Tags

, , , , ,


Akhir pekan kemarin saya bersua seorang kawan pejalan yang sedang berada di Jakarta. Dia bercerita senang sekali mengunjungi Mini Indonesia (Taman Mini Indonesia/TMII) meski hanya berlama-lama di Museum Indonesia dan anjungan Toraja. Dua tempat itu dipilihnya karena bingung mau mendatangi museum mana saja dari puluhan museum di TMII. Agar berasa keliling Indonesia, dia pun masuk ke Museum Indonesia. Tentang anjungan Toraja, dia punya alasan khusus. Mengobati rasa penasaran karena beberapa hari sebelumnya dirinya diundang ngetrip di Indonesia dengan Makassar sebagai salah satu destinasi yang didatangi. Dirinya heran kenapa di perjalanan itu, Toraja tak dimasukkan dalam destinasi wisata yang dituju.

Mpok Siti, Jakarta City Tour, Free bus Jakarta city tour, keliling jakarta gratis, tourist double decker bus, jakarta double decketer tour bus

Mpok Siti

Selama di Jakarta, kawan ini mengandalkan commuter line sebagai moda transportasi murah meriah untuk berjalan-jalan. Tapi ketika dia bercerita berapa biaya yang dikeluarkannya setiap kali bepergian; saya bilang, itu tidak murah! Satu contoh, untuk pergi ke Kota Tua Jakarta, dari tempatnya menginap di Jalan Jaksa, dirinya menumpang ojek ke stasiun Gondangdia. Sekali naik ojek, dia digetok harga oleh tukang ojek min. Rp 25,000. Bahkan katanya, pernah dari Gondangdia ke penginapan dia harus membayar Rp 50,000. Wowww!! 10 kali lipat saja dari tarif ojek online!!

Jadilah, sebagai pejalan yang senang menggunakan transportasi publik, di hari kami bersua, saya mengajaknya berjalan-jalan murah bahkan GRATIS di Jakarta.

Waktu saya tak banyak, hanya bisa menemani berjalan setengah hari saja. Agak repot juga untuk menentukan destinasi menyenangkan yang bisa dinikmati dalam waktu yang singkat itu. Karena dia sangat ingin ke Gereja Katedral Jakarta, maka tujuan pertama kami mengunjungi salah satu ikon bersejarah Jakarta itu. Sayang, di Sabtu, museumnya tutup. Museum hanya buka pada Senin, Rabu, Jumat pada pk 10.00 – 12.00, dan di Minggu tertentu. Tak apa, dia puas akhirnya bisa menikmati bangunan neo gothic rancangan MJ. Hulswit yang dibangun pada awal 1900 itu. Kebetulan sekali, hari itu ada sakramen pernikahan jadi dapat bonus suasana sakral ibadahnya.

Mpok Siti, Jakarta City Tour, Free bus Jakarta city tour, keliling jakarta gratis, tourist double decker bus

Halte Mpok Siti

Dari katedral, saya mengajaknya menyeberang ke halte Masjid Istiqlal agar bisa ikut Mpok Siti ke Kota Tua. Sehari sebelumnya dia sudah berputar-putar di Kota Tua, sempat mengajukan protes ketika diajak lagi ke sana. Setelah cek ricek tempat yang ditawarkan tak ada di dalam daftar kunjungannya kemarin, dia pun pasrah.

Mpok Siti, nama bus wisata tingkat untuk keliling kota menikmati Jakarta. Perjalanan kami menjadi serba kebetulan. Satu tambahan kebetulan lagi, bus yang berada di antrian pertama di halte Istiqlal adalah bus kuning yang sangat ingin saya naiki. Kenapa harus yang kuning? Karena kalau mudik ke kampung saya, naik bus jenis ini bayarnya min Rp 200,000 saja hahaha.

Melihat bus agak sepi, kami memilih duduk di dek atas. Sasarannya sih bangku paling depan agar dapat pemandangan yang luas. Eh, dasar jodoh, jalan ke satu perhentian, empat penumpang yang tadinya duduk di situ turun. Kami pun bergesar ke depan. Begitu duduk, sang kawan terheran-heran ketika dia ingin mengganti uang tiket bus dan saya bilang,”GRATIS koq.”

Bila kamu keliling kota bareng Mpok Siti harus memiliki banyak sabar. Sabar untuk mengantri di halte terutama akhir pekan (apalagi Minggu), dan di jam-jam pekerja kantoran di sekitar Monas pulang kantor. Saya pernah antri di halte Museum Nasional selama 2 (dua) jam saja karena yang ikut antri menunggu dijemput Mpok Siti di sana sebagian besar adalah orang kantoran. Mpok Siti tidak akan mengangkut penumpang sampai berjubel dan berdiri di dalam bus. Bila bangku yang tersedia sudah penuh, silakan tunggu bus berikutnya. Nah, orang-orang kantoran ini rupanya memanfaatkan fasilitas GRATIS Mpok Siti untuk pulang ke rumah mereka di kawasan kota. Padahal, kalau naik TransJakarta (TJ) kan juga cuma bayar Rp 3,500, bukan?!

Kalau kamu ikut jalan-jalan dengan Mpok Siti, harus siap-siap mengeluarkan tabungan kesabaran. Pertama, bila tetap ingin keliling kota GRATIS harus sabar mengantri di halte. Kedua, karena jalur yang dilalui oleh Mpok Siti adalah jalur biasa bukan jalur TJ, bersiaplah untuk menikmati kemacetan pada jam-jam tertentu di titik-titik tertentu. Tapi usah khawatir, di dalam bus adem dan bersih jadi nggak membuat ingin terburu-buru turun. Pula, Mpok Siti nggak mau berhenti di sebarang tempat. Dia hanya akan berhenti, menurunkan dan menaikkan penumpang di tempat perhentian bus tertentu yang memiliki penanda bergambar bus tingkat dengan tulisan CITY TOUR. Di Kota Tua, kami turun di halte Museum Bank Indonesia.

Rute perjalanan Mpok Siti dibagi 2 (dua) Bundaran HI – Kota Tua – Pasar Baru dan Bundaran Senayan – Pasar Baru. Jadi sebelum naik, pastikan tak salah bus. Mpok Siti juga punya jam kerja, Senin – Sabtu, Mpok Siti akan turun ke jalan pk 09.00 – 20.00. Sedang di Minggu, karena ada kegiatan Car Free Day, Mpok Siti keluar rumah lebih siang pk 12.00 – 20.00.

Satu kekurangan Mpok Siti dibanding dengan Surabaya Heritage Track (SHT) bus wisata gratis keliling kota Surabaya yang dikelola oleh House of Sampoerna adalah tak ada pemandu di dalam bus yang dapat memberikan informasi tempat-tempat ikonik Jakarta yang dilalui. Konon, tak ada biaya untuk itu sehingga dihilangkan setelah beberapa bulan sempat ada pada awal Mpok Siti diperkenalkan ke publik. Kalau mau kreatif sih, direkam saja informasi singkat tempatnya, nanti tinggal diputar menjelang Mpok Siti sampai di tempat itu. Tentang SHT, akan saya bahas di lain kesempatan  😉

Usai berwisata di Kota Tua Jakarta, saya mengajak sang kawan pulang dengan menumpang TJ. Saya katakan padanya, dengan hanya membayar Rp 3,500, kamu bisa puas-puasin keliling Jakarta bahkan sampai Bekasi! Kuat-kuatan aja di jalan, berganti bus di halte pertukaran bila memang rutenya berbeda-beda.

Mpok Siti, Jakarta City Tour, Free bus Jakarta city tour, keliling jakarta gratis, tourist double decker bus

Saingan di jam pulang kerja

Sepanjang perjalanan singkat kemarin dirinya tak henti bertanya, kenapa tak ada yang menyinggung dan memberitahu padanya tentang wisata murah dan GRATIS ini? Menurutnya, beberapa informasi yang dibacanya tentang wisata Jakarta, tak ada yang mengulas bisa naik bus wisata gratis di Jakarta. Benarkah demikian? Ah, saya masih berpikir positif mungkin dirinya mencari informasi dengan kata kunci yang berbeda sehingga informasi tentang Mpok Siti tak muncul. Lagi pula, sebagian besar informasi yang didapat diulas dalam bahasa Indonesia sehingga susah dimengerti bagi pejalan yang tak paham bahasa Indonesia. Sebelum berpisah, dia bertekad menulis panduan wisata Jakarta dengan transportasi publik dan menyarankan kepada pejalan agar tak segan untuk bertanya pada penduduk lokal. Tambahan nih buat nyak babe, abang mpok, ncang ncing; kudu tahu juga yeeee informasi wisata kampung sendiri. Jangan sampe kagak bisa bantu jawab atau malah salah ngasih informasi. Jadilah duta wisata yang baek.

Di halte Sarinah kami berhenti. Untuk kembali ke penginapan sang kawan memilih naik ojek. Saya pesankan ojek lewat aplikasi online. Matanya melotot mendengar ongkos yang harus dibayarnya. Bukan karena tarifnya mencekik leher, tapi tarifnya jauuuh dari tarif ojek yang selama ini dibayarnya. Hanya Rp 5,000 saja. Yaaa, kalau ada yang lebih murah dengan tarif bersahabat, tak usah khawatir kena harga getok serta tak perlu repot tarik urat leher bukan? saleum [oli3ve].

Advertisements