Tags

, , , ,


Tengah hari yang menyengat ketika bus Hop on Hop off aka HoHo yang kami tumpangi berhenti di pelataran parkir Istana Negara Kuala Lumpur. Ia berdiri di samping toilet umum, tepat di sebelah pintu bilik tandas untuk lelaki. Penumpang diberi masa selama 10 menit untuk turun melihat-lihat sebelum bus beranjak ke destinasi berikutnya. Yang sudah menahan pipis sedari tadi, bergegas ke toilet. Sedang yang enggan berpanas-panas, hanya memindahkan pantat dari ruang dek terbuka di lantai atas ke dalam ruang yang tertutup. Sisanya, turun dari bus hanya untuk meluruskan kaki.

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

Gambarnya Emak Gaoel Winda Krisnadefa

Saya, satu dari beberapa ekor penumpang yang memanfaatkan 10 menit turun dari bus, berlari meniti tangga ke pelataran istana, dan melangkah panjang-panjang mendekati gerbang yang kiri kanannya dijaga oleh dua pasang penjaga. Mereka masing-masing menempati pos di samping pintu gerbang. Dua orang berseragam merah, duduk di atas kuda. Sedang dua lagi berseragam putih berdiri saja di dalam posnya. Istana, sebagaimana di negara lain adalah tempat tinggal resmi pemimpin negara.

Awalnya, Istana Negara Malaysia adalah rumah pengusaha Tiongkok, Chan Wing. Semasa pendudukan Jepang, dijadikan sebagai mess petinggi-petinggi Jepang. Setelah Jepang angkat kaki dari Malaysia, tempat ini diambil alih pemerintah Negeri Selangor sebagai tempat tinggal Sultan Selangor. Pada 1957 setelah kemerdekaan Malaysia, ia menjadi kediaman resmi pemimpin Malaysia, Yang di Pertuan Agong.

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

Perhentian 1 : tempat turun naik HoHo di depan MaTIC

Chan Wing dan kakaknya, Loong, menjejak di Selangor semasa Yap Ah Loy menjadi Kapiten Cina di Kuala Lumpur. Usianya 14 tahun kala itu. Seperti sebagian besar pendatang dari Tiongkok, Chan Wing datang ke Malaysia untuk mengubah nasibnya. Tak tahan dengan kerasnya keseharian di pelombongan, setahun setelah bekerja di tambang timah di Sungai Besi; Loong memilih untuk pulang kampung.Β  Sedang Chan Wing tetap tinggal dengan berganti-ganti pekerjaan. Sepuluh tahun setelah kedatangannya ke Malaysia, pada 1897, Chan Wing berkongsi dengan empat kawannya San Ah Weng, Liew Weng Chee, Chew Kam Chuan, dan Cheong Yoke Choy membuka tambang sendiri dengan bendera Chan Wing and Co. Kawasan tambangnya yang diberi nama Hong Fatt Tin Mine, berkembang dengan pesat, dia pun menjadi seorang yang sangat kaya.

Pada 1928 Chan Wing membangun The Big House dibantu konsultan bangunan dari Singapura, Swan & McLaren. Setelah selesai dalam kurun waktu hampir 2 tahun, rumah besar itu kemudian ditempatinya beramai-ramai dengan 8 istri dan 26 anak mereka.

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

Ada yang hilang dari bus iniπŸ˜‰

Sebenarnya, waktu 10 menit terlalu singkat untuk menikmati keindahan istana meski hanya memandangnya dari balik gerbang yang tinggi. Belum lagi mesti sabar menunggu rombongan turis India yang riuh mengatur posisi berfoto. Yang satu ingin berfoto dengan penjaga gerbang, satunya ingin memegang gerbang. Mereka berlomba menyorongkan handphone kepada teman satu rombongan.

Saya tak tahu, apakah karena cerita sejarahya, tak lama setelah turis India itu beranjak, pelataran istana dipenuhi oleh turis Tiongkok yang sebagian besar perempuan. Mereka mendengung seperti pasukan lebah yang mendadak sudah berjejer di depan gerbang. Alamaaaaak, kapan saya bisa punya kesempatan untuk memotret sekali saja tanpa mereka berseliweran di depan mata? 8 menit dari waktu turun dari HoHo, saya memutuskan untuk kembali ke tempat bus berdiri.

Permisiii …. souwiiii … numpang lewat …exkius miiiii …!”

Ternyata rombongan India itu sebagian masih umpel-umpelan di dekat tangga turun. Menutup jalan, menghalangi untuk melangkah. Satu menit sebelum tenggat waktu habis, saya mengerem mendadakΒ  di belakang seorang lelaki India tepat di ujung tangga. Aca .. acaaa, ketumbar jahe … tangan terangkat, melambai-lambai pada HoHo yang berjalan santai meninggalkan pelataran parkir. Lambaian tangan yang tak bersambut, hanya menepis udara saja. Mungkin orang-orang di bus itu berpikir, saya hanya dadah-dadah melepas mereka plesiran,”Selamat jalan-jalan, jumpa lagiiii ;)”

Keringat menderas, tak lagi berbentuk butiran. Banjir bandang dari wajah, meleleh di badan. Di pelataran Istana Negara yang tak seramah pelataran Istana Merdeka apalagi Istana Bogor, saya bertanya dalam hati,”sooo, nak buat apa ni sekarang?” Tak tampak tempat untuk berteduh selain ‘ngadem di toilet. Itu pun tak terlalu adem, ada aroma-aroma khusus yang bertebaran di sana. Tapi saya tetap melangkah ke toilet, siapa tahu setelah pipis HoHonya mundur lagi. Kamu tahu apa yang saya temui sekeluar dari ruang buang hajat itu? Pelataran parkir sepiiiiiiii. Saya tengok pelataran istana pun sepiiiiiiii. Aaaah, kemana semua orang-orang yang tadi masih berpanasan di sana? Kemana dua bus pariwisata yang tadi berdiri di samping toilet?

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

Saya kembali melangkah ke pelataran istana, menjumpai penjaga berseragam merah yang tak tersenyum sedikit pun meski kudanya sebentar-sebentar meringis mempertontonkan giginya. Maju mundur kakinya, pegal berdiri seharian di sana. Karena terbiasa tersambung ke jaringan nirkabel, saya tak bisa berkirim pesan dan memberitahu saya masih di depan istana. Kalau mengakfifkan nomor internasional, bisa-bisa tagihan pembicaraan meledak. Setelah beberapa menit ada juga yang menelpon, rupanya saat perhitungan penumpang di atas bus baru ketahuan ada seekor yang tertinggal di istana.

Kamu tunggu di situ saja ya, sebentar ada bus yang lain ikut saja. Kalau ditanya tiket, sebut saja dari MaTIC (Malaysia Tourism Center), rombongan Tourism Malaysia.”

Ternyata, di bus gosip beredar. Ada yang bilang saya pura-pura tertinggal biar bisa jalan-jalan sendiri. Ada yang merasa bersalah karena tak mencari, tapi ada pula yang cuek saja karena sudah gerah kena terik matahari. Ditinggal di kuburan masih lebih bagus, setidaknya meski sepi masih ada yang dilihat-lihat. Tak seperti di sini, meski ada penjaga mereka tak berbicara sepotong kata pun. Tiba-tiba kangen ngadem di mal meski hanya ingin ke food court beli teh botol dingin. Ini kali kedua bikin heboh di Malaysia. Pertama sewaktu di Tasik Kenyir, Terengganu, saya sudah pulas di bus dan semua orang panik mencari ke sana kemari. Lucu aja sih, karena saya pulas di samping kak Danan, mungkin badan saya jadi tak tampak.

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

15 menit berlalu. Belum ada tanda-tanda HoHo lain datang. Saya duduk-duduk di dekat tangga turun ketika sebuah bus pariwisata berjalan pelan-pelan. Belum juga berhenti tenang, penumpangnya sudah berlarian turun. Lagi-lagi rombongan turis dari Tiongkok. Tak lama di belakangnya muncul HoHo. Saya pikir, akan masuk ke pelataran parkir dan berhenti untuk menunggu penumpang yang turun melihat-lihat. Eh, kepalanya diputar seperti mengambil ancang-ancang untuk berlalu. Tak pakai ancang-ancang, saya berlari sekencangnya menuruni tangga hingga hampir bertabrakan dengan penumpang bus pariwisata yang bergegas naik ke pelataran istana. HoHo berjalan perlahan, pintunya masih dibuka. Saya melompat sekuat tenaga, belum lagi mencari tempat untuk pegangan, pintu di belakang saya tertutup, dia melaju.

Harga Tiket (bisa dibeli di dalam bus atau pesan online)
Valid 24 jam
RM 40 Dewasa
RM19 Anak-anak (5-12 tahun)/Pelajar/Disabled

Valid 48 jam
RM74 Dewasa
RM38 RM19 Anak-anak (5-12 tahun)/Pelajar/Disabled

Online tiket pesan di http://www.myhoponhopoff.com/kl/

Saya pikir-pikir, bila ingin mengenal lebih dekat tempat baru yang kamu datangi, cobalah melepaskan diri dari kelompok berjalanmu. Nikmati sarana tranportasi publik dan keseharian yang biasa dinikmati oleh warga lokal. Jangan panik meski kamu tertinggal di satu tempat yang asing, yakin saja pasti akan ada cerita perjalanan menarik yang akan kamu jumpai. Dengan HoHo, kamu bisa turun naik di 23 titik perhentian yang dilalui hanya dengan sekali membeli tiket. Tunjukkan saja tiket bila diperiksa oleh petugas.

Hop on Hop Off Kuala Lumpur, bus wisata Kuala Lumpur, double decker tour, city tour Kuala Lumpur, istana negara malaysia, the royal palace

Selalu ada cara untuk bersyukur

Di bus, saya duduk di dek bawah, di pojok, di bangku paling belakang. Hanya itu bangku yang masih kosong. Di samping dan di depan saya, serombongan keluarga besar. Mereka mengisi penuh HoHo ini, dek atas dan bawah. Saat pemeriksaan tiket, saya beruntung disangka anggota rombongan sehingga tak ditanyai tiket sampai mereka turun di KLCC hahaha. Dalam perjalanan kembali ke MaTIC, saya iseng melihat peta perjalanan HoHo. Meski tak percaya pada romantika 13, di peta perjalanan Istana Negara adalah perhentian ke-13 dari 23 titik perhentian, saleum [oli3ve].