Tags

, , ,


Seberapa sering kamu mendapati anak – anak di sekitarmu rewel, didiamkan oleh orang – orang dewasa yang berada di dekatnya dengan menyodorkan gawai? Seberapa sering kamu melihat dan merasa orang – orang di dekatmu (dan dirimu), dari balita hingga nenek – nenek, asik sendiri dengan gawai di tangan tanpa peduli sekitarnya ketika melakukan perjalanan atau saat bersua bahkan duduk berhadapan di sebuah meja?

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Setiap hari, setiap jam, setiap saat. Benar apa betul?

Tanpa kita sadari gawai telah merebut ruang yang seharusnya dipakai untuk berinteraksi dengan sekeliling, menyekat gerak meski sekadar berbagi senyum terlebih bertegur sapa. Keakraban dengan gawai telah melunturkan keceriaan yang seharusnya bisa dibagi dan dinikmati bersama.

Keceriaan dan kebersamaan yang tadinya terpikir sudah terlupakan itu, saya temukan Sabtu (08/10/2016) lalu ketika bertandang ke Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol dan melihat wajah – wajah penuh tawa, bersama menikmati beberapa permainan tradisional. Tak hanya itu, yang bermain pun berasal dari beberapa negara, mereka berbaur dan saling memberi semangat. Bahkan pengunjung umum yang datang ke Ancol pada hari itu, boleh saja mencoba dan turut bermain bersama – sama.

Ada yang masih ingat cara bermain engklek/teklek/dampu? Bagaimana dengan eggrang, gasing, benteng – bentengan, patuk lele? Permainan tradisional Indonesia tersebut ternyata ada juga di negara lain dengan nama yang berbeda dan semua bisa dicoba di arena permainan tradisional di Ancol. Sebelumnya di Beach Pool, saya pun melihat beberapa jenis olah raga pantai yang diperkenalkan kepada pengunjung seperti perahu naga, volley pantai, sepak bola pantai, banana boat, dan petanque (permainan lempar bola dari Perancis).

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sedang mencoba permainan Fox & Geese

Semua permainan ini boleh dicoba setiap pengunjung tanpa perlu merogoh kocek, cukup mendaftarkan diri ke panitia. Untuk memperkenalkan permaianan serta teknik bermain khususnya permainan yang belum pernah dicoba sebelumnya, di setiap permainan ada coach yang akan mendampingi. Ragam permainan tradisional dan olahraga untuk bersenang – senang yang membangkitkan kenangan masa kecil di atas dihadirkan di perhelatan TAFISA World Games 2016.

TAFISA World Games adalah festival dan eksibisi olahraga rekreasi internasional 4 (empat) tahunan yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan olahraga rekreasi dan permainan tradisional. TAFISA World Games pertama kali diadakan pada 1992, diselenggarakan oleh The Association for International Sport for All (TAFISA), organisasi yang mengurusi kegiatan olahraga permainan dan rekreasi dunia yang dibentuk di Frankfurt, Jerman pada 1991. Tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 dengan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta sebagai pusat kegiatan. Beberapa kegiatan lain dilaksanakan di tempat – tempat terpisah seperti Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, GOR Cempaka Putih, GOR Pulo Gadung, Taman Margasatwa Ragunan, Bintaro Exchange Mall, dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Ada yang ingat permainan ini?   😉

TAFISA World Games 2016 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada Sabtu (08/10/2016). Dalam siaran persnya, Ketua Penyelenggara TAFISA Games 2016, Hayono Isman mengatakan, kegiatan ini menjadi momen penting sebagai ajang silaturahmi bagi pecinta olahraga permainan dan rekreasi dari berbagai negara serta kesempatan bagi semua perwakilan setiap negara untuk menampilkan bentuk-bentuk olahraga rekreasi dengan latar belakang budaya masing-masing negaranya. TAFISA Games Jakarta diikuti oleh 87 (delapan puluh tujuh) negara anggota TAFISA termasuk Indonesia yang diwakili 29 (dua puluh sembilan) provinsi yang berkompetisi di 50 (lima puluh) cabang olahraga yang dibagi dalam kategori Action Sport, Extreme Sport, Adventure Sport, E-Sport, ajang eksibisi serta cabang olahraga khusus untuk penyandang disabilitas.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahwari yang hadir bersama keluarga pada Sabtu lalu tak lelah mencoba berbagai permainan tradisional dari permainan air hingga permainan di darat meski di tengah rintik hujan mengajak peserta TAFISA Games untuk menjaga semangat dan sportifitas dalam bermain. Beliau juga berpesan agar kita tidak lupa tapi terus memperkenalkan permainan tradisional yang sudah banyak ditinggalkan kepada generasi muda.

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Sebagai pecinta Afsel, yang dicari untuk foto bareng pun peserta dari Afrika Selatan 😉

Ajang olahraga berskala internasional yang diselenggarakan pada 6 – 12 Oktober 2016 ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan pula keragaman budayanya demi menarik minat para delegasi dari berbagai negara peserta untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. Sayang, kurangnya komunikasi dan publikasi membuat gaungnya kurang terdengar sehingga banyak yang tak tahu kalau di Jakarta sedang berlangsung perhelatan olahraga dunia. Bahkan beberapa pengunjung Ancol mengaku baru mengetahui tentang TAFISA Games saat melihat beberapa media informasi bergambar seekor Tarsius melompat dengan berwajah ceria sembari mengacungkan tangan kanan tinggi – tinggi dipasang serta mendapati keriaan yang digelar di beberapa tempat di dalam kawasan wisata tersebut. Bagi yang penasaran dengan kegiatan ini, masih ada waktu 2 (dua) hari untuk berkunjung ke Ancol sebelum pesta olahraganya berakhir, saleum [oli3ve].

Advertisements