Tags

, , ,


Senja mulai turun di kota tua Jakarta ketika lelaki itu memutuskan untuk mengendus-endus serbuk hitam di dalam gelas yang ditata melingkar di atas meja. Dari gelas pertama, ia beralih ke gelas kedua, ketiga hingga 7 (tujuh) gelas yang diberi label A-G itu usai diendusnya. Dia menggerak-gerakkan pucuk hidungnya, sebelum kembali pada gelas yang membuatnya penasaran untuk diendus lebih dalam. Melihatnya asik menghirup aroma dari dalam gelas, saya yang tadinya enggan bergerak dari bangku, tergoda untuk mengendus juga. Ya kali aja, bisa buat pengganti ngelem #eeh.

cupping coffee, coffee cupping, cupping, uji kualitas kopi, tester kopi

Siapa yang sudah pernah cupping?

Matanya berkeliling memperhatikan satu per satu manusia yang berdiri mengelilingi meja tempat gelas-gelas berisi serbuk hitam yang diendusnya tadi diletakkan. Melihat ada beberapa yang hadir masih asing dengan istilah yang dilontarkan, dirinya lanjut menjelaskan istilah yang baru saja diucapkannya.

Cupping (ada yang menyebutnya cup testing) adalah salah satu cara untuk menguji kualitas kopi sebelum dibeli dan disajikan kepada penikmat kopi. Sebagai penggembira ngopi, lidah saya terlanjur setia pada arabica sehingga bila ingin menikmati kopi, pilihannya tak pernah jauh dari si arab .. eh arabica Aceh dan Toraja. Dan meski bukan penikmat kopi sejati, saya pikir, menarik juga mengetahui teknik dasar mengakrabkan diri dengan si hitam lewat penciuman. Bukankah ciuman bisa membuat hubungan semakin mesra? 🙂

Lelaki yang bertanya tadi, Heri Setiadi, pemilik Coffee La Tazza dan Kopi Aroma Nusantara. Sebelum mempersilakan hidung-hidung kami mengendus-endus gelas yang bertebaran di atas meja, dia memberikan sedikit arahan. Katanya, kopi itu dapat diakrabi dari aromanya yang berbeda-beda. Bagi yang awam, semua bubuk kopi aromanya hampir serupa. Tapi lewat cupping, akan terasa perbedaan sifatnya. Wanginya seperti apa, seberapa kadar asamnya, maniskah dia, serta bagaimana sensasi rasa yang ditimbulkannya? Semua sifat itu akan dipengaruhi oleh asal (tempat tumbuh) hingga proses penyangraian si kopi. Perlu diketahui dan dicatat baik-baik, kopi yang hendak di-cupping adalah kopi yang masih berwujud biji bukan bubuk kopi.

cupping coffee, coffee cupping, cupping, uji kualitas kopi, tester kopi

Apa saja yang dilakukan saat cupping?

01 Mengenali Aroma Bubuk Kopi
Biji kopi yang sudah disangrai, digiling dan dituang secukupnya ke dalam wadah berupa cangkir atau gelas. Lalu, gunakan hidung untuk menghirup wangi yang menguar dari dalam gelas.

02 Mengenali Aroma Uap Kopi
Setelah langkah pertama di atas selesai, bubuk kopi diseduh dengan air panas. Heri mengingatkan untuk tidak latah menyesap kopinya, karena ia diseduh untuk dihirup uapnya saja. Caranya, sibak ampas kopi yang melayang di atas gelas ke pinggir lalu hirup perlahan aroma yang dihembuskannya. Hmmm … perbedaan aroma semakin terasa antara gelas yang satu dengan yang lain. Ada wangi buah, bunga, bahkan rempah dan bau tanah.

03 Merasakan Keasaman dan Cita Rasa Kopi
Masing-masing cupper memegang satu cup kosong serta sendok. Heri memberikan contoh, untuk menyesap sesendok kopi dan menyesapnya dengan mengeluarkan bunyi. Sebelum menyendok kopi, singkirkan dahulu ampas yang masih melayang di gelas. Karena terbiasa minum tanpa suara, saat menyesap dari sendok saya selalu lupa untuk menyeruputnya dengan suara sluurrpppp. Sebelum sendok dicelup ke gelas berikutnya, Heri mengingatkan untuk mencelupkan dahulu sendoknya ke dalam air putih untuk membersihkan rasa kopi dari gelas sebelumnya yang menempel pada sendok.

cupping coffee, coffee cupping, cupping, uji kualitas kopi, tester kopi

Jika masih penasaran dengan paduan rasa yang dihasilkan, nggak apa-apa koq diulang lagi sesendok demi sesendok. Saat diseruput, kopi boleh ditelan boleh juga dilepeh ke dalam cup kosong. Dan kalau mulut mulai terasa pahit asam nano-nano, minumlah air putih untuk menetralisir mulut sebelum melanjutkan icip-icip kopinya.

04 Menyesap Kopi
Langkah terakhir, menyesap kopi yang sudah diseduh untuk merasakan sensasi rasa kopi yang turun ke kerongkongan.

Dari hasil cupping, ternyata hidung dan lidah saya memanglah lidah yang setia pada arabica. Ia lebih senang dengan aroma serta rasa yang tertuang dalam gelas Luwak Arabica Prau. Sedang pada enam kopi lainnya yang dicupping Arabica Sumbing, Arabica Sindoro, Arabica Prau, Robusta Pringsurat, Robusta Candiroto dan Excelsa Pringsurat, ia tak terlalu antusias.

Tak terasa dua jam di kedai Aroma Nusantara, Kota Tua Jakarta, bisa menambah pengetahuan tentang kopi meski tetap saja sampai di rumah, si lidah mintanya sanger lagi, sanger lagi! hahaha .. saleum [oli3ve].

Advertisements