu bisa didapatkan pada satu armada sleeper bus Bintang Timur yang melayani rute Makassar – Toraja – Makassar. Penasaran, sewaktu hendak balik ke Makassar dua minggu yang lalu, saya membatalkan tiket yang sudah dipesan di Primadona dan memesan satu tiket di sleeper bus Bintang Timur.

Karena pesannya sudah di hari keberangkatan, bangku yang tersisa hanyalah bangku paling depan. Berhubung penasaran pengen tahu seberapa nyaman sleeper bus-nya, saya ambil juga dengan membayar Rp 200.000 (konon harga aslinya tak segitu tapi saya dikasih diskon, dikit lagi gratis haha).

toraja, pemandangan toraja, singki, bus malam toraja, sleeper bus toraja, bintang timur

Sleeper bus Bintang Timur

Dengan tarif itu, Bintang Timur menjanjikan bangku yang nyaman untuk tidur karena bisa disetel memanjang menyerupai tempat tidur, dan ada WiFi gratis. Sayangnya, saat saya mau mencoba koneksi WiFi-nya; MATI. Menurut salah seorang kondektur,”modemnya dicuri anak – anak di terminal Daya, sampai sekarang belum dibeli lagi. ” Lanjutnya, “penumpang jarang yang lihat HP, kan pusing ‘nunduk mbak.” Nggak jadi deh dipromosiin :).

Kontak Bus Bintang Timur
HP 0853-9526-9595/0813-5517-1692

Serupa dengan Primadona, di Bintang Timur juga disediakan bantal dan selimut. Bantalnya lebih besar tapi selimutnya terlalu kaku dan tipis serta bangkunya kurang empuk. Formasi tempat duduknya 1 – 2, dengan total bangku hanya 18 buah membuat lorong antar bangku lebih lega.

Bintang Prima
Kalau kamu ingin menjajal bus yang benar – benar menyediakan tempat tidur, pesanlah tiket bus Bintang Prima. Tapi kamu mesti pesan tiketnya jauh – jauh hari, karena bus ini sedang digandrungi dan semua orang ingin mencoba naik tempat tidur yang hanya ada 8 (delapan) unit di dalam satu bus jenis Jetliner itu.

Untuk mendapatkan satu tempat tidur, calon penumpang harus membayar harga tiket Rp 210.000/penumpang.

Kontak Bus Bintang Prima
Makassar – (0411) 2122232,0852-4287-8226
Makale –  (0423) 21142
Rantepao – (0423) 2992567

Mohon maaf saya tak bisa menggambarkan seperti apa kenyamanan yang didapatkan dengan tidur di tempat tidur dalam bus yang melaju di jalan yang berkelok – kelok karena belum mencobanya. Pula, tak berani untuk mencoba karena bila tak salah pengoperasian sleeper bus di Indonesia belumlah mendapat ijin resmi dari Kementerian Perhubungan – CMIIW – mungkin saja sudah berubah.

Nah, dari ketiga bus di atas, hati saya masih belum bergeser dari Primadona. Meski harga tiketnya tak jauh berbeda dengan bus yang lain, Primadona masih memiliki satu keunggulan. Setiap penumpang mendapatkan snack dan air mineral 660ml. Jadi kalau mendadak lapar di perjalanan, tinggal buka kotak kue. O,ya .. tiket bus Primadona juga bisa kamu pesan lewat mobile apps Bus Primadona.

bus malam toraja, bus primadona, tiket bus online

Aplikasi pemesanan tiket online bus Primadona

Beberapa tips naik bus Makassar – Toraja – Makassar:

  • Naik bus malam agar waktumu tak banyak terbuang di jalan, dan kamu bisa memanfaatkan waktu tidur dengan baik.
  • Pesanan tiket bisa dilakukan lebih dulu via telepon, bayarnya kamu bisa lakukan pada saat hendak berangkat di pool bus, terminal, atau di tempat kamu naik bus.
  • Jika bus tiba tepat waktu di Makassar (tak lewat pk 06.00), bus akan mengantarkan penumpang yang ingin langsung ke bandara dan menurunkannya di terminal keberangkatan bandara Hasanuddin. Jadi, informasikan kepada sopir/kondektur saat kamu naik bus hendak turun di mana.
  • Mau beli oleh – oleh? Kebelet pipis di jalan? Bilang saja sama sopir/kondektur agar mampir di tempat penjual oleh – oleh yang memiliki toilet.
  • Bertepuk tanganlah bila alamat yang kamu tuju dilalui oleh bus, itu kode bagi sopir untuk menghentikan kendaraan di tempat tujuan kamu.
bus malam toraja, bus primadona, tiket bus online

Tante ini tidurnya lelap sekali, tak terganggu sinar matahari yang sudah meriap ke dalam bus Primadona

Satu yang penting, jika kamu berjalan pada bulan – bulan orang sibuk berlibur; semua bus jurusan Toraja pasti fully book. Jadi pesanlah tiket min. dua minggu sebelum tanggal keberangkatan. Perhatikan juga tarif bus di atas akan mengalami kenaikan terutama pada libur natal dan tahun baru, saleum [oli3ve].

Advertisements